Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Dampak El Nino, BPBD Diminta Proaktif

Published

on

Kitasulsel—Luwu Timur — Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyiapkan langkah-langkah antisipatif guna menghadapi dampak fenomena El Niño yang mulai dirasakan masyarakat, khususnya terkait potensi krisis air bersih di sejumlah wilayah.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah ancaman musim kemarau panjang yang berpotensi memperparah keterbatasan sumber air.

“Pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, terutama dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Kami tidak ingin warga kesulitan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu,” ujar Irwan.

Ia menegaskan, fokus utama saat ini adalah mengidentifikasi titik-titik rawan kekurangan air, sekaligus mempercepat distribusi dan penyediaan sarana pendukung air bersih di wilayah tersebut.

BACA JUGA  Kajati Sulsel Apresiasi Sinergi Pemkab dan Kejari Luwu Timur Saat Resmikan Kantor Kejari Baru

Selain itu, Bupati Irwan juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur untuk lebih proaktif di lapangan dalam mendeteksi potensi dampak yang mungkin terjadi akibat musim kemarau.

“BPBD harus aktif melakukan pemantauan dan deteksi dini di lapangan. Kita ingin ada perencanaan yang matang, baik dari sisi pencegahan maupun penanganan jika terjadi kondisi darurat,” tegasnya.

Respons masyarakat pun cukup positif. Warga berharap langkah yang disiapkan pemerintah daerah dapat segera direalisasikan, terutama di daerah yang setiap tahunnya terdampak kekeringan saat musim kemarau.

Dukungan juga datang dari DPRD Luwu Timur yang menyatakan kesiapan untuk mengawal kebijakan tersebut agar berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA  Puncak Hari Jadi ke-23 Luwu Timur Berlangsung Meriah, Jadi Momentum Refleksi dan Akselerasi Pembangunan

Dengan langkah antisipatif ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap mampu meminimalisir dampak El Niño, sekaligus menjaga stabilitas kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau berlangsung.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Luwu Timur Masuk Tiga Besar Kinerja Jasa Konstruksi Terbaik di Sulawesi

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR – Komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor jasa konstruksi kembali mendapat apresiasi. Kabupaten Luwu Timur kini tercatat sebagai salah satu daerah dengan kinerja jasa konstruksi terbaik yang masuk dalam tiga besar di Sulawesi.

Pengakuan tersebut disampaikan Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Afandi Andi Basri, saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Uji Sertifikasi Petugas K3 Konstruksi, Supervisor K3 Konstruksi, dan Ahli Muda K3 Konstruksi yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Luwu Timur di Wisma Trans, Malili, Selasa (23/6/2026).

Menurut Afandi, capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi serta membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada setiap proyek pembangunan.

“Luwu Timur membuktikan diri sebagai salah satu daerah dengan kinerja jasa konstruksi terbaik yang masuk dalam tiga besar di Sulawesi. K3 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam sebuah kegiatan konstruksi, dan Luwu Timur sudah membuktikan komitmennya karena hampir setiap kegiatan selalu disertai pelatihan K3 konstruksi,” ujar Afandi.

BACA JUGA  Delapan ASN Luwu Timur Resmi Jadi Komcad Kodam Hasanuddin, Bupati Irwan: Kebanggaan Daerah

Sebagai bentuk keberlanjutan komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali menggelar Bimtek dan Uji Sertifikasi K3 Konstruksi yang diikuti sebanyak 115 peserta dari berbagai unsur tenaga kerja konstruksi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi serta Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).

Pelaksanaan bimtek dan uji kompetensi berlangsung selama enam hari dengan metode pembelajaran kombinasi, yakni empat hari secara luring dan dua hari secara daring. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memperkuat pemahaman peserta mengenai penerapan standar keselamatan kerja di sektor konstruksi.

Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan Setdakab Luwu Timur, Indra Fawzi, yang mewakili pemerintah daerah saat membuka kegiatan, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang berkualitas harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap keselamatan pekerja maupun masyarakat.

BACA JUGA  Kajati Sulsel Apresiasi Sinergi Pemkab dan Kejari Luwu Timur Saat Resmikan Kantor Kejari Baru

“Konstruksi bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga kesejahteraan pekerja dan masyarakat umum. Dengan adanya kesadaran keselamatan yang tinggi, kita dapat mengurangi risiko kecelakaan dan memastikan pembangunan yang berkelanjutan,” kata Indra.

Ia menambahkan, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi merupakan investasi strategis dalam menciptakan tenaga kerja konstruksi yang profesional, produktif, dan memiliki kemampuan menerapkan budaya keselamatan kerja dalam setiap tahapan pembangunan.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan pembangunan infrastruktur, sehingga upaya peningkatan kapasitas tenaga konstruksi harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, H. Nihaya, Kepala Bidang Jasa Konstruksi Dinas PUPR Luwu Timur, Tri Askari Yulianto, para asesor, pengawas, serta panitia dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR.

BACA JUGA  Bupati Irwan Fokus Pastikan Ketersediaan Air Bersih di Luwu Timur, Antisipasi Dampak El Nino

Melalui pelaksanaan Bimtek dan Uji Sertifikasi K3 Konstruksi ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap dapat terus meningkatkan kualitas tenaga kerja konstruksi yang kompeten, bersertifikat, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan kerja.

Capaian masuk tiga besar kinerja jasa konstruksi terbaik di Sulawesi menjadi bukti nyata keseriusan Luwu Timur dalam membangun sektor konstruksi yang profesional, aman, dan berkelanjutan guna mendukung percepatan pembangunan daerah.

Continue Reading

Trending