Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Demi Kesehatan Warga, Pasar Tampinna Diawasi: Penjual Diajak Lebih Bijak Pilih Produk

Published

on

Kitasulsel—Luwu Timur — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Tim Pengawas Obat dan Makanan kembali melakukan inspeksi lapangan di Pasar dan sejumlah toko di Desa Tampinna, Kecamatan Angkona, Selasa (03/03/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memastikan keamanan produk konsumsi masyarakat.

Pengawasan yang melibatkan Dinas Kesehatan bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut bertujuan melindungi kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku usaha agar lebih selektif dalam memilih barang dagangan.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Suhelmi, mengungkapkan bahwa hasil pengawasan tahun ini masih menunjukkan temuan yang serupa dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni adanya produk yang sudah tidak layak edar.

“Masih ditemukan bahan-bahan yang tidak layak jual. Karena itu, penjual diharapkan lebih bijak dalam memilih produk untuk mencegah peredaran barang ilegal, kadaluwarsa, maupun yang mengandung bahan berbahaya,” ujarnya.

BACA JUGA  Wabup Luwu Timur Hadiri Tudang Ade’ Peringatan HJL ke-758 dan HPRL ke-80

Ia menegaskan bahwa setiap produk makanan, minuman, maupun obat-obatan yang beredar wajib memiliki izin edar resmi. Para penjual juga diminta tidak menerima produk yang belum terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sementara itu, Camat Angkona, I Putu Gede, menyampaikan bahwa temuan produk kadaluwarsa di lapangan cukup signifikan sehingga diperlukan perhatian bersama, baik dari pelaku usaha maupun masyarakat sebagai konsumen.

“Kami menghimbau masyarakat agar lebih teliti memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum membeli produk. Kesadaran konsumen sangat penting untuk memutus peredaran barang yang tidak layak,” katanya.

Ia juga meminta para pelaku usaha lebih cermat dalam memilih produk yang dijual agar potensi kerugian masyarakat dapat dicegah sejak awal.

BACA JUGA  Wabup Luwu Timur Canangkan Desa Cantik, Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Pembangunan

Pengawasan ini melibatkan berbagai instansi lintas sektor, di antaranya Dinas Kesehatan, Bapperida, DPMPTSP, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Ekbang Setdakab Lutim, Bagian Hukum, pihak Kecamatan Angkona, serta Satpol PP.

Pemerintah berharap kegiatan pengawasan rutin ini mampu menekan peredaran produk kadaluwarsa dan meningkatkan keamanan pangan di tengah masyarakat.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Lepas 84 Siswa UCMAS ke Olimpiade Aritmatika Nasional 2026 di Makassar

Published

on

Kitasulsel–MALILI – Semangat dan optimisme mewarnai Apel Pagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang digelar di Halaman Kantor Bupati, Senin (22/6/2026). Pada kesempatan tersebut, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, secara resmi melepas kontingen daerah yang akan berlaga pada Olimpiade Aritmatika Nasional 2026 di Makassar.

Sebanyak 84 siswa yang tergabung dalam program UCMAS (Universal Concept of Mental Arithmetic System) Luwu Timur akan mewakili daerah pada ajang bergengsi Kompetisi Nasional UCMAS 2026 atau Olimpiade Sempoa dan Aritmatika Mental yang akan berlangsung di Four Points by Sheraton Makassar pada 28 Juni 2026 mendatang.

Kompetisi tingkat nasional tersebut akan mempertemukan ribuan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia untuk menunjukkan kemampuan berhitung cepat melalui metode sempoa dan aritmatika mental.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan Bachri Syam menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan program sempoa di Luwu Timur yang dinilainya memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan akademik anak-anak, khususnya di bidang matematika.

BACA JUGA  Wabup Luwu Timur Hadiri Tudang Ade’ Peringatan HJL ke-758 dan HPRL ke-80

Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 84 siswa yang mengikuti program sempoa dari empat kecamatan sebagai tahap awal pelaksanaan, yakni Kecamatan Malili, Wasuponda, Towuti, dan Nuha.

“Program sempoa ini sangat baik. Keempat anak saya sendiri juga mengikutinya dan hasilnya sangat luar biasa. Kemampuan berhitung mereka sudah terasah dengan baik,” ungkap Irwan.

Menurutnya, keikutsertaan para siswa dalam kompetisi nasional tersebut merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Luwu Timur sekaligus bukti bahwa generasi muda daerah memiliki potensi untuk bersaing di tingkat nasional.

Karena itu, Irwan mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan dan doa agar para peserta mampu meraih hasil terbaik serta membawa nama harum Luwu Timur.

“Anak-anak yang akan mewakili Luwu Timur ini merupakan generasi yang hebat. Mari kita panjatkan doa semoga mereka meraih keberhasilan di Makassar nanti. Keikutsertaan mereka ini diharapkan menjadi cikal bakal semakin berkembangnya pembelajaran sempoa di Kabupaten Luwu Timur,” ujarnya.

BACA JUGA  Pelayanan Publik Luwu Timur Makin Berkualitas, Kepuasan Masyarakat Tembus 89,93 Persen

Sementara itu, Owner UCMAS Luwu Timur, Linus Bua’, menjelaskan bahwa metode pembelajaran UCMAS tidak hanya berfokus pada kemampuan berhitung cepat, tetapi juga bertujuan mengoptimalkan perkembangan otak anak secara seimbang.

“UCMAS adalah metode sempoa yang menggunakan dua tangan dan sepuluh jari. Fokusnya untuk menstimulasi perkembangan otak anak sehingga fungsi otak kiri dan kanan dapat berkembang secara seimbang,” jelas Linus.

Ia menambahkan, UCMAS merupakan program pendidikan internasional yang saat ini telah berkembang di 92 negara. Di Kabupaten Luwu Timur sendiri, program tersebut mulai diperkenalkan sekitar enam bulan terakhir dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Menurut Linus, Olimpiade Nasional UCMAS 2026 yang akan digelar di Makassar merupakan salah satu ajang terbesar yang diikuti peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Susun SOP SP4N-LAPOR, Aduan Warga Diharapkan Tuntas di Tingkat Desa dan Kecamatan

“Yang akan kita ikuti ini adalah Olimpiade Nasional yang diselenggarakan di Makassar. Pesertanya berasal dari berbagai provinsi dan jumlahnya mencapai ribuan anak. Dari Luwu Timur sendiri, kita memberangkatkan 84 peserta,” terangnya.

Keikutsertaan puluhan siswa tersebut menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi pengembangan pendidikan berbasis aritmatika mental di Kabupaten Luwu Timur. Dengan dukungan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan orang tua, para peserta diharapkan mampu menorehkan prestasi sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.

Pelepasan kontingen berlangsung penuh semangat dan mendapat apresiasi dari seluruh peserta apel. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap para siswa dapat tampil maksimal dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi daerah di tingkat nasional.

Continue Reading

Trending