Connect with us

Nasional

Komdigi Soroti Screen Time Anak Tembus 7 Jam Sehari, DARA Disiapkan untuk Cegah Kecanduan Digital

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti tingginya durasi penggunaan perangkat digital oleh anak-anak di Indonesia. Waktu yang dihabiskan anak di depan layar disebut kini mencapai 5 hingga 7 jam.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena penggunaan ruang digital tanpa pengawasan berpotensi berkembang menjadi kecanduan dan memengaruhi perilaku anak.

Staf Khusus Menteri Komdigi Alfreno Kautsar Ramadhan mengatakan tingginya screen time anak menjadi salah satu perhatian serius pemerintah dalam membangun ekosistem digital yang lebih aman.

“Teman-teman harus mengerti bahwa hari ini screen time anak-anak itu kurang lebih menyentuh 5 sampai 7 jam. Ibu Menteri itu very much concerned terhadap pengawasan di ruang digital,” ujar Alfreno saat menghadiri Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

BACA JUGA  Publik Dukung Swasembada Pangan saat Survei 100 Hari Kerja Prabowo

Menurut Alfreno, pemerintah tidak hanya berkepentingan terhadap pertumbuhan ekonomi digital, tetapi juga harus memastikan teknologi tidak memberikan dampak negatif terhadap kelompok rentan, terutama anak-anak.

Salah satu langkah yang disiapkan Komdigi adalah Digital Addiction Response Assistance (DARA). Platform tersebut ditujukan untuk membantu anak yang mulai menunjukkan indikasi kecanduan terhadap ruang digital.

“Nah kita juga menyediakan platform DARA, Digital Assistance, untuk anak-anak yang mungkin ada indikasi adiksi ke ruang digital,” katanya.

Orang Tua Diminta Kenali Perubahan Perilaku

Alfreno menjelaskan, orang tua dapat memanfaatkan DARA ketika menemukan perubahan perilaku pada anak yang diduga berkaitan dengan penggunaan perangkat digital secara berlebihan.

Ia menyebut perubahan karakter seperti mudah marah atau menjadi lebih temperamental dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan.

BACA JUGA  Soal Pendidikan, Jusuf Kalla Minta Pemerintah Efektifkan Anggaran yang Ada

Selain itu, anak yang mulai menarik diri dari lingkungan sosial dan enggan berinteraksi dengan orang lain juga perlu mendapat perhatian.

“Kalau orang tua sudah merasa anaknya ternyata temperamen atau mungkin mereka jadi sedikit kaku, nggak mau bersosialisasi dengan orang-orang lain, nah ini kan tanda-tanda adiksi, nah kita kasih DARA,” jelas Alfreno.

Menurutnya, pengawasan terhadap aktivitas digital anak tidak berarti melarang teknologi sepenuhnya. Yang lebih penting adalah memastikan penggunaan ruang digital berlangsung secara sehat, terukur, dan sesuai kebutuhan anak.

Komdigi Tak Hanya Kejar Ekonomi Digital

Alfreno menegaskan agenda pemerintah di sektor digital tidak semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi dan perkembangan industri teknologi.

BACA JUGA  Prabowo Bakal Bentuk Kementerian Penerimaan Negara, Dipimpin Anggito Abimanyu

Di balik pesatnya perkembangan ruang digital, pemerintah juga memiliki tanggung jawab memastikan masyarakat memperoleh perlindungan, terutama anak-anak yang masih berada dalam tahap perkembangan.

“Kita berusaha semaksimal mungkin untuk nggak cuma menumbuhkan kontribusi ekonomi digital, tapi juga menjaga ruang digital itu sendiri,” tegasnya.

Komdigi berharap keberadaan DARA dapat menjadi salah satu instrumen pendukung bagi orang tua dalam mengenali dan merespons lebih dini potensi kecanduan digital pada anak.

Dengan durasi screen time yang disebut telah mencapai 5 hingga 7 jam, peran keluarga, pemerintah, serta seluruh ekosistem digital dinilai semakin penting untuk menciptakan ruang digital yang tidak hanya produktif dan inovatif, tetapi juga aman bagi tumbuh kembang anak.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending