DISKOMINFO LUWU TIMUR
Pemkab Luwu Timur Gelar Diklat Perkoperasian, Perkuat SDM dan Tata Kelola Koperasi
Kitasulsel–LUWUTIMUR — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (Disdagkop UKMP), digelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Perkoperasian yang berlangsung selama tiga hari, 8 hingga 10 April 2026, di Aula Sikumbang, Kecamatan Tomoni.
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Bupati Luwu Timur yang diwakili Kepala Disdagkop UKMP, Rabu (8/4/2026). Pembukaan turut dihadiri Sekretaris Camat Tomoni, Wahyuddin, jajaran Disdagkop UKMP, serta dua narasumber yakni Kamaruddin dan Andi Saheria dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Kepala Disdagkop UKMP menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam membenahi sekaligus memperkuat kelembagaan koperasi di Luwu Timur.
Ia menilai, koperasi memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat, sehingga perlu didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki kapasitas dan pemahaman yang memadai.
“Melalui diklat ini, kami ingin memastikan para pengurus, pengawas, dan pengelola koperasi memiliki kemampuan manajerial yang baik, memahami prinsip-prinsip koperasi, serta mampu mengembangkan usaha secara inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum pelatihan ini dengan maksimal. Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan dan komitmen para pelaku di dalamnya.
“Ikuti kegiatan ini dengan serius, aktif berdiskusi, dan jadikan sebagai ruang belajar untuk memperbaiki tata kelola koperasi masing-masing agar lebih profesional ke depan,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi, Idiyana Sartian Umar, dalam laporannya menjelaskan bahwa diklat ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait prinsip dan manajemen koperasi, sekaligus memperkuat keterampilan dalam mengelola usaha.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendorong koperasi agar tumbuh lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan, serta membangun jejaring kerja sama antar pelaku koperasi di daerah.
“Peserta berjumlah 30 orang, terdiri dari unsur pengurus, pengawas, dan pengelola koperasi,” ungkapnya.
Usai seremoni pembukaan, kegiatan langsung dilanjutkan dengan pemaparan materi perdana oleh Andi Saheria, yang membawakan materi terkait manajemen perkoperasian dan usaha simpan pinjam sesuai regulasi terbaru.
Melalui pelatihan ini, diharapkan koperasi-koperasi di Luwu Timur semakin profesional, adaptif, dan mampu menjadi pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
DISKOMINFO LUWU TIMUR
Sekda Luwu Timur Pimpin Rapat Persiapan Verifikasi STBM, Targetkan Seluruh Desa Capai Lima Pilar
Kitasulsel–LUWUTIMUR — Sekretaris Daerah Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade, memimpin rapat persiapan verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Luwu Timur, Senin (25/05/2026).
Rapat tersebut digelar sebagai langkah awal untuk mematangkan pelaksanaan verifikasi STBM yang dijadwalkan berlangsung mulai 4 hingga 17 Juni 2026 mendatang. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menargetkan seluruh tahapan verifikasi dapat berjalan maksimal guna mendorong peningkatan kualitas sanitasi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS).
Dalam arahannya, Dr. Ramadhan Pirade menekankan pentingnya kesiapan seluruh tim yang terlibat, baik dari aspek administrasi, teknis lapangan, maupun kelengkapan dokumen penilaian.
Menurutnya, seluruh perangkat pendukung harus dipastikan siap sebelum tim turun langsung ke lokasi verifikasi agar proses penilaian berjalan efektif dan tidak mengalami kendala di lapangan.
“Semuanya harus dipersiapkan dengan matang, termasuk form penilaian yang akan dibawa saat pelaksanaan kegiatan. Jangan sampai, sudah di lokasi kegiatan tapi belum ada persiapan,” tegas Dr. Ramadhan Pirade.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah dan pihak terkait untuk memperkuat koordinasi lintas sektor demi menyukseskan pelaksanaan verifikasi STBM di seluruh wilayah sasaran.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Luwu Timur, dr. Helmy Kahar, menjelaskan bahwa pelaksanaan verifikasi STBM kali ini berkaitan erat dengan penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS).
Menurutnya, tim verifikasi dibagi menjadi dua kelompok utama yang akan turun langsung melakukan penilaian di sejumlah titik sasaran.
“Jadi kita ini terdiri dari 2 tim, tim 1 dan tim 2. Kedua tim ini nantinya akan memverifikasi 3 item, yaitu sekolah dan puskesmas, desa, dan rumah tangga,” jelas dr. Helmy Kahar.
Ia menambahkan, pelaksanaan verifikasi STBM melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga dukungan masyarakat.
Selain verifikasi lapangan, kegiatan tersebut juga akan diiringi dengan promosi dan kampanye perubahan perilaku hidup bersih dan sehat melalui berbagai media sosialisasi.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, 28 desa yang menjadi sasaran utama sudah memenuhi lima pilar STBM,” ujarnya.
Adapun lima pilar STBM meliputi stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga yang aman, pengamanan sampah rumah tangga, serta pengamanan limbah cair rumah tangga.
Menurut dr. Helmy Kahar, penerapan lima pilar tersebut menjadi indikator penting dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkualitas bagi masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat 28 desa di Kabupaten Luwu Timur yang belum memenuhi target penerapan STBM secara menyeluruh. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong percepatan pemenuhan status desa STBM lima pilar di seluruh wilayah.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi masyarakat, pendampingan pemerintah desa, serta kolaborasi lintas sektor guna menciptakan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur optimistis dengan kesiapan tim serta dukungan seluruh pihak, target pencapaian desa STBM lima pilar dapat segera terealisasi. Selain meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, keberhasilan program ini juga diharapkan memperkuat posisi Luwu Timur dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat tingkat nasional.
Melalui verifikasi STBM ini, Pemkab Luwu Timur menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh wilayah kabupaten.
-
Nasional11 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login