Connect with us

NEWS

Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Dijamu Makan Siang Eksklusif di Lounge Bandara Sultan Hasanuddin

Published

on

KITASULSEL—MAKASSAR — Sebanyak 105 jamaah haji khusus dari PT Annur Maarif mendapat pelayanan spesial setibanya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Kamis (14/05/2026).

Setelah sebelumnya dilepas secara resmi di Masjid Agung Sidrap, rombongan jamaah tiba di Makassar dan langsung disambut hangat oleh tim PT Annur Maarif sektor bandara. Penyambutan dilakukan dengan pemberian bunga ucapan selamat datang secara simbolis kepada para jamaah sebagai bentuk penghormatan dan pelayanan awal sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci.

Tidak hanya itu, para jamaah juga diarahkan untuk beristirahat di lounge bandara sambil menikmati jamuan makan siang khusus yang disiapkan oleh Resto Lounge Amanah Service Bandara. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak mewarnai kebersamaan jamaah sebelum melanjutkan perjalanan udara menuju Jakarta.

BACA JUGA  Dr. H. Bunyamin M. Yapid Nilai Pers Berperan Vital di Tengah Arus Informasi Terbuka

Komisaris PT Annur Maarif, Hj Sitti Suade, menegaskan bahwa pelayanan yang diberikan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan kenyamanan maksimal bagi jamaah haji khusus.

“Ini bagian dari pelayanan kami terhadap jamaah haji khusus. Ini masih sebagian kecil dari ragam pelayanan yang akan kami berikan kepada jamaah nantinya di Tanah Suci,” ujarnya.

Dijadwalkan pada siang hari ini, seluruh jamaah akan diterbangkan menuju Jakarta sebelum melanjutkan penerbangan internasional menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji tahun 2026.

Pelayanan eksklusif yang diberikan PT Annur Maarif menjadi bentuk keseriusan dalam menghadirkan perjalanan ibadah yang aman, nyaman, dan berkesan bagi para jamaah sejak dari daerah asal hingga tiba di Arab Saudi.

BACA JUGA  Waspada! Nama CEO PT Annur Maarif Bunyamin Yafid Dicatut untuk Penipuan
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Aspirasi Perubahan Menggema di Muktamar NU 2026, Prof. Nazaruddin Umar Dinilai Mampu Bawa NU Mendunia

Published

on

KITASULSEL—JAKARTA – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026, dukungan terhadap Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar, sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 terus menguat dari berbagai daerah, terutama dari kawasan Indonesia Timur.

Sejumlah tokoh dan kader NU menilai sosok Nazaruddin Umar memiliki kapasitas yang lengkap untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Selain dikenal sebagai ulama, akademisi, dan cendekiawan Muslim, ia juga dinilai memiliki pengalaman organisasi yang panjang serta mampu menjembatani berbagai kalangan di lingkungan Nahdliyin.

Dalam materi sosialisasi yang beredar di kalangan warga NU, Prof. Nazaruddin Umar disebut sebagai kader NU yang telah aktif sejak masa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), kemudian berkiprah di PWNU Sulawesi Selatan hingga dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan PBNU.

BACA JUGA  Pembangunan Summarecon Mall Makassar Capai Progres Signifikan, Segera Masuki Tahap Konstruksi Utama

Selain rekam jejak organisasi, pengalamannya sebagai pengasuh pesantren, akademisi, serta pernah menjabat Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi nilai tambah yang dinilai memperkuat kapasitas kepemimpinannya.

Pendukungnya juga menilai Prof. Nazaruddin Umar memiliki jaringan internasional yang luas serta pengalaman dalam membangun dialog keagamaan di tingkat nasional maupun global. Hal itu dianggap menjadi modal penting untuk membawa NU semakin berperan di panggung dunia tanpa meninggalkan akar tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.

Salah satu poin yang banyak disuarakan adalah besarnya dukungan dari wilayah luar Pulau Jawa, khususnya Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Mereka berharap kepemimpinan PBNU ke depan semakin mampu mengakomodasi aspirasi warga NU di berbagai daerah dan memperkuat pemerataan pembangunan organisasi.

BACA JUGA  Wamenag: Dai Harus Profesional, Kuasi Disiplin Ilmu

Para pendukung juga menilai NU memerlukan kepemimpinan yang dekat dengan akar rumput, memahami dinamika daerah, serta mampu memperkuat persatuan warga Nahdliyin di tengah berbagai tantangan zaman.

Dalam materi dukungan tersebut turut disampaikan harapan agar NU dipimpin oleh sosok yang memiliki wawasan keilmuan luas, pengalaman organisasi yang matang, kepemimpinan yang merakyat, dan mampu menjaga kemandirian organisasi.

“NU membutuhkan energi baru, kepemimpinan yang merakyat, serta arah organisasi yang lebih visioner agar mampu menjawab tantangan masa depan,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam materi kampanye dukungan tersebut.

Meski demikian, penentuan Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 sepenuhnya akan menjadi kewenangan para peserta Muktamar NU 2026 melalui mekanisme organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama.

BACA JUGA  Dr. H. Bunyamin M. Yapid Nilai Pers Berperan Vital di Tengah Arus Informasi Terbuka

Muktamar NU mendatang diperkirakan menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi lima tahun ke depan, termasuk memperkuat peran NU sebagai organisasi keagamaan yang moderat, inklusif, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan perdamaian dunia.

Continue Reading

Trending