Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Program Desa Cantik Dorong Lakawali Bangun Pembangunan Desa Berbasis Data Akurat

Published

on

Kitasulsel–MALILI — Kesadaran pentingnya data yang akurat dalam menentukan arah pembangunan mulai diperkuat di tingkat desa. Hal itu terlihat dalam kegiatan Pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 yang digelar di Desa Lakawali, Kabupaten Luwu Timur, Senin (18/5/2026).

Program yang diinisiasi Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut bukan sekadar agenda pelatihan administrasi desa. Di balik kegiatan itu, pemerintah desa didorong untuk mulai membangun sistem pendataan yang lebih tertata, terukur, dan bisa menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan di tingkat lokal.

Sejak pagi, aula desa dipenuhi perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga peserta pendamping kegiatan. Kehadiran jajaran Badan Pusat Statistik Kabupaten Luwu Timur dipimpin langsung Kepala BPS, Abdullah Pabu, menjadi penanda bahwa pengelolaan data desa kini mulai dipandang sebagai kebutuhan penting, bukan sekadar pelengkap administrasi.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Dorong PKK Aktif Identifikasi Warga yang Membutuhkan Bantuan

Kepala Desa Lakawali, Muhammad Yamin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program Desa Cantik yang dinilai mampu membantu desa meningkatkan kualitas pengelolaan data masyarakat.

Menurutnya, selama ini banyak program pembangunan desa menghadapi kendala karena minimnya data yang benar-benar sesuai kondisi lapangan. Padahal, data yang akurat menjadi dasar penting dalam menentukan prioritas pembangunan maupun pelayanan masyarakat.

Dalam sesi pembinaan, Kepala BPS Kabupaten Luwu Timur, Abdullah Pabu, memaparkan pentingnya pengelolaan data statistik desa yang terpadu dan berkelanjutan. Ia menjelaskan, desa saat ini dituntut tidak hanya mampu mengumpulkan data, tetapi juga memahami cara mengelola dan memanfaatkannya untuk mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Tinjau Lomba Perahu Naga, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi dan Jaga Kebersihan Sungai Malili

“Data desa harus bisa menjadi rujukan utama dalam melihat kondisi riil masyarakat, sehingga program pembangunan tidak lagi berjalan berdasarkan perkiraan,” ujarnya di hadapan peserta kegiatan.

Materi pembinaan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan rencana tindak lanjut program Desa Cantik oleh Roudatul Jannah. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan langkah-langkah strategis penguatan tata kelola data di tingkat desa, mulai dari pendataan, pembaruan informasi, hingga penyusunan basis data yang berkelanjutan.

Sementara itu, jalannya diskusi dipandu Sekretaris Desa Lakawali, Imron Hidayat, yang turut membuka ruang dialog antara peserta dan tim pembina dari BPS.

Desa Lakawali sendiri menjadi salah satu dari tiga desa di Kabupaten Luwu Timur yang dipilih mengikuti lomba Desa Cinta Statistik Tahun 2026. Dua desa lainnya yakni Desa Pasi-Pasi dan Desa Atue. Program pembinaan tersebut berlangsung sejak Mei hingga Agustus 2026.

BACA JUGA  Tak Kenal Waktu, Bupati Lutim Berkantor hingga Larut Malam

Pemilihan tiga desa itu dinilai menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan data di tingkat desa, terutama di tengah tuntutan pembangunan yang semakin membutuhkan informasi akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui program Desa Cantik, pemerintah berharap desa tidak lagi hanya menjadi objek pendataan, tetapi mampu menjadi pengelola data yang mandiri. Dengan begitu, arah pembangunan desa ke depan diharapkan lebih tepat sasaran, sesuai kebutuhan masyarakat, dan berbasis kondisi nyata di lapangan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending