Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Ketua JMSI Sulsel Apresiasi Bupati Luwu Timur, Dinilai Jadi Pionir Kepala Daerah yang Peduli Media Lokal

Published

on

Kitasulsel—Makassar – Ketua Jaringan Media Siber Indonesia Sulawesi Selatan, Ilham Husen, memberikan apresiasi kepada Bupati Irwan Bachri Syam atas komitmen dan dukungannya terhadap perkembangan media lokal di Sulawesi Selatan.

Apresiasi tersebut disampaikan Ilham Husen saat menghadiri Pra Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia Sulawesi Selatan yang berlangsung di Graha Pena Makassar pada 30 Mei 2026.

Menurut Ilham, Bupati Luwu Timur merupakan salah satu kepala daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki perhatian besar terhadap keberlangsungan ekosistem pers dan perusahaan media lokal. Sikap terbuka serta kemitraan yang dibangun dengan insan pers dinilai menjadi contoh positif bagi daerah lain.

“Kak Irwan memahami posisi jurnalis dan perusahaan media itu sendiri. Dalam berbagai kesempatan beliau selalu hadir pada kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan insan pers, baik di tingkat lokal maupun provinsi. Ini menunjukkan komitmen dan kepedulian yang nyata terhadap dunia jurnalistik,” ujar Ilham.

BACA JUGA  Sekda Luwu Timur Bersama Wabup Puspawati Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan Selama Bupati Irwan Umrah

Ia menilai, dukungan kepala daerah terhadap media bukan hanya sebatas menjalin hubungan formal, tetapi juga menciptakan ruang komunikasi yang sehat antara pemerintah dan pers. Dengan pola hubungan yang harmonis, media dapat menjalankan fungsi kontrol sosial, edukasi, dan penyebarluasan informasi secara profesional.

Ilham menambahkan, sinergi yang terbangun antara Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan insan pers selama ini berjalan dengan baik tanpa adanya intervensi terhadap independensi media. Kondisi tersebut menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim jurnalistik yang sehat dan bertanggung jawab.

“Tidak heran jika berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Hal itu karena komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan insan pers berjalan secara positif, saling menghormati, dan tetap menjunjung independensi media,” katanya.

BACA JUGA  Kembali Sidak Pembangunan Pasar Tomoni, Bupati Akan Hentikan Kontrak Kontraktor

Lebih lanjut, Ketua JMSI Sulsel berharap pola kemitraan yang dibangun Bupati Irwan dapat menjadi inspirasi bagi kepala daerah lainnya di Sulawesi Selatan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari peran media sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa media lokal memiliki peran strategis dalam mengawal pembangunan, menyampaikan informasi yang akurat, serta menjadi ruang aspirasi masyarakat. Karena itu, keberadaan perusahaan pers perlu mendapat perhatian dan dukungan agar mampu terus berkembang di tengah tantangan industri media yang semakin dinamis.

“Media adalah mitra strategis pembangunan. Ketika pemerintah dan pers mampu membangun hubungan yang profesional, maka masyarakat akan memperoleh informasi yang benar, berimbang, dan berkualitas. Kami melihat komitmen itu hadir di Luwu Timur,” tutup Ilham.

BACA JUGA  Safari Ramadan di Malili, Bupati Irwan Dorong OPD Aktif Jemput Program Pusat

Apresiasi yang disampaikan Ketua JMSI Sulsel tersebut semakin mempertegas posisi Kabupaten Luwu Timur sebagai salah satu daerah yang aktif membangun kemitraan dengan insan pers, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Lutim Pimpin Rakor Stabilitas Harga TBS Sawit, Dorong Penetapan Harga Berbasis Rendemen

Published

on

Kitasulsel–MALILI — Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Stabilitas Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang berlangsung di Ruang Rapat Kerja Bupati, Malili, Kamis (4/6/2026).

Rapat tersebut digelar sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menjaga stabilitas harga TBS sawit sekaligus memastikan adanya acuan harga yang jelas bagi petani maupun perusahaan dalam proses pembelian TBS di daerah tersebut.

Turut hadir dalam rakor itu Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Hj. Harisah Suharjo, Wakapolres Lutim Kompol Hajriadi, Pabung Mayor Inf. Syarifuddin, Kepala Dinas Dagkop UKMP Senfry Oktavianus, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Subhan, APKASINDO, perwakilan perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit, serta peserta rapat lainnya.

BACA JUGA  Safari Ramadan di Malili, Bupati Irwan Dorong OPD Aktif Jemput Program Pusat

Dalam arahannya, Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan pemerintah daerah akan lebih intensif membangun komunikasi bersama seluruh pemangku kepentingan di sektor perkebunan sawit.

“Pertemuan rutin seperti ini minimal tiga kali dalam sebulan kita lakukan untuk mendengar langsung masukan dari pelaku usaha, asosiasi, maupun petani,” ujar Irwan.

Ia menekankan pentingnya penerapan klasifikasi rendemen sebagai dasar penentuan harga TBS. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai hubungan antara kualitas buah sawit dengan harga jual yang diterima petani.

“Kalau rendemen 14 persen, berapa harganya, rendemen 16 persen berapa harganya. Ini perlu kita buat lebih jelas agar masyarakat memahami bahwa kualitas buah sangat berpengaruh terhadap harga jual,” jelasnya.

BACA JUGA  Pj Sekda Luwu Timur Pimpin Rapat Kajian Sengketa Lahan Hak Ulayat dan Pertambangan Bersama UI dan Universitas Kobe Jepang

Lebih lanjut, Irwan juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas TBS yang dihasilkan petani, termasuk pemahaman terkait perbedaan buah jenis Dura dan Tenera serta tingkat kematangan buah saat panen.

Dalam rapat tersebut, sejumlah perwakilan perusahaan dan asosiasi petani turut menyampaikan pandangannya terkait kondisi tata niaga sawit saat ini.

Pihak pabrik kelapa sawit menjelaskan bahwa harga pembelian TBS dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya harga Crude Palm Oil (CPO), jarak angkut, kualitas buah, hingga tingkat rendemen.

Sementara itu, perwakilan asosiasi petani menilai persoalan rendemen perlu menjadi perhatian bersama agar petani dapat memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga TBS yang diterima.

Menanggapi hal itu, Bupati Irwan menegaskan bahwa apabila nantinya telah ditetapkan standar harga berdasarkan klasifikasi rendemen namun masih ditemukan pembelian di bawah ketentuan yang berlaku, maka pemerintah daerah akan menyiapkan langkah-langkah hingga pemberian sanksi sesuai aturan.

BACA JUGA  200 CPNS Luwu Timur Tuntaskan Latsar Gelombang II di Makassar

“Pemerintah daerah ingin memastikan tata niaga sawit berjalan lebih adil dan transparan sehingga petani mendapatkan harga yang sesuai dengan kualitas hasil panennya,” tegas Irwan.

Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh pihak diharapkan terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi guna menciptakan tata niaga kelapa sawit yang lebih baik, transparan, dan berkeadilan, khususnya bagi para petani di Kabupaten Luwu Timur.

Continue Reading

Trending