DISKOMINFO LUWU TIMUR
Kesbangpol Siapkan Empat Pelajar Luwu Timur Seleksi ke Paskibra Provinsi Sulsel
Kitasulsel–MALILI — Keseriusan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam membangun karakter generasi muda kembali terlihat melalui proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026. Tidak hanya sekadar mencari pelajar dengan kemampuan baris-berbaris terbaik, proses seleksi juga diarahkan untuk membentuk figur muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
Dari proses seleksi tingkat kabupaten yang berlangsung ketat, empat pelajar terbaik akhirnya terpilih untuk mewakili Luwu Timur pada seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.
Keempat pelajar tersebut yakni Ananda Dzakki dari SMAN 3 Luwu Timur, I Putu Wiarsana dari SMAN 6 Luwu Timur, Athifah Zhifanka dari SMAN 2 Luwu Timur, serta Ziti Zulqayda dari SMAN 7 Luwu Timur.
Di balik keberhasilan empat pelajar itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Luwu Timur mengambil peran besar dalam mengawal seluruh proses pembinaan dan seleksi. Mulai dari sosialisasi ke sekolah-sekolah, tahapan seleksi administrasi, tes kesehatan, hingga pembinaan mental dan wawasan kebangsaan dilakukan secara berjenjang.
Kepala Badan Kesbangpol Luwu Timur, Salam Latif, menegaskan bahwa seleksi Paskibraka bukan hanya tentang kemampuan fisik semata. Menurutnya, para peserta yang dipilih harus mampu menjadi representasi generasi muda yang memiliki karakter kuat dan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Mereka adalah putra-putri terbaik Luwu Timur yang akan mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan untuk calon Paskibraka HUT RI ke-81,” ujar Salam Latif, Kamis (21/5/2026).
Kesbangpol juga memberikan perhatian khusus terhadap proses pembinaan peserta sebelum diberangkatkan ke tingkat provinsi. Para peserta tidak hanya dibekali latihan kedisiplinan, tetapi juga pemahaman tentang nasionalisme, etika, dan tanggung jawab sebagai duta daerah.
Langkah itu dinilai penting di tengah tantangan generasi muda saat ini yang semakin dekat dengan pengaruh media sosial dan perubahan gaya hidup digital. Pemerintah daerah menilai Paskibraka harus menjadi simbol lahirnya generasi muda yang tetap memiliki karakter kebangsaan kuat di tengah arus perubahan zaman.
Dalam berbagai kesempatan pembinaan, Kesbangpol terus menekankan pentingnya menjaga integritas selama mengikuti tahapan seleksi. Para peserta diminta menjaga sikap, disiplin, dan nama baik daerah karena mereka tidak hanya membawa identitas sekolah, tetapi juga mewakili Kabupaten Luwu Timur di tingkat provinsi.
Dorongan kuat dari Kesbangpol tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pembinaan karakter pelajar melalui jalur non-akademik. Sebab, Paskibraka dipandang bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan ruang pembentukan kepemimpinan dan tanggung jawab generasi muda.
Proses seleksi yang dilakukan tahun ini disebut berlangsung cukup kompetitif. Sejumlah peserta dari berbagai sekolah harus melalui tahapan ketat, mulai dari tes fisik, kemampuan baris-berbaris, wawasan kebangsaan, hingga penilaian kepribadian. Dari seluruh peserta yang mengikuti seleksi, hanya empat nama yang akhirnya dipercaya membawa nama daerah ke tingkat provinsi.
Keberhasilan empat pelajar tersebut juga mendapat perhatian dari sejumlah pihak di lingkungan pendidikan. Mereka dinilai menjadi bukti bahwa pelajar di daerah mampu bersaing dan menunjukkan kualitas di tingkat yang lebih tinggi apabila mendapatkan pembinaan yang tepat.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap keikutsertaan empat pelajar itu tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga memotivasi generasi muda lainnya untuk terus meningkatkan disiplin, semangat belajar, dan rasa cinta terhadap bangsa dan daerah.
DISKOMINFO LUWU TIMUR
Bupati Luwu Timur Tinjau Gerakan Pangan Murah, Minta Jangkauan Diperluas hingga Desa
Kitasulsel–LUWUTIMUR – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di pelataran Lapangan Dinas Pendidikan, Selasa (21/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam memastikan program pengendalian inflasi berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam peninjauan itu, Bupati Irwan menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat yang berbelanja serta memantau ketersediaan berbagai bahan pangan pokok yang dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Gerakan Pangan Murah merupakan program rutin yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP). Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah.
Agar pelaksanaannya semakin optimal, Bupati Irwan memberikan sejumlah arahan kepada penyelenggara. Ia meminta penambahan fasilitas pendukung, seperti tenda berukuran besar, serta penambahan petugas agar masyarakat dapat berbelanja dengan lebih nyaman dan pelayanan berlangsung lebih cepat.
“GPM ini harus terus dilaksanakan dan diperluas jangkauannya, termasuk ke kecamatan dan desa, agar bisa memudahkan masyarakat dan manfaatnya bisa dirasakan lebih merata,” tegas Irwan.
Pada kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, hingga aneka sayuran organik yang dijual mulai Rp5.000 per kemasan. Selain itu, tersedia pula beragam produk olahan hasil perikanan dari pelaku usaha lokal.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Luwu Timur, Darfan Husain, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah akan terus dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan vendor lokal guna memastikan pasokan pangan tetap tersedia.
“Kegiatan ini kami laksanakan secara berkala, khususnya di Malili dua kali dalam sebulan, dan juga akan dilakukan di dinas-dinas, kecamatan hingga desa seperti sebelumnya,” jelas Darfan.
Ia berharap pelaksanaan GPM secara berkelanjutan dapat menjaga stabilitas harga bahan pangan pokok, mengendalikan inflasi daerah, serta meningkatkan daya beli masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan akan terus memperkuat program-program ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan masyarakat, sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap mudah diakses dengan harga yang terjangkau di seluruh wilayah Luwu Timur.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login