Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Festival Sungai Malili 2026 Resmi Diluncurkan, Meriahkan Hari Jadi ke-23 Luwu Timur dan Dorong Ekonomi UMKM

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR – Momentum peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur disambut meriah dengan peluncuran Festival Sungai Malili 2026 yang digelar di Andi Nyiwi Park, Kecamatan Malili, Sabtu malam (30/05/2026).

Festival yang menjadi salah satu agenda unggulan daerah ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dirancang sebagai sarana pemberdayaan ekonomi melalui promosi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus menjadi wadah pelestarian budaya lokal di Bumi Batara Guru.

Pembukaan festival berlangsung semarak dan ditandai dengan penabuhan gong oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, didampingi Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur Jihadin Peruge, unsur Forkopimda, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Aini Endis Anrika.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menekankan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah pesatnya pembangunan daerah. Menurutnya, Luwu Timur merupakan miniatur Indonesia yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan tradisi yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang.

BACA JUGA  Delapan ASN Luwu Timur Resmi Jadi Komponen Cadangan TNI AD, Siap Perkuat Bela Negara

“Kemeriahan festival ini tidak semata-mata untuk menghibur masyarakat, tetapi sekaligus menjadi sarana untuk merawat ingatan dan melestarikan budaya daerah melalui berbagai rangkaian kegiatan kebudayaan,” ujar Irwan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, komunitas budaya, pelaku UMKM, dan masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan festival tahunan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Luwu Timur sekaligus Ketua Panitia Festival, Muhammad Safaat DP, mengungkapkan bahwa Festival Sungai Malili 2026 akan berlangsung selama delapan hari, mulai 30 Mei hingga 6 Juni 2026.

Menurut Safaat, berbagai agenda menarik telah disiapkan untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Tinjau Sejumlah Proyek Infrastruktur, Pastikan Pekerjaan Rampung dan Sesuai Perencanaan

“Untuk memikat kunjungan wisatawan, pihak panitia telah mengemas agenda yang lebih padat dan variatif, mulai dari lomba perahu naga di sepanjang sungai, pameran benda pusaka oleh Komunitas Pompessi Lutim, karnaval budaya, hingga panggung music talent dan music festival setiap malamnya,” jelasnya.

Beragam kegiatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang lebih lengkap sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung kepada pelaku usaha lokal yang terlibat dalam festival.

Puncak kemeriahan malam pembukaan terjadi saat Bupati Irwan tampil berkolaborasi dengan Nafsu Band membawakan dua lagu di hadapan ribuan pengunjung yang memadati area festival.

Usai tampil di atas panggung, Bupati bersama rombongan kemudian meninjau sejumlah stan Expo UMKM yang menampilkan produk unggulan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Luwu Timur. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyempatkan diri mencicipi aneka kuliner khas daerah serta melihat berbagai produk kerajinan masyarakat.

BACA JUGA  Gelar Rakor, Lutim Matangkan Persiapan Verifikasi Lanjutan KKS 2025

Kehadiran Expo UMKM menjadi salah satu daya tarik utama festival karena memberikan ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jaringan pasar serta meningkatkan pendapatan selama perhelatan berlangsung.

Acara pembukaan turut dihadiri Sekretaris DPRD Luwu Timur Alamsyah Perkesi, Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Setda Luwu Timur Aswan Azis, perwakilan kepala perangkat daerah, serta perwakilan manajemen [PT Vale Indonesia](yang menunjukkan dukungan dunia usaha terhadap pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Luwu Timur.

Melalui Festival Sungai Malili 2026, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap dapat memperkuat identitas budaya daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Dinkes Luwu Timur Verifikasi 20 Desa dan Kelurahan untuk Wujudkan Program STBM Tingkat Kabupaten

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR — Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur menginisiasi pelaksanaan verifikasi lapangan terhadap 20 desa dan kelurahan dalam upaya mewujudkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) tingkat kabupaten. Kegiatan tersebut melibatkan tim gabungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Juni serta 17–18 Juni 2026.

Pelaksanaan verifikasi lapangan dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, dr. Helmy Kahar, yang juga bertindak sebagai Ketua I Tim Verifikator. Sementara Ketua II Tim Verifikator dipimpin oleh Dr. Syaifullah. Keduanya hadir mewakili Bupati Luwu Timur dalam pembukaan kegiatan yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026).

Dalam sambutannya, Dr. Syaifullah menegaskan bahwa pencapaian status Desa STBM bukanlah sesuatu yang dapat diraih secara instan. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari komitmen bersama, semangat gotong royong, dan kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan layak huni.

BACA JUGA  Puluhan Siswa SDIT Insan Rabbani Ikuti Outing Class Bersama Bupati Luwu Timur

“Ini adalah buah dari komitmen, gotong royong, dan kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan yang lebih layak huni bagi anak cucu kita,” ujar Syaifullah.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran tim verifikator di lapangan bertujuan memastikan implementasi lima pilar STBM berjalan secara berkelanjutan dan konsisten di tengah masyarakat. Selain itu, proses verifikasi dilakukan untuk mencocokkan data administrasi dengan kondisi nyata di lapangan.

“Target kita bukan sekadar sertifikat atau status lulus, melainkan terwujudnya masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas dari penyakit berbasis lingkungan,” tambahnya.

Syaifullah juga berharap seluruh proses verifikasi dapat berjalan secara transparan. Berbagai temuan yang diperoleh selama peninjauan lapangan diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program sanitasi di masa mendatang.

BACA JUGA  Kajati Sulsel Apresiasi Sinergi Pemkab dan Kejari Luwu Timur Saat Resmikan Kantor Kejari Baru

Dalam pelaksanaannya, tim verifikasi dibagi menjadi dua kelompok. Setiap tim akan mengambil sampel pada 20 rumah tangga di masing-masing desa dan kelurahan yang diverifikasi. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan di lingkungan kantor pemerintah desa dan sekolah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Tim verifikator melibatkan sejumlah OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, antara lain Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Tarkim), serta Dinas Sosial dan P3A.

Kegiatan verifikasi turut dihadiri para kepala desa, kepala puskesmas, kepala sekolah, ketua BPD, petugas sanitarian, tenaga promosi kesehatan puskesmas, kepala dusun, ketua RT/RW, kader kesehatan, hingga tokoh masyarakat. Hadir pula perwakilan TP PKK tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa, pengurus forum kecamatan, Pokja Desa Sehat, serta Tim Kerja STBM.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Perkuat Kolaborasi Wujudkan Senyum Sehat Anak Lewat Program Healthier Smile Phase 8

Melalui verifikasi ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap semakin banyak desa dan kelurahan yang mampu memenuhi indikator STBM secara berkelanjutan, sehingga kualitas kesehatan lingkungan masyarakat dapat terus meningkat dan mendukung pembangunan daerah yang sehat serta berdaya saing.

Continue Reading

Trending