Connect with us

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Perkuat Pengawasan Pelayanan Kesehatan, RSUD Daya Jadi Mitra Evaluasi

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – DPRD Kota Makassar terus memperkuat fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah, khususnya di sektor pelayanan kesehatan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan VII, yang digelar bersama RSUD Daya Kota Makassar di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan dipimpin Anggota DPRD Kota Makassar, Dr. Tri Sulkarnain Ahmad, SE., MM, dan menghadirkan narasumber Dr. A. Any Muliany Mahyuddin serta Shinta Mashita A. Molina, dengan Putra Muhammad Taufan sebagai moderator.

Dalam sambutannya, Dr. Tri Sulkarnain Ahmad menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD tidak hanya berfokus pada penggunaan anggaran, tetapi juga memastikan setiap program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pengawasan yang kami lakukan bertujuan memastikan setiap kebijakan dan anggaran benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya.

BACA JUGA  Adakan FGD, Kasubag Perlengkapan DPRD Makassar Tekankan Fungsi Sesuai Perwali 50

Ia menambahkan, aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam proses evaluasi DPRD agar pelayanan publik dapat terus diperbaiki secara berkelanjutan.

“Masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam evaluasi DPRD agar pelayanan publik dapat terus diperbaiki secara berkelanjutan,” katanya.

Pada sesi pemaparan materi, Dr. A. Any Muliany Mahyuddin menekankan pentingnya tata kelola yang baik, sumber daya manusia yang kompeten, serta pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat sebagai fondasi peningkatan mutu layanan kesehatan.

Menurutnya, RSUD Daya terus melakukan berbagai inovasi dan evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pelayanan kesehatan yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila seluruh unsur bekerja secara profesional dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan pasien,” jelasnya.

Ia juga menilai pengawasan DPRD memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan mutu layanan rumah sakit melalui evaluasi yang konstruktif.

BACA JUGA  Serap Aspirasi Warga Rappocini, Andi Suhada Siap Perjuangkan Penambahan Armada Sampah

Sementara itu, Shinta Mashita A. Molina mengangkat pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan keterlibatan masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Menurutnya, pengawasan yang efektif membutuhkan partisipasi aktif masyarakat agar setiap kebijakan dapat berjalan sesuai harapan.

“Partisipasi masyarakat merupakan salah satu indikator keberhasilan pengawasan karena memberikan masukan langsung terhadap kualitas pelayanan publik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Diskusi yang dipandu Putra Muhammad Taufan berlangsung interaktif. Peserta diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan, pengalaman, dan masukan terkait pelayanan kesehatan serta mekanisme pengawasan pemerintah daerah.

Salah satu peserta mempertanyakan langkah konkret pemerintah daerah dan RSUD Daya dalam memastikan peningkatan kualitas layanan kesehatan dapat dirasakan secara merata. Menanggapi hal itu, para narasumber menjelaskan bahwa evaluasi rutin, penguatan kompetensi sumber daya manusia, peningkatan sarana dan prasarana, serta pengawasan berkelanjutan menjadi strategi utama dalam meningkatkan mutu pelayanan.

BACA JUGA  Reses Andi Odhika di Tamalanrea, Warga Curhat Soal Air Bersih Hingga Sekolah

Peserta lainnya juga menanyakan mekanisme penyampaian aspirasi apabila masyarakat masih menemukan kendala dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Para narasumber menjelaskan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan berbagai saluran pengaduan resmi yang tersedia, dan setiap laporan akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah maupun DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Melalui kegiatan ini, DPRD Kota Makassar berharap sinergi antara legislatif, Pemerintah Kota Makassar, RSUD Daya, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta pelayanan kesehatan yang berkualitas, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Tekankan Peran Bersama Cegah Narkoba, Edukasi Generasi Muda Jadi Prioritas

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda menjadi fokus dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan VII yang digelar di Hotel Grand Town Makassar, Senin (20/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar tersebut menghadirkan Anggota DPRD Kota Makassar, Muhammad Nasir Rurung, S.Sos., dengan mengusung tema “Peran Pemerintah untuk Menjaga Kualitas Generasi Muda Jauh dari Lingkungan Bahaya dan Peredaran Narkoba di Kota Makassar.”

Acara dipandu moderator Ir. Mukbil M. Nur dan diikuti masyarakat dari berbagai kalangan sebagai wadah edukasi sekaligus dialog mengenai pentingnya membangun lingkungan yang bebas dari narkoba.

Dalam sambutannya, Muhammad Nasir Rurung menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius yang tidak dapat ditangani hanya oleh aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

BACA JUGA  Reses di Rappocini, Eric Horas Janji Kawal Pemerataan Bantuan Sosial dan Keamanan Warga

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam membangun sistem pencegahan yang berkelanjutan melalui edukasi, penguatan peran keluarga, serta kolaborasi lintas sektor.

“Melindungi generasi muda dari bahaya narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat,” ujar Nasir Rurung.

Ia menambahkan, kegiatan pengawasan tersebut bertujuan memastikan program-program pemerintah benar-benar memberikan manfaat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan produktif bagi generasi penerus bangsa.

Narasumber kedua, Alifian Mudhary, S.IP., menjelaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, pembinaan karakter, pengawasan orang tua, serta edukasi sejak usia dini menjadi fondasi utama dalam melindungi anak-anak dan remaja dari pengaruh negatif.

“Pencegahan akan lebih efektif apabila masyarakat memiliki kepedulian untuk saling mengingatkan dan berani melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungannya,” kata Alifian.

BACA JUGA  Serap Aspirasi Warga Rappocini, Andi Suhada Siap Perjuangkan Penambahan Armada Sampah

Ia juga menilai generasi muda perlu diberikan ruang yang lebih luas untuk mengembangkan kreativitas, prestasi, serta mengikuti berbagai kegiatan positif agar tidak mudah terjerumus dalam pergaulan yang merusak masa depan.

Sementara itu, narasumber Dedy Kurniawan mengingatkan bahwa peredaran narkoba kini semakin berkembang dengan berbagai modus, termasuk memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk menyasar kalangan pelajar maupun pemuda.

Menurutnya, kewaspadaan masyarakat menjadi benteng utama dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.

“Sinergi antara pemerintah, aparat, lembaga pendidikan, dan masyarakat harus terus diperkuat agar upaya pencegahan berjalan secara menyeluruh dan berkesinambungan,” tegas Dedy.

Diskusi berlangsung interaktif dengan dipandu moderator Ir. Mukbil M. Nur. Peserta diberikan kesempatan menyampaikan berbagai pertanyaan, mulai dari langkah aman melaporkan dugaan penyalahgunaan narkoba hingga strategi pemerintah dalam menarik minat generasi muda mengikuti kegiatan positif.

BACA JUGA  Imam Musakkar Gelar Sosialisasi Perda Tentang Pelayanan Kesehatan

Menjawab pertanyaan tersebut, para narasumber menekankan pentingnya memanfaatkan jalur pelaporan resmi kepada aparat berwenang dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas pelapor. Selain itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi dengan sekolah, komunitas, organisasi kepemudaan, serta berbagai program pembinaan di bidang olahraga, seni, keterampilan, dan kewirausahaan sebagai upaya membangun karakter generasi muda.

Melalui kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan VII ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Edukasi yang berkelanjutan dinilai menjadi investasi penting dalam menjaga kualitas generasi muda sekaligus mewujudkan masa depan Kota Makassar yang lebih baik.

Continue Reading

Trending