Connect with us

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Dorong Warga Kelola Sampah dari Rumah

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga terus didorong melalui kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan IX. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Town Makassar, Jalan Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang melibatkan Anggota DPRD Kota Makassar Muhammad Nasir Rurung, S.Sos., bersama Kelurahan Biringtomang itu menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah mulai dari lingkungan keluarga.

Muhammad Nasir Rurung menegaskan, persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah maupun petugas kebersihan. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting karena sampah rumah tangga berasal dari aktivitas sehari-hari.

“Persoalan sampah harus ditangani secara bersama-sama, dimulai dari kesadaran setiap keluarga untuk mengelola sampah dari sumbernya,” ujar Nasir.

Ia menilai kebiasaan sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, dan membuang sampah pada tempatnya dapat memberikan dampak besar terhadap kebersihan lingkungan.

BACA JUGA  Pemkot dan DPRD Makassar Komitmen Dukung Pembangunan Stadion, Sepakati KUA-PPAS APBD-P 2024

Kesadaran tersebut, lanjutnya, juga dapat membantu mengurangi beban pemerintah dalam menangani volume sampah yang terus dihasilkan masyarakat.

Edukasi Jadi Kunci Perubahan Perilaku

Narasumber lainnya, Mariyani, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Menurutnya, masyarakat dapat memulai pengelolaan sampah melalui langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten di rumah.

“Pengelolaan sampah rumah tangga sebaiknya dimulai dari hal sederhana, seperti memilah sampah dan mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah secara berlebihan,” jelas Mariyani.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak seluruh sampah harus berakhir sebagai limbah. Sebagian jenis sampah masih dapat dimanfaatkan kembali maupun memiliki nilai ekonomis apabila dikelola dengan tepat.

Karena itu, edukasi kepada masyarakat dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kegiatan memilah dan mengolah sampah dapat menjadi kebiasaan sehari-hari.

BACA JUGA  Transisi Kepemimpinan di Makassar Berjalan Lancar, DPRD Makassar Nyatakan Dukungan Penuh

“Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar pemilahan sampah menjadi kebiasaan, sehingga sampah yang masih memiliki manfaat dapat dikelola dengan lebih baik,” katanya.

Kebersihan Butuh Partisipasi Warga

Sementara itu, narasumber ketiga, Sukri Abbas, menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih.

Ia menilai keberadaan petugas kebersihan saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan sampah jika tidak dibarengi dengan perubahan perilaku warga.

“Kebersihan lingkungan tidak bisa diwujudkan hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan, karena masyarakat merupakan bagian utama dalam menghasilkan sekaligus mengelola sampah rumah tangga,” ungkap Sukri.

Menurutnya, kedisiplinan harus dibangun mulai dari rumah. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara terus-menerus diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap kondisi lingkungan.

Peserta Aktif Berdiskusi

Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan pemaparan materi, tetapi juga diskusi mengenai persoalan sampah yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA  DPRD Makassar dan Pemkot Sepakati Ranperda APBD 2023 dan RPJPD 2025-2045

Peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan dan mencari solusi praktis terkait pengurangan serta pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

Sejumlah pertanyaan yang muncul antara lain mengenai cara paling sederhana memilah sampah rumah tangga serta strategi membangun konsistensi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Para narasumber menekankan bahwa perubahan harus dimulai dari kebiasaan kecil, seperti memilah sampah dari rumah, mengurangi sampah yang tidak diperlukan, dan menjaga lingkungan secara bersama-sama.

Kegiatan yang dimoderatori Mukbil M. Nur tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga kebersihan Kota Makassar.

Melalui kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah ini, sinergi antara legislatif, pemerintah daerah, kelurahan, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mencari solusi terhadap persoalan sampah rumah tangga.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending