Entertainment
Awalnya Cuma Jingle Iklan , Videonya Kini Tembus 10 Juta Views di YouTube
KITASULSEL — MAKASSAR — Ada lagu yang awalnya dibuat untuk sebuah iklan, tetapi justru keluar dari layar dan ikut menjadi bagian dari keseharian pengguna media sosial.
Fenomena itu terjadi pada “Kasih Aba-Aba 2.0”, jingle kolaborasi Naykilla dan Tenxi untuk kampanye Shopee 9.9 Super Shopping Day.
Sejak diperkenalkan pada akhir Agustus 2026, lagu bernuansa HipDut tersebut semakin sering muncul di berbagai platform. Video “Kasih Aba-Aba 2.0” di YouTube bahkan telah menembus 10 juta views. Di TikTok, sound tersebut telah digunakan dalam ribuan video dan meraih lebih dari 18 juta views, sementara konten terkait di Instagram mencapai lebih dari 13 juta views.
Yang menarik, popularitasnya tidak berhenti pada video iklan.
Sound “Kasih Aba-Aba 2.0” mulai digunakan pengguna untuk berbagai jenis konten, mulai dari joget, karaoke, transisi outfit hingga video keseharian. Lagu yang semula membawa pesan kampanye kemudian mendapatkan kehidupan baru setelah pengguna ikut mengolahnya dengan gaya masing-masing.
Ketika Jingle Berubah Menjadi Sound
“Kasih Aba-Aba 2.0” merupakan adaptasi dari lagu “Kasih Aba-Aba” yang sebelumnya telah dikenal sebagai bagian dari warna musik HipDut Naykilla dan Tenxi.
Untuk versi kampanye Shopee 9.9, liriknya disesuaikan dengan suasana promosi dan pengalaman berbelanja, tetapi karakter musik keduanya tetap dipertahankan. Shopee menyebut pendekatan tersebut dibuat agar pesan kampanye terasa lebih dekat dengan keseharian pendengar.
Di sinilah perjalanan sebuah jingle menjadi menarik.
Sebuah lagu iklan biasanya dibuat untuk memperkuat pesan sebuah kampanye. Namun ketika musiknya cukup mudah diingat dan pengguna memiliki ruang untuk menggunakannya kembali, lagu tersebut bisa berubah menjadi bagian dari budaya konten di media sosial.
Pengguna tidak lagi sekadar menjadi penonton iklan.
Mereka ikut menjadikan lagu tersebut sebagai bahan untuk membuat konten sendiri.
Menjelang puncak Shopee 9.9 pada 9 September 2026, penggunaan sound ini pun masih terus bergulir. Berbagai format konten, termasuk karaoke dan video pendek, membuat “Kasih Aba-Aba 2.0” semakin sering muncul di lini masa.
Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa di era media sosial, perjalanan sebuah lagu tidak selalu berhenti ketika iklan selesai ditayangkan.
Dari jingle menjadi sound, dari sound menjadi konten, lalu dari konten kembali menjadi bagian dari keseharian pengguna.
“Kasih Aba-Aba 2.0” menunjukkan bahwa lagu berdurasi singkat pun bisa memiliki umur yang lebih panjang ketika memiliki tiga hal sekaligus: beat yang mudah diingat, lirik yang dekat dengan keseharian, dan ruang bagi orang lain untuk ikut berkreasi.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login