Connect with us

Entertainment

Dihimpit KDRT dan Dipaksa Menikah, Aulia Sarah Tempuh Jalan Terlarang di Film Pirunduk

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR – Kekerasan dalam rumah tangga, pernikahan tanpa cinta, dan dendam menjadi rangkaian konflik yang menggerakkan film horor terbaru Indonesia, Pirunduk. Dibintangi Aulia Sarah, film ini mengangkat kisah seorang perempuan yang berusaha keluar dari penderitaan rumah tangga melalui ilmu hitam yang justru membawa petaka.

Film produksi Pichouse Films, MD Entertainment, dan Bima Sakti Pictures tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026. Ceritanya mengambil latar Kalimantan Selatan pada era 1980-an dengan mengangkat mitos lokal masyarakat Banjar.

Aulia Sarah memerankan Siti, perempuan yang harus menikahi Badarudin, seorang juragan kaya yang diperankan Bucek Depp. Pernikahan itu bukan berangkat dari cinta, melainkan menjadi jalan untuk melunasi utang ayah Siti.

Namun, keputusan tersebut justru menjerumuskannya ke dalam kehidupan rumah tangga yang penuh tekanan. Siti menghadapi kekerasan, hinaan, dan perlakuan merendahkan, termasuk karena belum dikaruniai anak. Situasinya semakin rumit setelah Badarudin memiliki istri muda bernama Ratih, yang diperankan Yoriko Angeline.

BACA JUGA  Fadly Padi Bawa Musik untuk Kemanusiaan, Makassar Bernyanyi untuk Korban Gempa NTT

Terdesak oleh keadaan dan ingin mengubah nasibnya, Siti kemudian memilih mempelajari ilmu pirunduk. Dalam kepercayaan yang diangkat film ini, pirunduk dikaitkan dengan kemampuan menundukkan atau memengaruhi orang lain.

Akan tetapi, kekuatan yang diharapkan menjadi jalan keluar justru membuka pintu menuju teror. Pilihan Siti membawa konsekuensi mengerikan, bukan hanya bagi dirinya dan Badarudin, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya.

Kisah tersebut menjadi dasar horor Pirunduk, yang tidak hanya mengandalkan sosok menyeramkan, tetapi juga membangun ketegangan dari penderitaan, kemarahan, dan keinginan membalas perlakuan buruk.

Aulia Sarah Hadapi Karakter dengan Banyak Perubahan

Peran Siti menjadi tantangan tersendiri bagi Aulia Sarah. Karakter tersebut mengalami perubahan besar, dari perempuan yang pasif dan tidak berdaya menjadi sosok yang berani setelah menggunakan pirunduk, sebelum akhirnya memasuki fase yang lebih mengerikan.

BACA JUGA  Hari Hiu Paus : Raksasa Laut yang Bisa Tumbuh 18 Meter , Tapi Justru Terancam Punah

Perubahan itu menuntut Aulia menghadirkan sejumlah lapisan emosi. Siti bukan hanya korban yang berusaha bertahan, melainkan karakter yang mengambil keputusan dengan konsekuensi besar bagi kehidupannya.

Proses pendalaman peran juga melibatkan penyesuaian dengan latar budaya Banjar. Aulia harus mempelajari bahasa Banjar dan menjalani adegan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat setempat, termasuk menggunakan jukung atau perahu tradisional.

Film ini disutradarai Billy Christian, dengan skenario yang ditulis Tubagus Deddy dan Budi Ismanto. Durasi film tercatat 96 menit dengan klasifikasi usia penonton Remaja 13 Tahun (R13).

Mengangkat Mitos Lokal ke Layar Lebar

Salah satu daya tarik Pirunduk terletak pada penggunaan mitos lokal Kalimantan Selatan sebagai fondasi cerita. Di tengah banyaknya film horor yang mengangkat legenda dari berbagai daerah Indonesia, kisah ini menawarkan latar budaya Banjar dengan tradisi, lingkungan, dan kepercayaan yang menjadi bagian dari atmosfer film.

BACA JUGA  Habib Ja'far Angkat Kisah Kehilangan dan Toleransi Lewat Seni Merayu Tuhan

Melalui kisah Siti, film ini juga menghadirkan persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan nyata, yakni pernikahan yang dipaksakan, kekerasan dalam rumah tangga, dan tekanan terhadap perempuan yang tidak memenuhi harapan keluarga atau pasangannya.

Unsur tersebut memberi lapisan drama pada cerita horor yang dibangun. Meski dibalut mitos dan teror supranatural, konflik awalnya berangkat dari relasi manusia yang timpang dan penderitaan yang terus menumpuk.

Pirunduk dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia pada 22 Oktober 2026. Film ini menjadi salah satu rilisan horor lokal yang membawa cerita rakyat Kalimantan Selatan ke hadapan penonton nasional.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending