Entertainment
MALIQ & D’Essentials Sambut 25 Tahun Berkarya, Arah Labuh Jadi Pembuka Album ke-10
KITASULSEL — MAKASSAR — MALIQ & D’Essentials menandai perjalanan menuju 25 tahun berkarya dengan merilis single terbaru berjudul Arah Labuh. Lagu ini bukan sekadar rilisan baru, tetapi menjadi pembuka menuju album studio ke-10 yang dijadwalkan hadir pada November 2026.
Single tersebut membawa pesan tentang keberanian melangkah, mengejar impian, dan mencoba hal baru meski masa depan belum sepenuhnya jelas. Pesan itu terasa dekat dengan kehidupan banyak orang yang sedang mencari arah, menghadapi keraguan, atau berusaha memulai babak baru.
Arah Labuh Bicara tentang Perjalanan Hidup
Lagu Arah Labuh ditulis oleh Widi Puradiredja dan Indah Wisnuwardhana bersama seluruh personel MALIQ & D’Essentials.
Melalui metafora bintang, samudra, dan tempat berlabuh, lagu ini mengajak pendengar untuk terus bergerak dan tidak menjadikan ketidakpastian sebagai alasan untuk berhenti bermimpi.
Pesan yang dihadirkan juga tidak menuntut seseorang selalu berhasil. Keraguan, kesalahan, dan kesedihan dipandang sebagai bagian dari perjalanan yang perlu dilewati sebelum menemukan pengalaman baru.
Dari sisi musikal, Arah Labuh tetap mempertahankan karakter MALIQ & D’Essentials melalui harmoni vokal yang kaya, permainan instrumen dinamis, serta aransemen yang mengalir dengan nuansa hangat dan optimistis.
Album ke-10 Hadirkan Kolaborasi Lintas Generasi
Album terbaru MALIQ & D’Essentials menjadi salah satu proyek yang dinantikan menjelang perayaan seperempat abad perjalanan mereka di industri musik Indonesia.
Album tersebut juga direncanakan menghadirkan kolaborasi dengan sejumlah musisi dari generasi berbeda, termasuk Bilal Indrajaya, Perunggu, dan Rhoma Irama.
Pertemuan karakter musikal yang berbeda membuka peluang bagi MALIQ & D’Essentials untuk mengeksplorasi pendekatan baru tanpa meninggalkan identitas yang telah melekat pada grup tersebut.
Kolaborasi lintas generasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa perjalanan musik tidak harus berhenti pada satu formula. Pengalaman, inspirasi, dan perspektif baru dapat menjadi bahan untuk melahirkan karya berikutnya.
Menuju Seperempat Abad, Bukan Sekadar Bernostalgia
Perjalanan menuju usia 25 tahun menjadi momentum bagi MALIQ & D’Essentials untuk melihat kembali proses kreatif sekaligus membuka ruang bagi eksplorasi berikutnya.
Kehadiran Arah Labuh menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mengandalkan nostalgia atas perjalanan panjang, tetapi juga menyiapkan materi baru untuk menjangkau pendengar lintas generasi.
Bagi penggemar, single ini menjadi gambaran awal mengenai arah musikal yang akan dibawa dalam album mendatang. Sementara bagi industri musik Indonesia, konsistensi MALIQ & D’Essentials menjadi contoh bagaimana sebuah grup dapat terus berkembang melalui eksperimen dan kolaborasi.
Pada akhirnya, Arah Labuh membawa satu pesan sederhana: seseorang tidak harus mengetahui seluruh jawaban untuk berani melangkah. Terkadang, perjalanan justru menjadi cara untuk menemukan tujuan yang selama ini dicari.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
4 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login