Connect with us

Koordinator Pakandatto Kota Makassar Tinjau Drainase Di 2 Titik.

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Muhammad Akil Djamaluddin Bersama Plt Camat Dan Ibu Lurah Lariangbangi Kec.Makaasar Menijau Pembersihan Drainase Yang Ada Di Jl.Gunung Bawakaraeng Perbatasan Kelurahan Lariangbangi Dan Kelurahan Pisang Utara Kec.Ujung Pandang,Senin 15 Mei 2023

 

Setelah Kami Kordinasi Dengan Ibu Kadis PU Kota Makassar Dan Hari Ini Juga Siap Ditindak Lanjuti Melalui Kepala Bidang Dan Hari Ini Kita Akan Turunkan Alatnya Untuk Dranaise Di Jl.Gunung Bawakaraeng.

Titik Ke 2 Kami Bersama Dengan Pak Kabid Dari Dinas PU Dan Ibu Camat Wajo Didampingi Oleh Lurah Melayu Memantau Pengerukan Drainase Di Jl.Muhammadiya Kel.Melayu Kecamatan Wajo.

”Saya Sebagai Koordinator Pakandatto Kota Makassar Bersyukur Dan Menyampaikan Terima kasih Kepada Ibu Kadis PU Dan Ibu Camat Wajo Karena 2 Wanita Hebat Yang Dipilih Pak Walikota Makassar Adalah Wanita Tanggu Dan Wanita Pekerja Yang Setiap Saat Turun Kelokasi Menbantu Keluhan Masyarakat.

Muhammad Akil Djamaluddin Menyampaikan Kepada Warga Masyarakat Untuk Menjaga Kebersihan Di Wilayah Dan Jaga Kebersihan Serta Janganki Menbuang Sampah Di Selokan Atau Drainas.Makassar Bersih Ada Ditangan Masyarakat Dengan Tidak Membuang  Sampah Sembarangan,Tegas Koordinator Pakandatto Kota Makassar.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

Continue Reading

Trending