Connect with us

Nasdem Yakin Mempertahankan Kursi Ketua DPRD Makassar

Published

on

Kitasulsel, Makassar – Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Makassar yakni mampu mempertahankan kursi Ketua DPRD Kota Makassar atau tetap menjadi pemenang pemilu legislatif di tingkat Kota Makassar pada pemilu serentak tahun 2024.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Fraksi Nasdem DPRD Makassar yang juga Sekretaris Nasdem Makassar, Ari Ashari Ilham.

Dari informasi yang beredar, Selasa (7/2/2023), pria kelahiran Makassar 25 September 1985 ini, menegaskan bahwa Partai Nasdem Makassar akan tetap mempertahankan kemenangan pada Pileg mendatang.

Apalagi, sebelum musim politik, Nasdem telah lama melakukan kerja-kerja sosial.

Sebelumnya, Sekretaris PPP Makassar, Rahmat Taqwa Quraisy (RTQ) mengatakan partainya berambisi menggeser Partai Nasdem dari kursi Ketua DPRD Makassar pada Pileg 2024.

Tak tanggung-tanggung, PPP Makassar pun menargetkan akan meraih 7 kursi pada Pileg 2024.

Rahmat Taqwa Quraisy sangat yakin jika PPP akan merebut kursi DPRD Makassar, sebab dalam dua periode terakhir PPP berhasil meraih lima kursi.

“Saya rasa PPP juga tidak bisa dikesampingkan mengingat usia dan kemudian sudah dua periode ini mengisi satu fraksi lima kursi,” ujarnya.

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending