Connect with us

Gubernur Andi Sudirman Paparkan Potensi SDA Sulsel kepada Perusahaan Pribumi Australia

Published

on

Kitasulsel—Australia—Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman memaparkan sejumlah potensi sumber daya alam yang dimiliki Sulawesi Selatan di Australia.

Hal itu disampaikan saat melakukan pertemuan dengan pihak I2I Development Global di Melbourne, Australia, Senin 13 Maret 2023.

I2I Development Global adalah sebuah organisasi bisnis global yang dimiliki penduduk asli (Aborigin).

Dihadapan Gubernur Sulsel, Pihak I2I Development Global menyampaikan, peluang untuk berinvestasi di Sulsel. I2I Development Global secara khusus tertarik untuk meningkatkan kapasitas layanan kesehatan Pemerintah Daerah.

“Kami menyambut baik rencana investasi tersebut. Kita sangat terbuka untuk peluang investasi di Sulawesi Selatan,” kata Gubernur Sulsel.

Lebih lanjut, “Kami hanya berharap, para investor tidak menimbulkan kerusakan lingkungan, serta dapat memberi pemanfaatan tenaga dan sumber daya lokal yang tinggi (Local Content),” jelasnya.

Gubernur termuda di Indonesia ini, menyebutkan, bahwa Sulawesi Selatan merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat banyak dan variatif. “Diantaranya sektor pariwisata, energi, pertanian, perikanan, peternakan, dan sebagainya,” sebutnya.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Andi Sudirman didampingi oleh Bupati Maros, Bupati Jeneponto, Bupati Bantaeng, Pj Bupati Takalar, Bupati Bulukumba, dan Bupati Wajo.

Kunjungan kerja ini, merupakan balasan dan follow-up kunjungam Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese MP tahun lalu.

“Sejumlah agenda kami lakukan di Australia. Diantaranya memperkuat kerjasama yang terjalin antara Sulsel dengan Australia,” pungkasnya. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

OJK Bantah Isu Bank Asing Ramai-Ramai Tarik Dana dari Indonesia

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membantah kabar yang menyebut bank-bank besar asing ramai-ramai menarik dana dari Indonesia. OJK menilai informasi tersebut berlebihan dan tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa pengiriman dana oleh bank asing ke kantor pusat merupakan praktik bisnis yang lazim, terutama dalam bentuk distribusi keuntungan hasil investasi.

“Enggak benar itu sebetulnya, itu sebenarnya terlalu berlebihan. Kalau orang investasi di Indonesia, dia mengirimkan ke sana itu keuntungannya, ya itu sesuatu yang wajar dilakukan,” ujar Dian kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Menurut Dian, setiap investor memiliki hak untuk memindahkan atau mengirimkan keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usahanya di Indonesia ke negara asal. Praktik tersebut merupakan bagian dari mekanisme investasi yang berlaku secara umum.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa seluruh proses pengiriman dana ke luar negeri tetap harus mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

“Yang tidak boleh itu kalau dia melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum, melakukan transaksi yang tidak benar untuk mengirimkan ke luar. Kapan dilakukan, tahapannya seperti apa itu sudah diatur atas persetujuan kita. Jadi enggak ada sesuatu yang aneh,” jelasnya.

Dian menambahkan, praktik repatriasi laba oleh bank asing bukanlah fenomena baru. Menurutnya, bank-bank asing yang telah lama beroperasi di Indonesia juga telah melakukan hal serupa selama bertahun-tahun sebagai bagian dari aktivitas bisnis yang normal.

“Itu sebenarnya sesuatu yang normal dari dulu. Mereka investasi di Indonesia sejak puluhan tahun lalu dan itu merupakan praktik yang biasa,” katanya.

Sebelumnya, tiga bank asing besar yang beroperasi di Indonesia, yakni Citigroup, Standard Chartered, dan HSBC, dilaporkan mengirimkan dana sekitar Rp11,5 triliun atau setara USD637,96 juta kepada perusahaan induknya sepanjang periode 2024–2025.

Berdasarkan analisis laporan keuangan yang dikutip dari Japan News, nilai dana yang direpatriasi tersebut bahkan sedikit lebih besar dibandingkan total laba yang dibukukan ketiga bank tersebut selama periode yang sama.

Standard Chartered disebut menjadi bank dengan nilai repatriasi terbesar dibandingkan laba tahunannya, memanfaatkan akumulasi laba dari tahun-tahun sebelumnya. Sementara Citigroup dilaporkan mengirimkan hampir seluruh laba gabungannya selama 2024–2025 ke perusahaan induk, sedangkan HSBC merepatriasi hampir Rp3 triliun meski laba bersih yang diperoleh pada tahun sebelumnya berada di bawah angka tersebut.

Meski demikian, OJK menegaskan bahwa pengiriman keuntungan kepada perusahaan induk merupakan praktik yang sah selama dilakukan sesuai regulasi dan tidak berkaitan dengan pelanggaran hukum maupun transaksi ilegal. OJK juga memastikan pengawasan terhadap arus dana lintas negara tetap dilakukan secara ketat guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Continue Reading

Trending