Connect with us

Kapolres Sidrap Launching Kartu Tanda Anggota Dalam Bentuk Brizzi Bri

Published

on

Kitasulsel,Sidrap — Kapolres Sidrap AKBP Erwin Syah, S.I.K Launching Kartu Tanda Anggota (KTA) Digital yang di modifikasi dalam bentuk Kartu Brizzi BRI di Ruangan Vicon Mapolres Sidrap. Jumat (19/03/2023)

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Sidrap menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pimpinan cabang BRI yang telah melaksanakan kolaborasi dan sinergitas karena telah melaksanakan Program ini.

“Launching Kartu Tanda Anggota Brizzi yang dikeluarkan Bank Bri ini sebagai bentuk inovasi di tengah era digital yang semakin maju dan kompetitif”, Ujar Kapolres Sidrap.

Kapolres Sidrap lebih lanjut menyampikan bahwa, KTA Brizzi ini di luncurkan untuk mempermudah personel melakukan pembayaran elektronik di beberapa alat transaksi misalnya pembayaran akses tol, minimarket dan merchant.

Sementara, Pimpinan Cabang BRI Sidrap Zakariah mengucapkan terima kasih atas jalinan kerja sama selama ini antara Polres Sidrap dengan Bank BRI Cabang Sidrap.

“Kami dari Bank BRI berterima kasih telah diberikan kesempatan untuk bekerjasama dalam peluncuran Kartu Tanda Anggota Polres Sidrap menggunakan BRI BRIZZI. Yang nantinya KTA dapat digunakan untuk berbagai macam pembayaran non tunai atau cashless,” Terangnya.(win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending