Connect with us

Pemkot Makassar

Pjs Wali Kota Makassar Arwin Azis Hadiri Puncak Peringatan HUT Kabupaten Gowa ke-704

Published

on

Kitasulsel–GOWA Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis menghadiri Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-704 Kabupaten Gowa yang meriah di Taman Sultan Hasanuddin, Somba Opu, Minggu (17/11).

Andi Arwin Azis mengucapkan selamat kepada Kabupaten Gowa sekaligus mengapresiasi kemajuan kabupaten berjuluk Gowa Bersejarah itu di bawah kepemimpinan Bupati Adnan Purichta Ichsan dan Wakil Bupati Abdul Rauf Malaganni Kr. Kio.

“Selamat ulang tahun Gowa yang ke- 704 tahun, 10 tahun terakhir bisa kita lihat kemajuan Gowa, itu berkat kepemimpinan Pak Adnan dan Kr. Kio,” katanya.

Dia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Gowa juga telah memberikan kontribusi besar sebagai ‘tetangga’ Kota Makassar.

BACA JUGA  Sekda Zulkifly Ikut Rakor Bersama Kemendagri: Dorong Kolaborasi Jaga IPH dan Dukung Program 3 Juta Rumah

Andi Arwin Azis juga mengutarakan harapannya agar Kabupaten Gowa terus mempertahankan semangat inovasi dan keberlanjutan.

“Saya berharap semangat ini terus berjalan, tidak hanya untuk kepentingan saat ini tetapi juga demi generasi masa depan,” katanya.

Kegiatan ini dihadiri pula Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, Pj. Gubernur Sulsel, Prof. Zudan Arif Fakrulloh serta sejumlah Bupati, Pjs. Bupati dan Pjs. Wali Kota se-Sulsel. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Makassar Raih Pengakuan Internasional, Program RISE Antar Kota Daeng Terima WRI Ross Center Prize for Cities 2025–2026

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menorehkan prestasi di tingkat global. Pemerintah Kota Makassar secara resmi menerima penghargaan bergengsi WRI Ross Center Prize for Cities 2025–2026 atas keberhasilan Program Revitalising Informal Settlements and their Environments (RISE) dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, sanitasi, dan kesehatan masyarakat.

Pengakuan internasional tersebut terungkap dalam rangkaian Mayor’s Exclusive Roundtable Meeting yang diselenggarakan Pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin dan Monash University Australia di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (22/6/2026).

Direktur RISE, Profesor Diego Ramírez-Lovering, menyampaikan bahwa keberhasilan Makassar tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan, tetapi juga dari kuatnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, mitra pembangunan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan tangguh.

BACA JUGA  Kuota Iuran Sampah Gratis Bagi Warga Manggala Bertambah, Ketua DPRD Makassar: Tepat dan Berkeadilan

“Makassar telah membuktikan bahwa kemitraan masyarakat, inovasi teknis, dan komitmen pemerintah dapat bersinergi untuk memperbaiki kondisi masyarakat dan menciptakan tempat tinggal yang lebih sehat,” ujarnya.

Menurut Diego, Kota Makassar telah menunjukkan kepemimpinan nyata dalam pengembangan kawasan permukiman berbasis masyarakat dan menjadi contoh bagi berbagai kota di dunia dalam menghadapi tantangan sanitasi, kesehatan, serta perubahan iklim.

“Tantangan dan tugas berikutnya adalah memperluas implementasi pendekatan RISE ke lebih banyak kawasan permukiman sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai seremoni perayaan atas penghargaan global yang diraih Program RISE.

Sebelumnya, Program RISE berhasil menembus lima besar finalis dunia dalam ajang WRI Ross Center Prize for Cities yang berlangsung di New York beberapa bulan lalu. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan internasional terhadap keberhasilan program yang telah dijalankan hampir satu dekade di Kota Makassar.

BACA JUGA  Sekda Zulkifly Ikut Rakor Bersama Kemendagri: Dorong Kolaborasi Jaga IPH dan Dukung Program 3 Juta Rumah

“Penghargaan ini merupakan pengakuan dunia atas upaya yang telah dilakukan dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, sanitasi, dan kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis komunitas,” ujar Munafri.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Makassar tidak dapat menghadiri langsung seremoni penghargaan di New York. Karena itu, penerimaan penghargaan diwakili oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York bersama tim Monash University.

“Penghargaan tersebut kemudian dibawa ke Makassar untuk diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Kota Makassar melalui kegiatan ini,” jelasnya.

Munafri menegaskan, penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, termasuk dukungan Pemerintah Australia, yang telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Makassar.

Ke depan, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen melanjutkan sekaligus mereplikasi Program RISE ke wilayah-wilayah lain yang masih membutuhkan peningkatan kualitas sanitasi dan lingkungan permukiman.

BACA JUGA  Appi–Aliyah Serahkan Bantuan untuk Keluarga Sarina Wati dan Budi Haryadi, Korban Kebakaran DPRD

“Penghargaan ini kita dapat bukan karena kita menginginkan penghargaan ini. Tapi kita mendapatkan penghargaan ini karena kita bekerja dengan sungguh-sungguh memastikan program ini memberikan dampak secara langsung dan nyata di tengah-tengah masyarakat,” tegas Munafri.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah, khususnya Bappeda sebagai leading sector, untuk menyiapkan langkah strategis dalam pengembangan program ke depan.

Menurutnya, masih banyak kawasan yang membutuhkan perbaikan sistem sanitasi dan lingkungan sehat. Karena itu, keberhasilan Program RISE harus diduplikasi agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.

“Program ini harus diduplikat dan dimulai dari Pemerintah Kota Makassar untuk memberikan penganggaran yang maksimal demi terlaksananya kelanjutan Program RISE di kota ini,” tutup Munafri.

Continue Reading

Trending