Connect with us

NEWS

Jusuf Kalla: Perang Sebabkan Ekonomi Dunia Menurun

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla alias JK menegaskan, sejumlah peristiwa perang memicu terjadinya penurunan ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Bagi JK, hal itu tentu menjadi tantangan nyata bagi mahasiswa yang baru saja sarjana.

JK menyebutkan sejumlah negara yang saat ini berperang, seperti antara Rusia-Ukraina, Israel-Gaza, India-Pakistan beberapa bulan lalu dan terkini antara Israel-Iran.

“Dunia saat ini penuh dengan gejolak dan juga di negeri kita (Indonesia). Suatu masa depan yang tidak mudah dengan akibat terjadinya peperangan,” kata JK saat menyampaikan orasi ilmiah dihadapan ribuan wisudawan Universitas Nasional (Unas) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Minggu, 15 Juni 2025.

BACA JUGA  Kapolda Sulsel Menerima Penghargaan “KPK Award” 2024 Atas Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi

JK menambahkan, peperangan memicu dunia menjadi krisis. Sebagai bagian kehidupan dunia ini, Indonesia, kata JK, tentu saja ikut mengalami krisis. Bahkan selain masalah luar negeri, Indonesia juga menghadapi masalah-masalah dalam negeri.

“Di dalam negeri, harga akibat perang ini maka produk kita semua mengalami penurunan seperti mineral, batubara, nickel dan tembaga. Semua mengalami penurunan,” sebutnya.

Penurunan harga itu membuat masalah besar bagi Indonesia. Karena otomatis berdampak pada penerimaan negara dalam bentuk pajak.

“Apa akibat semua itu, kalau negara kekurangan penerimaan pajak maka pemerintah melakukan efisiensi. Efisiensi pada dasarnya adalah mengurangi pembangunan, infrastruktur dan sebagainya,” papar JK lagi.

Faktor kedua, kata JK, Indonesia makin berat karena dampak hutang dari pemerintahan sebelumnya. Pasalnya saat perdagangan menurun, penerimaan pajak menurun, pembangunan menurun, juga membuat kesempatan bekerja menurun.

BACA JUGA  Kakanwil Kemenhaj Sulsel: Pemberangkatan 1.000 Jamaah Umrah dalam Dua Pekan adalah Sejarah

“Banyak perusahaan terpaksa mengurangi kegiatannya. Seperti hotel, kuliner, ekspor, produktifitas pabrik tekstil dan semua begitu,” ungkapnya.

“Dengan kondisi tersebut kemampuan negara untuk membayar ikut berkurang,” imbuh Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia 1999–2000 ini.

Lebih jauh JK juga menyentil kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurut JK, kebijakan tersebut tidak hanya melawan dunia tapi juga menyebabkan perlawanan dari Amerika sendiri.

“Karena kebijakan ekonominya yang tidak punya dasar ekonomi sama sekali, tapi selalu didasari politik,” tutup JK.(*)

Continue Reading
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

361 CJH Sidrap Tahap II Bersiap ke Tanah Suci, Bunyamin Yapid Tekankan Kunci Sukses Ibadah Haji

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Sebanyak 361 Calon Jamaah Haji (CJH) reguler tahap II Kabupaten Sidrap yang tergabung dalam Kloter 40 kini memasuki fase akhir persiapan menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Dengan jadwal keberangkatan pada 19 Mei 2026, para jamaah mendapatkan pembekalan intensif melalui kegiatan manasik haji yang digelar di aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Sidrap, Senin (4/5/2026).

Dalam suasana penuh kekhusyukan, praktisi haji H. Bunyamin Yapid, Lc., MH hadir memberikan bimbingan langsung kepada para jamaah. Ia menguraikan secara mendalam setiap tahapan ibadah haji, mulai dari persiapan niat, pelaksanaan ihram, hingga puncak ibadah wukuf di Arafah yang menjadi inti dari rangkaian haji.

BACA JUGA  Kajian Diserahkan ke Kemendagri dan DPR, Usulan Luwu Raya Resmi Masuk Meja Pusat

Menurut Bunyamin, keberhasilan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fisik, tetapi juga oleh kematangan mental dan pemahaman ilmu manasik yang baik. Ia menegaskan bahwa jamaah harus benar-benar memahami setiap rukun dan wajib haji agar pelaksanaan ibadah berjalan sesuai tuntunan syariat.

“Jamaah harus memahami setiap tahapan ibadah secara utuh. Mulai dari niat, ihram, hingga wukuf di Arafah. Kesiapan bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan ilmu. Di situlah kunci kesuksesan haji,” tegasnya di hadapan ratusan peserta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bimbingan Manasik Haji Reguler Musim Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi yang menjadi agenda wajib bagi seluruh calon jamaah sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Melalui manasik ini, jamaah diharapkan memiliki gambaran utuh terkait pelaksanaan ibadah, termasuk kondisi lapangan di Mekkah, Madinah, serta titik-titik penting dalam perjalanan haji.

BACA JUGA  Anggota DPR-RI Rudianto Lallo Kembali ke Kampung Halaman, Menanam Padi di Sawah Lakkang sebagai Anak Rakyat

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Sidrap, Shairin, menyampaikan bahwa Kloter 40 merupakan bagian dari pemberangkatan tahap kedua CJH Sidrap tahun ini. Ia memastikan seluruh jamaah telah melalui tahapan administrasi, kesehatan, dan pembinaan secara menyeluruh.

“Jumlah jamaah dalam Kloter 40 sebanyak 361 orang dan dijadwalkan berangkat pada 19 Mei 2026. Seluruh proses persiapan terus dimatangkan agar jamaah siap lahir dan batin,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya, CJH Sidrap yang tergabung dalam kloter awal telah lebih dulu diberangkatkan pada 20 April 2026. Dengan demikian, Kloter 40 menjadi rombongan lanjutan yang akan menyusul ke Tanah Suci.

Dengan pembekalan yang komprehensif dan dukungan penuh dari pemerintah, para calon jamaah diharapkan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar, penuh kekhusyukan, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

BACA JUGA  Wakil Ketua DPRD Sulsel Sorot Pertamina di RDP: 120 Pertashop Mangkrak, Hanya 7 Beroperasi, Jangan Rakyat Dibebani!
Continue Reading

Trending