Connect with us

Luwu Timur

Crash Saat Kualifikasi, Bupati Irwan dan Istri Jenguk Badly di RSUD NTB

Published

on

Kitasulsel–MATARAM Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam bersama Ketua TP PKK Luwu Timur, dr. Ani Nurbani menjenguk langsung Badly Ayatullah (16), pembalap muda asal Luwu Timur yang menjalani perawatan setelah insiden saat Qualifying Time Trial (QTT)/kualifikasi penentuan posisi start, di RSUD Provinsi NTB, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (04/10/2025).

Kehadiran langsung Bupati Irwan beserta istri merupakan wujud dukungan penuh kepada Badly Ayatullah. Menurutnya, Badly tetap menjadi kebanggaan yang telah mengharumkan nama daerah dan Indonesia dengan segudang prestasinya di kancah internasional.

“Kami di rumah sakit ini menjenguk ananda. Mudah-mudahan Badly lekas membaik dan akan bertarung kembali di Malaysia mengharumkan nama Luwu Timur dan juga Indonesia” Ujar Bupati Ibas, sapaan akrabnya

BACA JUGA  Bupati Lutim Tinjau Pasar Tomoni, Pastikan Progres Renovasi Capai 85 Persen

Kedatangan Bupati Lutim beserta istri mendapatkan sambutan hangat dari ayah Badly.

“Alhamdulillah terharu dan bahagia atas kedatangan Bupati Ibas dan istri. Semoga kehadiran beliau semakin menambah semangat Badly agar lekas membaik, kembali berjuang di seri berikutnya, dan mengharumkan nama Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dan Indonesia di kancah balapan dunia” jelas Memet, sapaan akrab ayah Badly saat dikonfirmasi via panggilan Whatsapp

Bupati Irwan beserta dr. Ani Nurbani hadir langsung di Mandalika untuk menyaksikan dan memberikan dukungan penuh kepada Badly Ayatullah pada Race Seri 5 Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) di Pertamina Mandalika Internasional Circuit pada 04-05 Oktober 2025.

Sayangnya, Badly Ayatullah tidak dapat melanjutkan racenya kali ini di rumah sendiri karena tak mendapat lampu hijau dari tim medis akibat kecelakaan yang ia alami. Padahal, dalam kualifikasi ia mendapatkan posisi cukup bagus, start di urutan kelima.

BACA JUGA  Hadiri Sertijab Camat Mangkutana, Bupati : Camat Adalah Pelayan Masyarakat

Sebelumnya, Badly terjatuh dan pingsan akibat benturan di kepala pada lap ke 5 kualifikasi penentuan posisi start hingga harus di larikan ke rumah sakit.

Dilansir dari Kompas, saat ini Badly berada di posisi kelima dengan 94 point. Ia akan kembali bertarung di race berikutnya pada 24-26 Oktober 2025 pada IATC 2025 seri 6 yang akan di gelar di Sepang, Malaysia. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Batara Guru Run 2025 Meriahkan Pagi Luwu Timur, Ratusan Pelari Rayakan Sehat dan Harmoni Budaya

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Dorong Tata Kelola Koperasi yang Akuntabel, Pemkab Lutim Gelar Sosialisasi Percepatan Pengembangan KDKMP

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Lakukan Sidak ke Kantor Bapperida, Tekankan Disiplin dan Kebersihan Lingkungan Kerja

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending