Connect with us

Luwu Timur

Bupati Luwu Timur Lakukan Sidak ke Kantor Bapperida, Tekankan Disiplin dan Kebersihan Lingkungan Kerja

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, melakukan kunjungan mendadak (sidak) ke Kantor Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida), Kamis (6/11/2025). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan kerja, kedisiplinan pegawai, serta kualitas pelayanan internal berjalan optimal.

Sidak berlangsung sejak pagi hari. Setibanya di kantor Bapperida, Bupati langsung berkeliling meninjau sejumlah ruang kerja di berbagai bidang. Ia memperhatikan secara detail kerapian ruangan, kebersihan area kerja, hingga kehadiran pegawai.

Bupati Soroti Kebersihan Kantor: “Lingkungan Rapi, Kinerja Pasti Lebih Baik”

Dalam kunjungannya, Bupati Irwan memberikan sejumlah masukan penting. Ia menilai bahwa suasana kantor yang nyaman, bersih, dan tertata tidak hanya mencerminkan profesionalitas, tetapi juga memengaruhi semangat serta produktivitas pegawai.

BACA JUGA  Bupati Irwan Launching Program Pandu Juara, Tekankan Kemandirian Desa

“Kantor yang bersih akan membuat kita lebih nyaman bekerja dan berpikir jernih. Dari lingkungan kerja yang baik, ide-ide cemerlang untuk kemajuan daerah bisa lahir,” ujar Irwan di hadapan para pegawai.

Bupati menekankan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh aparatur. Menurutnya, rasa memiliki terhadap lingkungan kerja harus ditanamkan oleh setiap pegawai agar tercipta suasana yang kondusif.

“Kita semua harus punya rasa memiliki terhadap kantor ini. Kalau datang pagi, sempatkan bersih-bersih di ruangan masing-masing. Suasana yang nyaman pasti membuat kinerja lebih baik,” tegasnya.

Instruksi Pengawasan Rutin

Selain memberi arahan langsung kepada pegawai, Bupati Irwan juga menyampaikan instruksi khusus kepada Sekretaris Bapperida untuk melakukan pengawasan rutin terkait kebersihan dan kerapian kantor.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Gelar Audiensi dengan Kementerian PUPR, Bahas Percepatan Penataan Pesisir Danau Matano

Ia menegaskan bahwa alasan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja.

“Jangan selalu beranggapan anggaran tidak ada. Yang penting lingkungan kerja tetap bersih, rapi, dan nyaman, terutama ketika ada tamu yang datang,” ucapnya.

Sidak sebagai Upaya Meningkatkan Kinerja Birokrasi

Kunjungan mendadak ini merupakan bagian dari komitmen Bupati dalam memastikan disiplin aparatur pemerintah berjalan baik di seluruh OPD. Sidak ini juga menjadi pengingat bahwa pelayanan publik dan kualitas perencanaan daerah dimulai dari lingkungan kerja yang tertib dan profesional.

Bupati Irwan berharap, suasana kantor yang bersih dan tertata dapat menjadi budaya kerja di seluruh perangkat daerah di Kabupaten Luwu Timur. Dengan demikian, proses perencanaan, koordinasi, hingga pelayanan administrasi dapat berlangsung lebih efektif dan berorientasi pada hasil yang optimal bagi masyarakat.

BACA JUGA  Sambut Hari Bhayangkara, Polsek Malili dan Komunitas Bersih-bersih Masjid Gelar “Bakti Religi”

Kunjungan tersebut ditutup dengan dialog singkat antara Bupati dan beberapa pegawai yang hadir, di mana ia kembali menekankan pentingnya disiplin, kebersihan, dan rasa tanggung jawab bersama dalam menciptakan suasana kerja yang produktif.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Bandung Jadi Tujuan Ketiga, Luwu Timur Pelajari Cara Membakar Sampah Tanpa Polusi

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Fasilitasi Dialog Terbuka, PT Vale Siap Tanggung Jawab Dampak Kebocoran Pipa

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Wabup Luwu Timur Tutup Turnamen Sepak Bola Juddin Cup I di Desa Jalajja

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending