Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Adipura Tanpa Pemenang”: Luwu Timur dalam Arus Perubahan Besar Tata Kelola Sampah Nasional

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR — Hasil penilaian Penghargaan Adipura 2025 yang diumumkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia pada 25 Februari 2026 menjadi penanda babak baru dalam tata kelola kebersihan nasional. Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern penilaian Adipura, tidak satu pun dari 514 kabupaten/kota di Indonesia berhasil meraih penghargaan, baik Adipura maupun Adipura Kencana.

Fakta ini sekaligus meredam polemik yang sempat berkembang di ruang publik, terutama terkait Kabupaten Luwu Timur yang menjadi sorotan karena tidak memperoleh piala Adipura tahun ini. Realitasnya, kondisi tersebut bukanlah kegagalan daerah semata, melainkan bagian dari perubahan besar dalam sistem penilaian yang kini jauh lebih ketat dan berbasis data riil.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur, Umar Dalle, menegaskan bahwa standar penilaian Adipura 2025 mengalami transformasi signifikan.

BACA JUGA  Pembagian Perlengkapan Sekolah Pemda Luwu Timur Trending di Sosmed, Warganet: “Kerja Nyata IBAS”

“Penilaian tahun ini memang jauh lebih ketat. Banyak indikator baru yang menuntut kesiapan sistem, bukan hanya tampilan fisik kota,” ujarnya.

Dalam skema baru tersebut, pemerintah daerah tidak lagi hanya dinilai dari kebersihan permukaan kota, tetapi dari keseluruhan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi. Mulai dari kebijakan dan alokasi anggaran, kualitas sumber daya manusia, hingga infrastruktur pengolahan sampah menjadi faktor utama.

Salah satu perubahan mendasar adalah kewajiban daerah mengalokasikan minimal 3 persen dari APBD untuk sektor persampahan, memiliki Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS), serta menghentikan praktik open dumping di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu, audit lapangan kini dilakukan secara langsung guna memastikan kesesuaian antara laporan administrasi dan kondisi faktual di lapangan.

BACA JUGA  Bupati Bombana Kagum dengan Program Bupati Luwu Timur

Tak hanya itu, pendekatan penilaian juga menuntut perubahan paradigma, seperti pengurangan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di kawasan permukiman serta penguatan sistem pengolahan sampah berbasis teknologi dan daur ulang.

Di sisi lain, firma konsultan independen Sirkularium Consulting melihat hasil Adipura 2025 sebagai momentum penting untuk melakukan “reset” terhadap sistem penilaian kota bersih di Indonesia.

Direktur Sirkularium, Dody Iswandi Maulidiawan, menyebut fenomena ini sebagai The Adipura Reset.

“Hasil ini adalah koreksi yang sangat diperlukan. Data yang jujur jauh lebih penting daripada penghargaan yang lahir dari pencitraan,” tegasnya.

Pengetatan standar tersebut berdampak luas. Sejumlah kota besar yang sebelumnya langganan meraih Adipura kini turun status menjadi daerah dalam pembinaan. Namun demikian, pemerintah pusat mencatat sekitar 35 kota telah masuk dalam kategori “Menuju Kota Bersih”, sebagai kandidat yang dinilai siap beradaptasi dengan standar baru.

BACA JUGA  Pemkab Lutim Hadiri Rakor Sinkronisasi Transformasi Digital dan Satu Data Indonesia

Bagi Kabupaten Luwu Timur, hasil ini menjadi refleksi sekaligus pijakan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah ke depan. Pemerintah daerah kini dihadapkan pada tantangan untuk tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga membangun ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Lebih jauh, kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi nasional dalam mencapai target pengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2029.

Dengan demikian, tidak diraihnya Adipura oleh Luwu Timur pada 2025 bukanlah sekadar catatan minus, melainkan bagian dari transformasi besar menuju sistem lingkungan yang lebih transparan, terukur, dan berorientasi masa depan.

Continue Reading
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Babak Penyisihan Bupati Luwu Timur Cup I 2026 Berakhir, Delapan Tim Lolos ke Perempat Final

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR — Babak penyisihan grup Turnamen Sepak Bola Bupati Luwu Timur Cup I 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur resmi berakhir, Kamis (14/5/2026).

Laga penutup fase grup mempertemukan Gaswo Wotu FC melawan Persema Mangkutana FC di Stadion H. Andi Hasan Opu To Hatta.

Dalam pertandingan tersebut, Gaswo Wotu FC tampil dominan dan sukses menaklukkan Persema Mangkutana FC dengan skor telak 3-0.

Kemenangan itu memastikan tim asuhan Opi Baso melaju ke babak perempat final dengan poin sempurna, yakni enam poin dari dua pertandingan.

Sementara itu, Persema Mangkutana FC tetap berhasil mengamankan tiket ke babak gugur sebagai runner up grup dengan koleksi tiga poin.

BACA JUGA  Pelayanan Publik Luwu Timur Makin Berkualitas, Kepuasan Masyarakat Tembus 89,93 Persen

Dengan berakhirnya seluruh pertandingan penyisihan grup, sebanyak delapan tim dipastikan lolos ke babak perempat final atau delapan besar. Babak gugur yang dimulai besok diprediksi akan menghadirkan pertandingan yang semakin ketat dan menarik.

Adapun delapan tim yang berhasil melaju ke perempat final yakni Pemkab Lutim FC, Malili United, Gasbur Burau FC, Persema Mangkutana FC, Nuha FC, Wasuponda FC, Gaswo Wotu FC, dan Tomoni FC.

Ketua Panitia Turnamen, Zulkifli, mengatakan seluruh rangkaian pertandingan babak penyisihan berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

“Alhamdulillah babak penyisihan telah selesai dengan aman dan lancar. Kami tentu berharap babak perempat final nanti berlangsung lebih seru dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Zulkifli.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Hadiri HUT ke-50 Gereja Kibaid Wawondula, Tegaskan Dukungan Pembangunan Rumah Ibadah

Berikut jadwal babak perempat final Turnamen Sepak Bola Bupati Luwu Timur Cup I Tahun 2026 yang akan kickoff mulai pukul 15.30 Wita di Stadion H. Andi Hasan Opu To Hatta Malili:

Jumat, 15 Mei 2026 : Pemkab Lutim FC vs Malili United

Sabtu, 16 Mei 2026 : Gasbur Burau FC vs Persema Mangkutana FC

Ahad, 17 Mei 2026 : Nuha FC vs Wasuponda FC

Senin, 18 Mei 2026 : Gaswo Wotu FC vs Tomoni FC.

Continue Reading

Trending