Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

TP PKK Luwu Timur Gelar Rapat Bulanan 2026, Fokus Tuntaskan ATS dan Penguatan Ekonomi Keluarga

Published

on

Kitasulsel–MALILI Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur menggelar rapat bulanan pengurus Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat koordinasi program kerja. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Malili, Selasa (7/4/2026).

Rapat dibuka oleh Ketua II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga, Herni Bahar, yang mewakili Ketua TP PKK Luwu Timur. Turut hadir Sekretaris PKK Kabupaten Luwu Timur, Asriani Safitra Ridwan, serta seluruh perwakilan PKK kecamatan se-Kabupaten Luwu Timur.

Dalam sambutannya, Herni Bahar menekankan pentingnya peran aktif seluruh pengurus PKK dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pendidikan dan peningkatan ekonomi keluarga. Ia juga mengajak kader untuk memperkuat koordinasi dan sinergi hingga ke tingkat desa dan dasawisma.

BACA JUGA  Pelayanan Publik Luwu Timur Makin Berkualitas, Kepuasan Masyarakat Tembus 89,93 Persen

Sementara itu, Ketua Pokja II TP PKK Kabupaten Luwu Timur, Amin Sri Muhammad, menyoroti masih tingginya jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayah tersebut.

“Pendataan ATS masih terbilang banyak. Untuk menuntaskan hal ini, kami meminta pendataan yang valid berdasarkan by name by address, termasuk alasan mereka tidak melanjutkan sekolah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kategori ATS mencakup anak yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal maupun nonformal, anak yang tidak melanjutkan sekolah, hingga anak yang putus sekolah.

Selain itu, Amin juga mengungkapkan masih adanya desa di Luwu Timur yang belum memiliki fasilitas TK PAUD, salah satunya Desa Batu Putih di Kecamatan Burau. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian bersama agar program nasional satu desa satu PAUD dapat segera terealisasi.

BACA JUGA  Safari Ramadan Perdana di Burau, Pemkab Luwu Timur Kukuhkan LPTQ dan Salurkan Bantuan Sosial

“Ini tentu membutuhkan intervensi dari pengurus kecamatan dan desa agar program satu PAUD satu desa bisa dituntaskan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga mendorong pembentukan Rumah DILAN (Pendidikan dan Keterampilan) di setiap kecamatan. Program ini diharapkan menjadi wadah pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan barang bekas menjadi produk bernilai ekonomis.

“Melalui Rumah DILAN, masyarakat dapat diberdayakan untuk mengolah barang-barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai tambah, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga,” jelasnya.

Rapat bulanan ini menjadi momentum penting bagi TP PKK Luwu Timur untuk memperkuat peran dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Teken Penetapan LP2B, Irwan Bachri Syam Tegaskan Komitmen Lindungi Lahan Pertanian

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menghadiri Rapat Koordinasi Finalisasi Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (9/7/2026).

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Republik Indonesia mengenai percepatan penetapan LP2B di seluruh kabupaten/kota. Pemerintah daerah didorong menetapkan sedikitnya 87 persen luas lahan baku sawah (LBS) sebagai LP2B untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dalam kegiatan itu, Bupati Irwan Bachri Syam bersama seluruh kepala daerah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan menandatangani Berita Acara Penetapan LP2B yang disaksikan langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN RI, Nusron Wahid, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, serta Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN.

Selain penandatanganan berita acara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyerahkan dokumen peta LP2B secara simbolis kepada Bupati Luwu Timur bersama perwakilan pemerintah kabupaten/kota lainnya sebagai bagian dari proses penetapan kawasan pertanian yang akan dilindungi secara berkelanjutan.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Lepas 84 Siswa UCMAS ke Olimpiade Aritmatika Nasional 2026 di Makassar

Usai kegiatan, Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menjaga keberlanjutan lahan pertanian produktif.

“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam percepatan penetapan LP2B. Langkah ini bukan hanya untuk melindungi lahan sawah, tetapi juga sebagai upaya menjaga masa depan pertanian dan menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat,” ujar Irwan.

Ia juga menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar segera menyusun langkah strategis dan memperkuat koordinasi dalam menjaga kawasan LP2B, sekaligus mendorong penambahan luas lahan yang dilindungi.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa penetapan LP2B merupakan langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan di tengah meningkatnya alih fungsi lahan pertanian.

BACA JUGA  Pelayanan Publik Luwu Timur Makin Berkualitas, Kepuasan Masyarakat Tembus 89,93 Persen

Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh pemangku kepentingan melalui penguatan regulasi, penataan ruang, serta perlindungan terhadap lahan pertanian produktif.

“Komitmen ini akan diperkuat melalui penandatanganan berita acara penetapan LP2B sebagai bentuk kepastian hukum dalam perlindungan lahan pertanian,” katanya.

Meski demikian, Andi Sudirman mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan dalam implementasi di lapangan. Oleh karena itu, pemerintah kabupaten/kota diminta mempercepat penyusunan regulasi daerah dan memperkuat sinergi lintas sektor agar target nasional dapat tercapai.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri ATR/Kepala BPN RI, Nusron Wahid, menegaskan bahwa percepatan penetapan LP2B merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk melindungi lahan sawah sekaligus memperkuat kedaulatan pangan Indonesia.

Menurut Nusron, pembangunan nasional membutuhkan ketersediaan tanah dan ruang, namun tetap harus menjaga keseimbangan ekosistem serta mengendalikan alih fungsi lahan pertanian.

BACA JUGA  Delapan ASN Luwu Timur Resmi Jadi Komcad Matra Darat usai Ikuti Latsarmil

“Hingga saat ini capaian nasional baru sekitar 57 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 87 persen pada 2029. Karena itu dibutuhkan sinergi pemerintah pusat dan daerah melalui integrasi LP2B ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Luwu Timur, Raksan, mengungkapkan bahwa capaian penetapan LP2B di Kabupaten Luwu Timur telah melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Luas LP2B Luwu Timur mencapai 21.682,18 hektare, sedangkan luas lahan baku sawah sebesar 23.603,49 hektare. Artinya, Luwu Timur sudah berada pada posisi aman dengan capaian 91,10 persen dari target yang diberikan Pemerintah Provinsi,” jelas Raksan.

Capaian tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian produktif sebagai fondasi ketahanan pangan daerah dan nasional, sekaligus mendukung target pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

Continue Reading

Trending