NEWS
Menag Nasaruddin Umar Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Warisan Budaya Buton di Tengah Arus Modernisasi
Kitasulsel–JAKARTA — Nasaruddin Umar menyampaikan pesan kuat tentang persaudaraan, sejarah Islam, hingga pentingnya menjaga identitas budaya saat menghadiri acara Halal Bihalal dan Silaturahmi Masyarakat Buton se-Jabodetabek di Graha Garda Dirgantara, Jumat (9/5/2026).
Dalam sambutannya, Menag membuka kembali catatan sejarah Islam di Nusantara dengan menegaskan bahwa Buton merupakan salah satu pusat peradaban Islam tertua di Indonesia yang memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di kawasan timur Nusantara.
Menurut Nasaruddin, keberadaan Kesultanan Buton selama berabad-abad menjadi bukti kuat bahwa wilayah tersebut memiliki tradisi keilmuan, kepemimpinan, dan nilai-nilai Islam yang terus hidup hingga saat ini.
“Masyarakat Buton memiliki perjalanan sejarah yang sangat panjang. Ini bukan sesuatu yang boleh kita lupakan, apalagi kita abaikan,” tegas Nasaruddin di hadapan ratusan peserta yang memadati gedung pertemuan.
Ia mengajak masyarakat Buton, khususnya generasi muda diaspora di kawasan Jabodetabek, agar tetap menjaga hubungan dengan akar sejarah dan budaya leluhur mereka.
Menurutnya, memahami sejarah Buton bukan hanya bentuk penghormatan kepada generasi terdahulu, tetapi juga menjadi bekal penting dalam membangun masa depan.
Halal Bihalal Bukan Sekadar Tradisi Idulfitri
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga meluruskan pemahaman masyarakat terkait makna halal bihalal yang selama ini kerap dianggap hanya sebagai tradisi tahunan selepas Idulfitri.
Ia menegaskan bahwa halal bihalal sejatinya memiliki makna yang lebih luas, yakni memperkuat kasih sayang dan ukhuwah persaudaraan tanpa dibatasi momentum tertentu.
“Halal bihalal jangan hanya dikaitkan dengan Idul Fitri. Sejatinya, halal bihalal erat kaitannya dengan kasih sayang. Ia bukan sekadar seremonial, tetapi spirit yang harus hidup sepanjang waktu,” ujarnya.
Menurut Menag, semangat halal bihalal harus menjadi perekat kebersamaan masyarakat Buton di perantauan, sekaligus menjadi ruang untuk saling memaafkan dan memperkuat solidaritas sosial.
Menag Ingatkan Bahaya Politik Pemecah Persaudaraan
Pesan lain yang menjadi perhatian dalam acara tersebut adalah peringatan Menag terhadap potensi perpecahan akibat kepentingan politik yang memanfaatkan sentimen suku, daerah, maupun agama.
Nasaruddin mengingatkan bahwa masyarakat Buton dikenal memiliki tradisi persaudaraan dan gotong royong yang kuat sehingga tidak boleh mudah diadu domba karena perbedaan pilihan politik.
“Jangan mudah terpecah belah oleh kepentingan politik. Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan itu merobek persaudaraan yang telah kita jaga selama berabad-abad,” pesannya.
Ia menilai nilai-nilai budaya Buton sejatinya sangat selaras dengan semangat Pancasila, terutama dalam hal persatuan, gotong royong, dan saling menguatkan antar sesama.
Generasi Muda Diminta Jaga Warisan Kesultanan Buton
Selain menyoroti pentingnya persatuan, Menag juga mengingatkan masyarakat diaspora Buton agar tetap menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi.
Menurutnya, budaya bukan hambatan untuk berkembang, melainkan fondasi yang membuat seseorang tetap kokoh menghadapi perubahan zaman.
“Jaga budaya asli Buton. Jangan biarkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur kita terkikis oleh pengaruh luar,” tegasnya.
Ia secara khusus meminta generasi muda Buton untuk aktif mempelajari dan melestarikan warisan Kesultanan Buton, baik melalui tradisi, kearifan lokal, maupun semangat keilmuan yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat Buton.
Acara halal bihalal yang mengusung tema “Mempererat Silaturahmi, Menjaga Warisan Kesultanan Buton” itu juga menjadi simbol kuat solidaritas diaspora Buton di Jabodetabek.
Panitia menyebut kegiatan tersebut berhasil menghimpun dana swadaya sebesar Rp180 juta yang seluruhnya berasal dari partisipasi masyarakat Buton tanpa bergantung pada bantuan pihak luar.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Penasehat Diaspora Buton Laode Makbudu, perwakilan anggota DPR RI, serta tokoh masyarakat Buton dari berbagai latar belakang.
Laporan kegiatan disampaikan Ketua Panitia Suhardin Sulaiman yang mengapresiasi dukungan seluruh masyarakat demi suksesnya acara tersebut.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login