NEWS
Menag Nasaruddin Umar: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak
Kitasulsel–JAKARTA Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pesantren harus terus menjadi ruang paling aman bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan hidup bermartabat. Karena itu, segala bentuk kekerasan fisik maupun seksual di lingkungan pendidikan Islam tidak boleh ditoleransi.
“Pesantren harus menjadi ruang paling aman bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan hidup bermartabat,” ujar Menag, Rabu (13/5/2026).
Hal tersebut disampaikan Nasaruddin Umar dalam kegiatan Strategi Komunikasi Pesantren Ramah Anak yang digelar Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di Jakarta.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Penasihat Menteri Agama Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu, Staf Khusus Menteri PPPA Zahrotun Nihayah, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Basnang Said, Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Arskal Salim, perwakilan pondok pesantren, Majelis Masyayikh, Majelis Ulama Indonesia, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama, akademisi, dan media.
Menurut Menag, persoalan kekerasan di lingkungan pendidikan Islam tidak dapat diselesaikan secara parsial atau hanya mengandalkan langkah jangka pendek. Ia menilai akar persoalan berkaitan erat dengan budaya relasi kuasa yang masih kuat di masyarakat.
“Persoalannya adalah bagaimana melakukan transformasi masyarakat dan berusaha mengeliminasi relasi kuasa. Ini adalah akar persoalan yang mendasar. Relasi kuasa dalam dunia pendidikan Islam harus diperkecil. Kita memerlukan sakralisasi nilai bahwa relasi kuasa yang timpang adalah sesuatu yang dilarang, baik secara agama, moral, maupun hukum negara,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa relasi kuasa yang timpang dapat membuka ruang penyalahgunaan apabila tidak disertai pengawasan dan standar yang jelas. Karena itu, Nasaruddin Umar mendorong penguatan tata tertib yang tidak hanya mengatur santri, tetapi juga pengelola pondok pesantren.
“Tata tertib jangan hanya mengatur santri, tetapi juga pengelola pondok. Relasi kuasa seperti ini harus dibatasi dengan aturan yang jelas,” ujarnya.
Menag kembali menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan amanat agama sekaligus amanat konstitusi yang harus dijaga bersama.
“Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan fisik maupun seksual di lingkungan pendidikan Islam,” katanya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penegasan standar dan tata kelola pesantren, termasuk terkait kapasitas pengelola dan figur kiai.
“Kita perlu mendefinisikan secara tegas apa itu pondok pesantren, apa itu kiai, dan apa saja persyaratannya. Jangan sampai orang yang tidak memiliki kapasitas justru menjadi kiai. Perlu ada ketegasan dan standar yang jelas,” jelasnya.
Nasaruddin Umar turut mengajak seluruh pihak membangun kolaborasi dalam memperkuat perlindungan anak di lingkungan pesantren sekaligus melakukan mitigasi krisis komunikasi secara bersama-sama.
“Banyak hal yang perlu kita evaluasi di lingkungan pondok pesantren. Karena itu, diperlukan kolaborasi dalam komunikasi dan mitigasi krisis agar persoalan ini dapat ditangani secara tuntas,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid menilai persoalan kekerasan di lingkungan pesantren tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan struktural dan formal. Menurutnya, perubahan mendasar harus menyentuh paradigma dan budaya relasi kuasa di masyarakat.
“Jika hanya reaktif dan mengandalkan quick fix, maka pembahasan kita berhenti pada pelaku ditangkap dan kasus dianggap selesai. Padahal, problem yang kita hadapi jauh lebih fundamental, yaitu berkaitan dengan perspektif dan budaya relasi kuasa itu sendiri,” ujar Alissa.
Ia menambahkan, transformasi budaya dan spiritual menjadi pekerjaan jangka panjang yang membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem pesantren serta dukungan lintas sektor.
NEWS
PT Annur Maarif Cabang Pinrang Gelar Silaturahmi dan Manasik Umrah, Dr. Bunyamin Tegaskan Komitmen Pelayanan Terbaik
KITASULSEL—PINRANG – PT Annur Maarif Cabang Pinrang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan terbaik kepada para calon tamu Allah melalui kegiatan Silaturahmi dan Manasik Umrah yang digelar di Kantor Cabang PT Annur Maarif Pinrang, belum lama ini.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Co-Founder PT Annur Maarif, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, Lc., M.H., yang memberikan pembekalan manasik sekaligus motivasi kepada para calon jemaah umrah dan jemaah haji plus PT Annur Maarif.
Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Selain mendapatkan materi teknis pelaksanaan ibadah umrah, para peserta juga diajak memperkuat niat, keikhlasan, serta mempersiapkan diri secara spiritual sebelum berangkat menuju Tanah Suci.
Dalam sambutannya, Dr. Bunyamin menegaskan bahwa pelayanan kepada jemaah merupakan amanah besar yang terus dijaga oleh seluruh keluarga besar PT Annur Maarif.
“Semoga kami bisa terus memberikan pelayanan terbaik untuk kita semua,” ujar Dr. H. Bunyamin M. Yapid.
Menurutnya, kualitas pelayanan bukan hanya diukur dari fasilitas perjalanan, tetapi juga melalui pembinaan yang berkesinambungan, pendampingan yang profesional, serta terjalinnya hubungan kekeluargaan antara perusahaan dan para jemaah.
Silaturahmi yang dirangkaikan dengan manasik ini juga menjadi wadah bagi para calon jemaah untuk berdiskusi langsung dengan narasumber dan manajemen PT Annur Maarif mengenai berbagai persiapan ibadah, sehingga mereka dapat berangkat dengan bekal ilmu, ketenangan, dan keyakinan yang lebih matang.
Pada kesempatan tersebut, pihak PT Annur Maarif juga menyampaikan bahwa kegiatan Road Show Silaturahmi dan Manasik Umrah akan terus dilaksanakan secara bergilir di berbagai daerah melalui kantor-kantor cabang PT Annur Maarif di seluruh Indonesia.
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mempererat silaturahmi dengan para jemaah sekaligus memastikan setiap calon tamu Allah memperoleh pembinaan yang maksimal sebelum keberangkatan.
Dengan mengedepankan prinsip pelayanan yang amanah, profesional, dan penuh kekeluargaan, PT Annur Maarif optimistis dapat terus menjadi salah satu penyelenggara perjalanan ibadah umrah dan haji plus yang dipercaya masyarakat Indonesia.
“Silaturahmi bukan sekadar pertemuan, tetapi menjadi awal dari pelayanan terbaik yang akan terus kami berikan kepada seluruh jemaah PT Annur Maarif di mana pun berada,” tutup Dr. Bunyamin.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login