Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Sekda Luwu Timur Buka Sosialisasi Kependudukan, Data SUPAS 2025 Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR – Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade, membuka kegiatan Sosialisasi Kependudukan yang digelar sebagai langkah antisipatif dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data. Kegiatan berlangsung di Hotel I Lagaligo, Malili, Rabu (24/6/2026).

Sosialisasi yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Luwu Timur tersebut mengangkat tema “Situasi Kependudukan di Sulawesi Selatan (Luwu Timur) Menurut SUPAS (Survei Penduduk Antar Sensus) Tahun 2025”.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Fatmawati, Kepala DP2KB Luwu Timur, Amrullah Rasyid, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Luwu Timur, Abdullah Pannu, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Bagian Hukum Setdakab Luwu Timur, serta para camat se-Kabupaten Luwu Timur.

Data Kependudukan Jadi Fondasi Pembangunan

Dalam sambutannya, Sekda Luwu Timur, Ramadhan Pirade, menegaskan bahwa data kependudukan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah yang efektif, terukur, dan tepat sasaran.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Hadiri HUT ke-50 Gereja Kibaid Wawondula, Tegaskan Dukungan Pembangunan Rumah Ibadah

Menurutnya, hasil kajian kependudukan serta data yang diperoleh melalui SUPAS 2025 harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pemangku kepentingan sebagai dasar dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memahami kondisi kependudukan terkini serta menyusun langkah-langkah strategis dalam mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin timbul di masa mendatang,” ujar Ramadhan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar perangkat daerah dalam mengelola berbagai isu kependudukan agar bonus demografi yang dimiliki Kabupaten Luwu Timur dapat menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

SUPAS 2025 Jadi Acuan Peningkatan Kualitas SDM

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Fatmawati, menyampaikan bahwa data kependudukan hasil SUPAS 2025 memiliki peran penting dalam mendukung penyusunan program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, informasi kependudukan yang akurat dapat menjadi dasar dalam merancang kebijakan yang berorientasi pada pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas generasi masa depan.

BACA JUGA  Ketua Harian IMI Sulsel Apresiasi Dukungan Bupati Ibas untuk Persiapan Road Race Seri 2 di Luwu Timur

“Data kependudukan menjadi acuan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan, terutama untuk meningkatkan kualitas keluarga dan mempersiapkan generasi yang sehat, produktif, berdaya saing serta jauh dari stunting,” jelas Fatmawati.

Luwu Timur Jadi Daerah Tujuan Migrasi

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPS Kabupaten Luwu Timur, Abdullah Pannu, memaparkan kondisi kependudukan daerah berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Luwu Timur termasuk salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki daya tarik migrasi cukup tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh perkembangan sektor industri, pertambangan, serta terbukanya berbagai peluang ekonomi yang menarik penduduk dari daerah lain untuk datang dan menetap.

“Perkembangan penduduk di Luwu Timur tidak hanya dipengaruhi oleh kelahiran dan kematian, tetapi juga oleh faktor migrasi yang cukup besar. Karena itu, data kependudukan menjadi sangat penting sebagai dasar dalam merencanakan pembangunan, penyediaan layanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga ketenagakerjaan,” ungkap Abdullah.

BACA JUGA  Seleksi Paskibraka Luwu Timur 2026 Masuki Tahap TWK, 128 Peserta Bersaing Ketat

Menurutnya, dinamika pertumbuhan penduduk tersebut perlu diantisipasi melalui kebijakan yang tepat agar kebutuhan masyarakat terhadap berbagai layanan dasar dapat terpenuhi secara optimal.

Antisipasi Tantangan dan Manfaatkan Bonus Demografi

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama terkait kondisi kependudukan terkini serta tantangan yang akan dihadapi di masa mendatang.

Data SUPAS 2025 diharapkan menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung upaya pemanfaatan bonus demografi sebagai modal pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Dengan perencanaan yang berbasis data dan kolaborasi lintas sektor, Luwu Timur optimistis mampu menciptakan pembangunan yang lebih inklusif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Pemkab Luwu Timur Perkuat Kapasitas Petugas Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petugas layanan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pelatihan Manajemen Penanganan Kasus dan Pencatatan Pelaporan Kasus Tahun 2026 yang digelar di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Luwu Timur ini berlangsung selama dua hari, mulai 24 hingga 25 Juni 2026.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan Setdakab Luwu Timur, Aswan Aziz, yang hadir mewakili Bupati Luwu Timur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinsos P3A Luwu Timur, Masdin, Wakapolres Luwu Timur Kompol Hajriadi, Kepala Bidang Kesetaraan Gender dan Perlindungan Perempuan dan Anak Ramlah Muhammad Djoni, unsur Forkopimda, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), pendamping layanan, perwakilan puskesmas, Save the Children (StC), serta peserta lainnya.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Buka Seminar Nasional PGRI, Dorong Transformasi Pembelajaran Berbasis AI

Tingkatkan Kualitas Penanganan Kasus

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas SDM dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, memperkuat sistem pencatatan dan pelaporan kasus, serta mendorong layanan yang lebih terintegrasi bagi korban.

Dalam sambutannya, Aswan Aziz menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan persoalan serius yang memerlukan respons cepat, tepat, dan terkoordinasi dari seluruh pihak terkait.

“Untuk itu Pemkab Lutim berkomitmen untuk terus memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak melalui peningkatan kapasitas SDM, penguatan kelembagaan, penyediaan layanan yang berkualitas, serta penguatan koordinasi antarinstansi dan lembaga terkait,” ujarnya.

Menurut Aswan, keberadaan petugas layanan yang profesional dan memiliki kompetensi yang memadai menjadi faktor penting dalam memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang optimal.

BACA JUGA  Safari Ramadhan Spesial, Bupati Irwan Dapat Pelukan Hangat dari Warga Wasuponda

Dorong Penanganan Terintegrasi

Ia berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan sumber daya manusia yang lebih responsif, profesional, dan mampu bekerja secara terpadu dalam menangani berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Luwu Timur.

“Ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang berkualitas, berdaya saing, serta Luwu Timur yang maju dan sejahtera,” tambahnya.

Selain meningkatkan kemampuan teknis petugas, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, lembaga pendamping, serta organisasi mitra yang terlibat dalam perlindungan perempuan dan anak.

Hadirkan Narasumber Kompeten

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang perlindungan perempuan dan anak.

BACA JUGA  Seleksi Paskibraka Luwu Timur 2026 Masuki Tahap TWK, 128 Peserta Bersaing Ketat

Mereka adalah Suryanarni Sultan, SKM, M.PH dari DP3A Dalduk KB Provinsi Sulawesi Selatan serta Brigpol Ashabul Fadly dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Luwu Timur.

Materi yang disampaikan mencakup manajemen penanganan kasus kekerasan, mekanisme layanan terpadu, hingga sistem pencatatan dan pelaporan yang akurat guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap sistem perlindungan perempuan dan anak semakin kuat, sehingga mampu memberikan layanan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada pemulihan korban, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak di daerah tersebut.

Continue Reading

Trending