Connect with us

Ekonomi

Curhat Menteri Purbaya hingga Instruksi Prabowo Jaga Harga BBM Subsidi

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA — Sejumlah isu ekonomi menjadi perhatian publik sepanjang Selasa (4/8/2026). Mulai dari pernyataan Menteri Purbaya yang mengaku menghadapi tantangan berat sejak awal menjabat hingga instruksi Presiden Prabowo Subianto agar harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak mengalami kenaikan.

Menteri Purbaya mengungkapkan bahwa dirinya merasa menjadi salah satu menteri dengan tantangan paling besar karena harus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah berbagai tekanan, mulai dari demonstrasi besar, sentimen negatif terhadap pasar keuangan, hingga gejolak geopolitik akibat konflik Iran yang memengaruhi rantai pasok global.

Menurutnya, pemerintah juga menghadapi tekanan setelah sejumlah lembaga pemeringkat internasional, seperti Fitch Ratings dan Moody’s, merilis outlook negatif terhadap Indonesia. Meski demikian, ia menegaskan fundamental ekonomi nasional tetap kuat berkat sinergi kebijakan fiskal dan moneter.

BACA JUGA  Ekonom Beda Pandangan, BI Diperkirakan Pertahankan atau Naikkan Suku Bunga Acuan

Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu bertahan di kisaran 5 persen secara tahunan, bahkan realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 mencapai 5,6 persen. Pemerintah optimistis laju pertumbuhan ekonomi dapat meningkat hingga mendekati 6 persen pada paruh kedua tahun ini.

Ia juga menilai penilaian negatif dari sebagian lembaga pemeringkat dilakukan sebelum data ekonomi terbaru dipublikasikan. Sementara itu, S&P Global Ratings disebut memberikan penilaian yang lebih objektif terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran kabinet, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, untuk memastikan harga BBM bersubsidi tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan.

Kebijakan tersebut bertujuan menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia. Pemerintah juga berkomitmen mengoptimalkan anggaran subsidi energi agar pasokan BBM bersubsidi tetap mencukupi hingga akhir tahun.

BACA JUGA  Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti Jadi Penjabat

Untuk BBM nonsubsidi, Presiden mengarahkan agar penyesuaian harga dilakukan mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Apabila harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) mengalami penurunan, maka harga BBM nonsubsidi diharapkan ikut diturunkan sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dari penurunan harga energi di pasar global.

Pemerintah menegaskan kebijakan harga BBM akan terus mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional, pergerakan harga minyak mentah internasional, serta nilai tukar rupiah guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending