Connect with us

Ekonomi

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026, Lampaui Capaian Tahun Lalu

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar 5,12 persen.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia juga meningkat 3,73 persen secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq).

“Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 mencapai 5,29 persen,” ujar Edy dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (5/8).

BPS mencatat perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal II 2026 mencapai Rp6.552,1 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.576,2 triliun.

BACA JUGA  Ekonom Beda Pandangan, BI Diperkirakan Pertahankan atau Naikkan Suku Bunga Acuan

Menurut Edy, daya beli masyarakat masih terjaga dan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi. Hal itu tercermin dari meningkatnya aktivitas pada sektor makanan dan minuman, akomodasi, serta berbagai sektor jasa lainnya.

Selain konsumsi domestik yang tetap kuat, surplus neraca perdagangan Indonesia juga masih berlanjut di tengah ketidakpastian ekonomi global, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Meski demikian, angka pertumbuhan kuartal II 2026 sedikit lebih rendah dibandingkan kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 berada di kisaran 5,2 hingga 5,4 persen. Realisasi BPS sebesar 5,29 persen berada dalam rentang proyeksi tersebut.

BACA JUGA  Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti Jadi Penjabat

Capaian ini menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian, dengan konsumsi rumah tangga dan kinerja perdagangan luar negeri tetap menjadi motor utama pertumbuhan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending