Connect with us

NEWS

Bupati Tolikara Ajak Wisatawan Nusantara dan Mancanegara Hadiri Festival Etnik Religi 2027

Published

on

KITASULSEL—KARUBAGA, TOLIKARA – Pemerintah Kabupaten Tolikara terus mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Etnik Religi Tolikara 2026 yang akan berlangsung pada 12–13 Agustus 2026 di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.

Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos. mengajak seluruh masyarakat Indonesia, wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara untuk datang ke Tolikara dan menyaksikan secara langsung festival yang memadukan kekayaan budaya, sejarah, nilai-nilai religius, kearifan lokal serta keindahan alam Papua Pegunungan.

Menurut Bupati Willem Wandik, Festival Etnik Religi Tolikara 2026 bukan sekadar sebuah kegiatan seremonial, melainkan momentum penting bagi Kabupaten Tolikara untuk memperkenalkan kekayaan daerah kepada Indonesia dan dunia.

Festival ini menjadi ruang perjumpaan antara budaya, iman, adat, sejarah, seni, pariwisata, olahraga, generasi muda dan ekonomi kreatif dalam satu perayaan yang mencerminkan identitas masyarakat Tolikara.

“Kami mengundang seluruh masyarakat Indonesia, wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara untuk datang ke Tolikara. Mari melihat langsung keindahan alam kami, mengenal budaya kami, merasakan kehidupan religius masyarakat kami dan menikmati keramahan masyarakat Tolikara,” ujar Bupati Willem Wandik.

Tolikara, Ketika Tuhan Sedang Tersenyum

Tolikara merupakan bagian dari keindahan Papua Pegunungan yang memiliki karakter alam dan budaya yang khas.

Bentang pegunungan, udara yang sejuk, lembah-lembah yang indah serta kehidupan masyarakat yang masih kuat memegang adat dan kearifan lokal menjadi kekayaan yang tidak ternilai.

“Tolikara hadir ketika Tuhan sedang tersenyum,” ungkap Willem Wandik.

Ungkapan tersebut menggambarkan keyakinan bahwa keindahan Tolikara bukan hanya terletak pada panorama alamnya, tetapi juga pada kehidupan masyarakat yang tumbuh berdampingan dengan alam, budaya dan nilai-nilai keagamaan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tolikara ingin agar masyarakat Indonesia tidak hanya mendengar cerita tentang keindahan Papua Pegunungan, tetapi datang dan merasakannya sendiri.

BACA JUGA  Gempa M 4,7 Guncang Selatan Polewali Mandar

Festival yang Mempertemukan Budaya dan Religi

Festival Etnik Religi Tolikara 2026 akan menghadirkan sejumlah atraksi budaya dan wisata yang menjadi kekayaan masyarakat Tolikara.

Salah satu atraksi utama adalah Tarian Kolosal Sejarah Masuknya Injil di Lembah Toli.

Tarian tersebut akan menggambarkan perjalanan sejarah masuknya Injil dan perkembangan kehidupan religius masyarakat di Tanah Tolikara. Sejarah tersebut menjadi bagian penting dari identitas masyarakat yang hingga kini terus diwariskan kepada generasi muda.

Selain itu, festival juga akan menampilkan Lendawi, sebuah tradisi ratapan dan syair perjumpaan yang merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Tolikara.

Lendawi menjadi gambaran bagaimana masyarakat menjaga ingatan, menghormati sejarah, mengungkapkan perasaan serta mempertahankan warisan budaya leluhur.

Festival juga akan menghadirkan Atraksi Tandem Paralayang yang sekaligus menjadi upaya memperkenalkan potensi wisata alam Tolikara dari perspektif yang berbeda.

Dari udara, wisatawan akan diajak menikmati panorama pegunungan dan bentang alam Tolikara yang menjadi salah satu kekayaan utama Papua Pegunungan.

Selain atraksi utama tersebut, festival juga akan diisi dengan pameran identitas distrik dan kampung, pertunjukan budaya, panggung kesaksian budaya dan religi, serta ruang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat Tolikara.

Masyarakat Tolikara Siap Menjadi Tuan Rumah

Bupati Willem Wandik menegaskan bahwa kesuksesan festival tidak hanya ditentukan oleh rangkaian acara, tetapi juga oleh bagaimana masyarakat menerima dan melayani para tamu.

Karena itu, masyarakat Tolikara diajak menjadi tuan rumah yang baik dengan mengedepankan keramahan, kesantunan, ketertiban, kebersihan dan rasa persaudaraan.

“Masyarakat Tolikara akan menjadi tuan rumah yang baik. Tolikara adalah rumah untuk semua. Siapa pun yang datang, baik dari Indonesia maupun dari negara lain, kami sambut sebagai saudara,” tegas Willem Wandik.

BACA JUGA  Sahroni Minta Polri Kejar Seluruh Pelaku Penyerangan yang Tewaskan Tiga Polisi di Katingan

Menurutnya, keramahan masyarakat merupakan bagian penting dari identitas Tolikara.

Masyarakat Tolikara dikenal memiliki kekayaan budaya, kearifan lokal serta kehidupan religius yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Festival ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa kemajuan daerah dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan nilai-nilai luhur masyarakat.

Pemkab Tolikara Persiapkan Festival dengan Serius

Pemerintah Kabupaten Tolikara memastikan seluruh persiapan dilakukan secara matang agar pelaksanaan Festival Etnik Religi 2026 berjalan aman, tertib, nyaman dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh tamu.

Persiapan dilakukan melalui koordinasi berbagai perangkat daerah, panitia, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, perempuan, pelaku UMKM serta seluruh elemen masyarakat.

Aspek pelayanan, keamanan, kebersihan, lingkungan, sarana dan prasarana serta kesiapan masyarakat menjadi perhatian pemerintah daerah.

Bupati Willem Wandik menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan festival memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Target kami bukan hanya sukses penyelenggaraan, tetapi juga sukses manfaat. Festival ini harus memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan budaya, produk lokal, UMKM dan potensi wisata Tolikara,” katanya.

Festival diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang semakin luas bagi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Mendeklarasikan kepada Indonesia: Papua Pegunungan Itu Indah

Festival Etnik Religi Tolikara 2026 juga menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Tolikara untuk menyampaikan pesan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa Papua Pegunungan adalah daerah yang indah, kaya budaya, memiliki masyarakat yang ramah dan menyimpan potensi pariwisata yang luar biasa.

Tolikara ingin menjadi salah satu pintu bagi Indonesia dan dunia untuk mengenal Papua Pegunungan secara lebih dekat.

BACA JUGA  Lina Sukijo Diterima KBRI Mesir, Bunyamin Yapid Dukung Fashion Show dan Pelatihan Desain di Universitas Al-Azhar

Bukan hanya melalui keindahan alamnya, tetapi juga melalui manusianya.

Melalui budaya.

Melalui sejarah.

Melalui iman.

Melalui kearifan lokal.

Dan melalui semangat persaudaraan.

“Kami ingin mendeklarasikan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa Papua Pegunungan itu indah. Tolikara adalah salah satu bagian dari keindahan tersebut. Datanglah dan lihat sendiri,” ujar Willem Wandik.

Ayo ke Tolikara, Nikmati Festival yang Hanya Ada di Bumi Nawi Arigi

Bupati Willem Wandik mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Festival Etnik Religi Tolikara 2026 sebagai momentum untuk mengenal lebih dekat salah satu kekayaan Indonesia di Papua Pegunungan.

Ayo ke Tolikara.

Datang dan saksikan sejarah masuknya Injil melalui Tarian Kolosal.

Kenali tradisi Lendawi.

Nikmati atraksi Tandem Paralayang.

Saksikan kekayaan budaya dari berbagai distrik dan kampung.

Temui masyarakatnya.

Rasakan keramahan dan kesantunannya.

Nikmati keindahan alamnya.

Dan bawa pulang cerita tentang Tolikara.

“Kami mengundang semua saudara kami dari seluruh Indonesia dan mancanegara. Mari datang ke Tolikara, mari menikmati Festival Etnik Religi 2026. Datang sebagai tamu, pulang sebagai saudara,” ajak Bupati Willem Wandik.

Festival Etnik Religi Tolikara 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan manusia, budaya, iman dan alam dalam satu perayaan.

Dari Bumi Nawi Arigi, Tolikara ingin menyampaikan pesan kepada Indonesia dan dunia:

Papua Pegunungan itu indah.

Tolikara itu damai.

Tolikara kaya budaya.

Tolikara masyarakatnya santun dan religius.

Tolikara adalah rumah untuk semua.

Dan yang terpenting,

TOLIKARA ADALAH BAGIAN DARI SENYUM INDAH INDONESIA.

Mari datang ke Tolikara.

Mari saksikan Festival Etnik Religi Tolikara 2026.

12–13 Agustus 2026.

Nikmati alamnya, kenali budayanya, rasakan keramahannya, dan temukan keindahan Papua Pegunungan di Bumi Nawi Arigi.

 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending