KITA_PSM
Lima Klub Indonesia Masih Disanksi FIFA, PSM Makassar Jadi Satu-satunya Tim Super League
Kitasulsel–MAKASSAR — Sebanyak lima klub Indonesia masih tercatat mendapat sanksi FIFA berupa registration ban atau larangan mendaftarkan pemain baru. Dari lima klub tersebut, hanya PSM Makassar yang saat ini berkompetisi di kasta tertinggi, Super League.
Berdasarkan data pada laman resmi FIFA, lima klub Indonesia yang masih memiliki catatan sanksi aktif tersebut yakni Persiwa Wamena, PSBS Biak, Kalteng Putra FC, Sriwijaya FC, dan PSM Makassar. Jumlah sanksi yang tercatat pada masing-masing klub berbeda.
PSBS Biak menjadi klub dengan jumlah sanksi terbanyak. Klub berjuluk Badak Pasifik itu tercatat memiliki 13 entri sanksi aktif yang berkaitan dengan sejumlah sengketa finansial.
Sementara Persiwa Wamena, Kalteng Putra FC, dan Sriwijaya FC masing-masing tercatat memiliki satu entri sanksi aktif. Ketiga klub tersebut masih harus menyelesaikan kewajiban yang menjadi dasar pemberian sanksi agar larangan pendaftaran pemain dapat dicabut FIFA.
Adapun PSM Makassar tercatat memiliki dua entri registration ban aktif. Dua catatan tersebut masing-masing tertanggal 22 Mei 2026 dan 7 Juli 2026.
Sanksi tersebut menjadi perhatian bagi manajemen Pasukan Ramang karena berpotensi memengaruhi proses pendaftaran pemain baru menjelang kompetisi Super League 2026/2027.
PSM sebelumnya telah dijatuhi sanksi FIFA selama beberapa bulan akibat persoalan tunggakan gaji pemain. Hukuman tersebut juga berujung pada larangan pendaftaran pemain selama tiga periode.
Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, memastikan pihaknya tengah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut. Menurutnya, manajemen telah menyiapkan langkah untuk menghadapi kompetisi musim baru.
“Kami sudah menyusun perencanaan jauh-jauh hari dan itu kita sudah bahas dengan pelatih kepala dan jadi tanggung jawab kami di manajemen. Insyaallah sanksi FIFA ini akan kami selesaikan,” ujar Fajrin dalam konferensi pers di Makassar Creative Hub (MCH) Pantai Losari, Minggu (19/7/2026).
Fajrin juga menegaskan bahwa sanksi yang diterima PSM merupakan FIFA Registration Bans, bukan larangan menyeluruh terhadap aktivitas klub.
“Perlu kami tegaskan kembali bahwa yang dikenai PSM adalah FIFA Registration Bans, artinya kami dalam ranah operasional sama sekali tidak terganggu rekrutmen pemain,” jelasnya.
Meski demikian, penyelesaian sanksi tetap menjadi pekerjaan penting bagi manajemen PSM. Pasalnya, status registration ban berkaitan langsung dengan kemampuan klub mendaftarkan pemain anyar secara resmi.
Manajemen PSM pun berpacu dengan waktu untuk menuntaskan kewajiban yang menjadi dasar sanksi tersebut. Penyelesaian perkara diharapkan dapat membuat proses pendaftaran pemain berjalan lancar sekaligus memastikan persiapan Pasukan Ramang menghadapi Super League 2026/2027 tidak terganggu.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login