Connect with us

Provinsi Sulawesi Selatan

Setelah Dua Bulan Dilanda Kekeringan dan Kesulitan Air, Hujan Akhirnya Guyur Belopa Luwu

Published

on

KITASULSEL — LUWU – Setelah sekitar dua bulan dilanda kekeringan dan kesulitan air, warga Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, akhirnya kembali merasakan guyuran hujan.

Hujan turun cukup deras di wilayah Belopa pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 12.00 hingga 14.00 Wita. Hujan juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Suli.

Turunnya hujan menjadi kabar yang dinanti warga setelah kondisi kering berlangsung cukup lama. Bagi masyarakat, terutama yang bergantung pada air untuk kebutuhan sehari-hari dan pertanian, hujan tersebut membawa kelegaan sekaligus harapan.

Kekeringan sebelumnya turut berdampak pada sektor pertanian. Sejumlah tanaman pangan dan hortikultura mengalami gangguan akibat terbatasnya ketersediaan air.

Tanaman cabai menjadi salah satu yang terdampak. Kondisi tersebut ikut berpengaruh terhadap harga cabai yang sempat mencapai sekitar Rp95 ribu per kilogram.

BACA JUGA  PORNAS Korpri 2025: Tim Basket ASN Sulsel Target Back to Back Champion

Hujan belum berarti musim hujan tiba

Meski hujan telah mengguyur Belopa, kondisi tersebut belum bisa langsung diartikan sebagai tanda musim hujan telah dimulai.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Amhar Ulfiana, menjelaskan bahwa karakteristik musim di Sulawesi Selatan berbeda-beda. Sulsel terbagi dalam 24 zona musim, sehingga awal musim hujan maupun kemarau tidak terjadi secara bersamaan di seluruh wilayah.

Hujan juga telah terjadi di sejumlah wilayah Luwu Raya pada Jumat (4/9), termasuk Luwu Utara dan Luwu Timur. Namun, hujan tersebut belum turun secara merata.

BMKG menyebut aktivitas Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin turut berperan dalam mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah utara Sulawesi Selatan dalam beberapa hari terakhir.

BACA JUGA  HUT ke-42 RSUP Dr. Tadjuddin Chalid, Pj Gubernur Sulsel Prof Fadjry Djufry Dorong Kolaborasi Rumah Sakit

Karena itu, warga tetap perlu memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca dan kondisi ketersediaan air, terutama masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.

Petani masih menunggu hujan berikutnya

Bagi petani, satu kali hujan tentu belum cukup untuk memulihkan lahan yang telah lama mengalami kekeringan.

Tanah membutuhkan pasokan air yang lebih konsisten agar kelembapannya kembali terjaga. Tanaman yang masih bertahan juga membutuhkan hujan berikutnya untuk kembali tumbuh dan menghasilkan.

Hujan yang turun di Belopa pun bukan sekadar perubahan cuaca.

Setelah sekitar dua bulan menghadapi kekeringan dan kesulitan air, guyuran hujan selama kurang lebih dua jam itu menjadi jeda dari kemarau sekaligus harapan baru bagi warga dan petani Luwu agar kondisi lahan dan sumber air perlahan kembali pulih.

BACA JUGA  Warga dan Mahasiswa Apresiasi Gerakan Pangan Murah Pemprov Sulsel
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending