Connect with us

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Kalosi Alau Jalani Penilaian Lomba Desa Berprestasi Tingkat Nasional, Bupati Sidrap Turun Mendampingi

Published

on

KITASULSEL–SIDRAP — Desa Kalosi Alau, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menjalani tahapan Penilaian Lomba Desa Berprestasi Tingkat Nasional Regional Sulawesi-Kalimantan 2026, Selasa (6/10/2026).

Dalam tahapan penilaian tersebut, Kalosi Alau mendapat dukungan langsung dari Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif yang turut mendampingi proses penilaian secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Kerja Bupati Sidrap.

Turut hadir Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Ketua TP PKK Sidrap Haslindah Syaharuddin, Kepala Dinas PMDPPA Andi Surya Praja Hadiningrat, Camat Dua Pitue, Kepala Desa Kalosi Alau Andi Apris bersama jajaran, serta pengurus TP PKK Kabupaten Sidrap.

Kehadiran Bupati bersama jajaran pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan langsung terhadap Desa Kalosi Alau yang tengah mengikuti tahapan penilaian di tingkat nasional.

Bupati Dorong Lomba Desa Berjenjang

Di hadapan tim penilai, Syaharuddin menyampaikan bahwa Pemkab Sidrap terus mendorong pelaksanaan lomba desa secara berjenjang.

Menurutnya, proses tersebut perlu dimulai dari tingkat kecamatan, kemudian tingkat kabupaten, dilanjutkan ke tingkat provinsi sebelum desa yang terpilih melaju ke tingkat nasional.

“Kami sudah meminta Dinas Pemdes agar supaya lomba desa berjenjang. Mulai dari tingkat kecamatan, tingkat kabupaten, lalu didorong ke tingkat provinsi,” ujar Syaharuddin.

BACA JUGA  Sidrap Jadi Tuan Rumah LKBB dan Pengibaran Bendera Tingkat Sulsel 2026

Ia menilai pola berjenjang tersebut penting untuk memberikan kesempatan kepada setiap desa dalam mengembangkan potensi sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kompetisi tersebut, desa juga didorong untuk terus melahirkan inovasi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat setempat.

Angkat Potensi Pertanian dan Konsep Tanam-Panen-Hilirisasi

Dalam kesempatan itu, Bupati Syaharuddin turut memaparkan dukungan Pemkab Sidrap terhadap pengembangan potensi serta inovasi desa, khususnya di sektor pertanian.

Ia menjelaskan strategi pembangunan daerah melalui konsep “Tanam-Panen-Hilirisasi”.

Konsep tersebut diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan nilai tambah yang dapat dirasakan masyarakat.

Menurut Syaharuddin, pengembangan sektor pertanian tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Hasil pertanian juga perlu didorong agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi melalui pengolahan dan hilirisasi.

Dalam konteks Desa Kalosi Alau, pengembangan pertanian menjadi salah satu potensi yang terus didorong.

Bupati menjelaskan bahwa Kalosi Alau menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak pengembangan pertanian melalui penerapan sistem IP300, yakni pola tanam dan panen hingga tiga kali dalam setahun.

BACA JUGA  Bupati Sidrap Paparkan Strategi Percepatan Penuntasan TBC di Sulsel, Andalkan Inovasi hingga Desa Siaga

“Peningkatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pertanian,” jelasnya.

Penerapan IP300 diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberikan peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat desa.

Paparkan Beragam Inovasi Desa

Sementara itu, Kepala Desa Kalosi Alau, Andi Apris, memaparkan berbagai inovasi yang telah dikembangkan pemerintah desa bersama masyarakat.

Inovasi tersebut mencakup tiga bidang utama, yakni pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan.

Dalam bidang pemerintahan, desa mengembangkan pelayanan publik berbasis digital untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses pelayanan.

Sementara pada bidang kewilayahan, berbagai program diarahkan pada pengelolaan lingkungan, sumber daya air, serta pengembangan sektor pertanian.

Kalosi Alau juga mengembangkan bank sampah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan lingkungan.

Di bidang kemasyarakatan, berbagai program pemberdayaan turut dikembangkan, termasuk penguatan UMKM, pelayanan Posyandu, serta pelestarian budaya lokal.

“Berbagai inovasi tersebut diarahkan untuk menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan ekonomi desa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tandas Andi Apris.

Diharapkan Tunjukkan Praktik Pembangunan Desa

Keikutsertaan Desa Kalosi Alau dalam penilaian tingkat nasional menjadi momentum untuk menunjukkan berbagai praktik pembangunan yang telah dijalankan bersama masyarakat.

BACA JUGA  Pemkab Sidrap Sosialisasikan Penempatan PMI Aman, Tekan Risiko Perdagangan Orang

Tidak hanya aspek administrasi pemerintahan desa, berbagai inovasi yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat menjadi bagian penting yang dipaparkan dalam tahapan penilaian tersebut.

Mulai dari penguatan pelayanan publik, pengembangan pertanian, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pelestarian budaya lokal.

Dukungan langsung Bupati Syaharuddin bersama jajaran Pemkab Sidrap juga menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan kepada pemerintah Desa Kalosi Alau dalam menghadapi tahapan penilaian.

Melalui proses tersebut, Kalosi Alau diharapkan dapat memperlihatkan praktik pembangunan desa yang inovatif sekaligus berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Penilaian Lomba Desa Berprestasi Tingkat Nasional Regional Sulawesi-Kalimantan 2026 ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai potensi dan inovasi yang dikembangkan Desa Kalosi Alau kepada tim penilai di tingkat nasional.

Bagi Pemkab Sidrap, capaian dalam lomba desa bukan sekadar persoalan kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong desa-desa agar terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending