Connect with us

Kementrian Agama RI

Menuju 5 Abad Jakarta, Menag Harap Indonesia Jadi Kiblat Peradaban dan Toleransi Dunia

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri acara Bentang Harapan ‘JakAsa’ menuju 5 Abad Jakarta di Balaikota, Jakarta Pusat. Banyak tokoh, mantan Gubernur/Wakil Gubernur serta Gubernur/Wakil Gubernur terpilih dan Masyarakat yang membubuhkan harapan di atas kain kanvas putih, kurang lebih mencapai 500 meter.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menuliskan harapan agar masyarakat Indonesia menjadi kiblat peradaban dunia Islam modern. Masyarakat Indonesia yang toleran dan sangat menjunjung tinggi toleransi.

“500 Tahun Kota Jakarta. Dengan Ikon Istiqlalnya, Kita obsesikan menjadi kiblat peradaban dunia Islam modern yang menjunjung tinggi toleransi, kebersamaan dan prinsip ‘Bhinneka Tunggal Ika’,” tulis Menag Nasaruddin diatas kanvas, di Jakarta, Selasa (31/12/2024) sore.

BACA JUGA  Menag Sebut Arab Saudi Siap Beri Perhatian Khusus Jemaah Haji Indonesia

“Jayalah Jakarta sepanjang masa,” lanjut tulis Menag Nasaruddin Umar.

Menag Nasaruddin Umar mengapresiasi Pj Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi yang telah menjadikan Jakarta seperti miniaturnya Indonesia, dengan menghimpun yang berserakan serta menyatukan yang berbeda.

“Ini luar biasa ya, luar biasa, ini adalah awal sebuah tahun yang akan kita arungi nanti dengan penuh optimisme. Karena konfigurasi Indonesia hadir di tempat ini, dari ujung ke ujung menjadi satu di dalam halaman DKI Jakarta ini.

Kita berdo’a semoga miniatur Indonesia yang akan menjanjikan harapan masa depan,” tegas Menag Nasaruddin Umar.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Kunjungi Studio Dakwah Mesir, Dr. Bunyamin: Ini Bukan Seremonial, Tapi Pembelajaran untuk Kemajuan Dakwah Indonesia

Published

on

Kitasulsel—Kairo, Mesir – Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, melakukan kunjungan ke studio media dakwah milik Kementerian Wakaf Mesir dalam rangkaian agenda kerjanya di Kairo. Kunjungan tersebut memberikan banyak pelajaran berharga mengenai pengelolaan media dakwah modern yang mampu menyajikan informasi keislaman secara edukatif, cepat, dan mudah dipahami masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Bunyamin melihat secara langsung bagaimana pemerintah Mesir memanfaatkan teknologi media untuk menyebarluaskan ilmu-ilmu keislaman kepada masyarakat. Beragam konten disajikan secara profesional, mulai dari kajian tafsir, fikih, akidah, hingga pembahasan berbagai momentum penting dalam kalender Hijriah.

Menurutnya, studio dakwah tersebut selalu menghadirkan pembaruan materi yang relevan dengan kebutuhan umat, termasuk pembahasan mengenai bulan-bulan mulia dalam Islam serta berbagai program edukasi keagamaan yang dikemas secara menarik.

BACA JUGA  Menag Sebut Pesantren sebagai Pilar Peradaban Bangsa

“Di sini kita melihat bagaimana dakwah dikembangkan dengan sangat profesional. Materi-materi tentang tafsir, fikih, akidah hingga keutamaan bulan-bulan Hijriah terus diperbarui dan disampaikan dengan cara yang mudah dipahami masyarakat,” ujar Dr. Bunyamin.

Selain meninjau studio media dakwah, rombongan juga mengunjungi salah satu masjid yang dikelola Kementerian Wakaf Mesir. Masjid yang baru diresmikan pada tahun 2025 tersebut tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan sosial masyarakat melalui berbagai kegiatan pendidikan, pembinaan keluarga, hingga pelayanan sosial.

Bagi Dr. Bunyamin, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang belajar yang sangat penting bagi pengembangan model edukasi keagamaan di Indonesia, khususnya di lingkungan Kementerian Agama.

BACA JUGA  Buku Manasik Haji Terbaru Selesai, Kemenag Targetkan Distribusi Usai Libur Idulfitri

“Ini bukan sekadar kunjungan biasa. Apa yang kami lihat di sini akan menjadi bahan pembelajaran bagi kita di Indonesia, khususnya bagaimana menghadirkan edukasi keagamaan kepada masyarakat melalui pola pemberitaan dan media dakwah yang edukatif, informatif, serta cepat dipahami,” katanya.

Ia menilai keberhasilan pengelolaan media dakwah di Mesir tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Profesionalisme pengelola, dukungan teknologi, serta kemampuan menghadirkan konten yang sesuai kebutuhan umat menjadi kekuatan utama yang patut dicontoh.

“Sangat profesional, dan yang paling menonjol adalah kualitas SDM-nya yang unggul. Itu yang kami lihat dari suguhan Studio Dakwah Mesir ini,” tambahnya.

Mesir sendiri bukanlah tempat yang asing bagi Dr. Bunyamin. Selain merupakan alumnus Universitas Al-Azhar, ia juga dikenal sebagai Ketua Alumni Timur Tengah yang selama ini aktif membangun jejaring pendidikan dan dakwah antara Indonesia dan negara-negara Timur Tengah.

BACA JUGA  Menag Sebut Arab Saudi Siap Beri Perhatian Khusus Jemaah Haji Indonesia

Kunjungan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dan pertukaran pengalaman antara Indonesia dan Mesir dalam pengembangan media dakwah modern, sehingga pesan-pesan keagamaan dapat tersampaikan secara lebih efektif kepada masyarakat di era digital.

Continue Reading

Trending