Connect with us

Luwu Timur

TP PKK Lutim Gelar “PKK Mengaji” untuk Tingkatkan Keimanan dan Ukhuwah

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Sebagai upaya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus mempererat silaturahmi antar pengurus, Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur melalui Kelompok Kerja (Pokja) I menggelar kegiatan bertajuk “PKK Mengaji” yang dipusatkan di Masjid Nurul Yaqin, Desa Benteng, Kecamatan Burau, Rabu (16/07/2025).

Kegiatan yang mengusung tema “Mengaji Bersama, Menyatukan Hati, Menguatkan Ukhuwah” ini dihadiri oleh Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Luwu Timur, Ir. Hj. Heriwati Yusran, Camat Burau, jajaran TP PKK Kabupaten, Kecamatan serta perwakilan dari seluruh desa se-Kecamatan Burau dan Wotu.

PKK Mengaji merupakan bagian dari program rutin Pokja I PKK yang mengusung nilai-nilai spiritualitas dan kebersamaan dalam bingkai pembinaan karakter keluarga melalui peningkatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan pengurus PKK se-Kabupaten Luwu Timur.

BACA JUGA  TP PKK Lutim Raih Empat Juara Pada HKG PKK Ke-53 Tingkat Sulsel

Hj. Heriwati Yusran, menjelaskan bahwa, kegiatan PKK Mengaji merupakan salah satu upaya nyata dalam meningkatkan keimanan serta mempererat tali ukhuwah antar pengurus PKK.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat kebersamaan dan ketakwaan terus tumbuh di antara pengurus PKK di seluruh wilayah Luwu Timur. Ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang silaturahmi yang mempererat hubungan kita semua,” ujar Heriwati.

Ia menambahkan, majelis taklim PKK sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan dimasyarakat sehingga kemampuan membaca Al-Qur’an secara baik dan benar menjadi hal yang penting bagi seluruh anggota. Tidak cukup hanya membaca, tetapi juga perlu belajar melafalkan secara fasih agar maknanya tidak salah.

BACA JUGA  Bundaran Batara Guru Hidupkan Kebersamaan Lewat Program Sabtu Sehat Juara

Heriwati berharap para ibu PKK di kecamatan dan desa bisa semakin terinspirasi untuk aktif belajar mengaji dan terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.

“Jangan berhenti sampai di sini. Kita harap ke depan bisa menghadirkan ustadz secara rutin agar kegiatan ini terus berlanjut dan memberi manfaat,” tandasnya.

Acara ditutup dengan tausiyah dan praktik langsung dalam melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an, disertai komitmen bersama untuk terus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Kabupaten Luwu Timur Dapat DAK Non Fisik Rp400,6 Juta dari Kementerian PPPA

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Pemkab Lutim Tegas Tata Ulang Non-ASN, Fokus pada Solusi dan Validasi Data

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Bundaran Batara Guru Hidupkan Kebersamaan Lewat Program Sabtu Sehat Juara

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending