Connect with us

Provinsi Sulawesi Selatan

Pemprov Sulsel Gelar Apel Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi Jelang Puncak Musim Hujan

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi menggelar Apel Kesiapsiagaan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi pada puncak musim penghujan akhir tahun.

Apel bertujuan memperkuat kesiapan seluruh unsur kebencanaan dalam menghadapi cuaca ekstrem yang kerap terjadi pada periode November–Desember.

Kegiatan berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulsel, Senin (24/11/2025), dan dipimpin langsung oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Apel ini melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur pentahelix penanggulangan bencana.

Libatkan TNI, Polri, Basarnas, dan Seluruh BPBD Kabupaten/Kota

Kesiapsiagaan tersebut dilakukan melalui koordinasi pentahelix yang melibatkan TNI–Polri, Basarnas, BPBD kabupaten/kota, relawan kemanusiaan, organisasi masyarakat, hingga unsur dunia usaha. Upaya ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi.

BACA JUGA  Fatmawati Rusdi Kukuhkan Pengurus Saka Wanabakti Makassar 2025–2030, Perkuat Peran Generasi Muda Lestarikan Hutan

Amanah Presiden untuk Penguatan Respons Cepat

Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Selatan, Amson Padolo, menegaskan bahwa Apel Kesiapsiagaan ini merupakan bagian penting dari penguatan respons daerah terhadap potensi bencana.

“Jadi ini salah satu amanah bapak Presiden yang ditindaklanjuti oleh Pak Gubernur. Beliau secara langsung memerintahkan BPBD Sulawesi Selatan dan semua BPBD Kabupaten/Kota untuk menindaklanjuti arahan bapak presiden. Jadi ini juga akan kita laporkan ke Pak Presiden melalui bapak Mendagri,” jelas Amson.

Ia menambahkan bahwa seluruh unsur kebencanaan telah disiagakan untuk memastikan setiap potensi ancaman dapat ditangani secara cepat dan terkoordinasi.

“Karena bencana itu kan tidak bisa kita prediksi. Jadi, pada saat ada kejadian—walau kita tidak berharap itu terjadi—secara langsung turun fungsi komando melakukan pengamanan, baik mitigasi darurat maupun terkait rehab rekon (rehabilitasi dan rekonstruksi),” tegasnya.

BACA JUGA  Groundbreaking Jalan Sabbang–Tallang–Sae, Bupati Luwu Utara Apresiasi Dukungan Gubernur Sulsel

Posko Siaga Telah Dibentuk Sejak Sebulan Lalu

Amson mengungkapkan bahwa BPBD Sulsel telah membentuk posko siaga di kantor sejak sebulan lalu, bahkan sebelum terbitnya Surat Edaran Mendagri tentang Apel Kesiapsiagaan Nasional. Posko tersebut kini telah ditindaklanjuti dan diaktifkan oleh seluruh BPBD di tingkat kabupaten/kota sebagai langkah antisipatif menghadapi puncak musim hujan.

Ia menyebutkan bahwa berbagai peralatan penanggulangan bencana, termasuk perahu karet, alat evakuasi, kendaraan operasional, hingga logistik darurat telah dipersiapkan untuk mendukung operasi lapangan.

Perkuat Sinergi dan Komando Penanganan Bencana

Melalui apel ini, Pemprov Sulsel menegaskan komitmen memperkuat sistem komando penanganan bencana serta koordinasi antarinstansi guna memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat, terukur, dan efektif. Gubernur juga mengingatkan agar seluruh personel tetap siaga mengingat curah hujan diprediksi meningkat dalam beberapa minggu ke depan.

BACA JUGA  Satgas PASTI Ingatkan Warga tak Terjebak Pinjol Ilegal

Apel ditutup dengan pengecekan pasukan serta kesiapan peralatan operasi SAR dan penanggulangan bencana sebagai bentuk kesiapan nyata menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Sulawesi Selatan.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Provinsi Sulawesi Selatan

Pemprov Sulsel Mulai Bangun Jalan Moncongloe, Gubernur Andi Sudirman Groundbreaking Proyek Rp239 Miliar

Published

on

Kitasulsel–MAROS – Keluhan masyarakat terkait kondisi Jalan Poros Moncongloe–Pamanjengan di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, akhirnya mulai mendapat solusi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi memulai pembangunan permanen ruas jalan tersebut melalui Program Multi Years Project (MYP) Paket 6 Infrastruktur dengan nilai anggaran mencapai Rp239 miliar.

Groundbreaking proyek dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, di Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Kamis (23/7/2026).

Turut mendampingi Gubernur, Bupati Maros Chaidir Syam, Anggota DPRD Sulsel Irfan AB, Kepala Dinas Bina Marga dan Konstruksi Sulsel Andi Ihsan, jajaran Forkopimda Maros, serta masyarakat setempat.

Dalam proyek tersebut, ruas Batas Kota Makassar–Pamanjengan–Benteng Gajah akan ditangani sepanjang sekitar 9,3 kilometer. Jalan ini merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan Kota Makassar dengan Kabupaten Maros dan selama ini menjadi jalur dengan volume lalu lintas yang tinggi.

BACA JUGA  Satgas PASTI Ingatkan Warga tak Terjebak Pinjol Ilegal

“Dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim, kita groundbreaking Jalan Moncongloe. Jalan strategis yang selama ini menjadi keluhan masyarakat,” ujar Andi Sudirman.

Ia menegaskan bahwa ruas jalan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat maupun aktivitas ekonomi di kawasan Makassar dan Maros.

“Ruas ini memiliki peran yang sangat vital sebagai jalur penghubung Kota Makassar dan Kabupaten Maros, sekaligus menjadi salah satu ruas dengan aktivitas lalu lintas yang sangat tinggi setiap harinya,” katanya.

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai rencana hingga selesai.

Ia meminta pengertian masyarakat apabila selama proses pembangunan terdapat rekayasa maupun pengaturan arus lalu lintas yang dapat memengaruhi aktivitas pengguna jalan.

BACA JUGA  Sukses Lewati 2024 Sebagai Tahun Politik, Pj Gubernur Prof Zudan Ajak Masyarakat Sambut 2025 Sebagai Tahun Ekonomi dan Investasi

“Kami mohon maaf jika selama proses pekerjaan banyak menghambat aktivitas masyarakat sekitar dan mobilitas pengendara. Terima kasih juga kepada masyarakat yang selama ini bersabar menunggu proses pekerjaan jalan ini. Mohon doa dan dukungannya semoga berjalan lancar dan cepat selesai,” ucap Andi Sudirman.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebelumnya juga telah melakukan penanganan darurat di ruas tersebut untuk memastikan akses masyarakat tetap aman digunakan sambil menunggu dimulainya pembangunan permanen.

Melalui proyek preservasi ini, Pemprov Sulsel berharap kualitas infrastruktur jalan di kawasan Moncongloe semakin baik sehingga mampu meningkatkan keselamatan berkendara, memperlancar konektivitas antara Makassar dan Maros, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.

BACA JUGA  Pemprov Sulsel Tegaskan Seleksi Paskibraka Nasional Kewenangan Panitia Pusat
Continue Reading

Trending