Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Hadiri Dharma Santi Nyepi 1948 Caka di Angkona, Perkuat Harmoni Antarumat Beragama

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menghadiri puncak perayaan umat Hindu yang dikemas dalam kegiatan Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, Sabtu (25/4/2026), di Kecamatan Angkona.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Luwu Timur ini menjadi wujud nyata dukungan pemerintah daerah dalam menjaga keharmonisan serta mempererat kerukunan antarumat beragama.

Perayaan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, diawali dengan persembahan Tari Pendet oleh ibu-ibu Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Luwu Timur yang menyambut para tamu undangan dan umat yang hadir. Tarian tradisional khas Bali tersebut menjadi simbol penghormatan, rasa syukur, dan ungkapan sukacita dalam perayaan Dharma Santi yang mengusung tema “Vasudaiva Kutumbakam, Satu Bumi Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju”.

BACA JUGA  Disertasi Bupati Irwan Bachri Syam tentang DAS Pangkep Dapat Apresiasi Akademisi

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menyampaikan apresiasi kepada para pengurus dan anggota WHDI atas peran aktifnya dalam mendukung kegiatan keagamaan sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Bupati Luwu Timur menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta untuk pengembangan seni tari.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada ibu-ibu WHDI yang telah menghibur kita semua dengan tari Pendet, dengan memberikan bantuan sejumlah 100 juta untuk pengembangan seni tari,” ujar Irwan yang disambut tepuk tangan umat yang hadir.

Ia menegaskan, Dharma Santi bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum penting untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam Meriahkan Pasar Ramadhan Anjungan Sungai Malili

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Luwu Timur, I Nyoman Sugiana, mengapresiasi kehadiran pemerintah daerah dalam mendukung kerukunan umat beragama.

“Kegiatan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan serta memperkuat kerukunan umat beragama,” ungkapnya.

Peringatan Hari Raya Nyepi melalui Dharma Santi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai kebhinekaan serta memperkokoh persatuan di tengah keberagaman masyarakat, sejalan dengan semangat Nusantara Harmoni Indonesia Maju.

Selain rangkaian kegiatan keagamaan, acara juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat Hindu yang membutuhkan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Aini Endis Anrika, jajaran camat, perwakilan PHDI Provinsi Sulawesi Selatan, Pembimas Hindu Provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama Luwu Timur, serta para tokoh dan lembaga keagamaan Hindu dari tingkat kecamatan hingga desa.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Perkuat Silaturahmi di Makassar, Buka Puasa Bersama Mahasiswa dan Media
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Dinkes Luwu Timur Verifikasi 20 Desa dan Kelurahan untuk Wujudkan Program STBM Tingkat Kabupaten

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR — Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur menginisiasi pelaksanaan verifikasi lapangan terhadap 20 desa dan kelurahan dalam upaya mewujudkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) tingkat kabupaten. Kegiatan tersebut melibatkan tim gabungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Juni serta 17–18 Juni 2026.

Pelaksanaan verifikasi lapangan dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, dr. Helmy Kahar, yang juga bertindak sebagai Ketua I Tim Verifikator. Sementara Ketua II Tim Verifikator dipimpin oleh Dr. Syaifullah. Keduanya hadir mewakili Bupati Luwu Timur dalam pembukaan kegiatan yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026).

Dalam sambutannya, Dr. Syaifullah menegaskan bahwa pencapaian status Desa STBM bukanlah sesuatu yang dapat diraih secara instan. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari komitmen bersama, semangat gotong royong, dan kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan layak huni.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Perkuat Silaturahmi di Makassar, Buka Puasa Bersama Mahasiswa dan Media

“Ini adalah buah dari komitmen, gotong royong, dan kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan yang lebih layak huni bagi anak cucu kita,” ujar Syaifullah.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran tim verifikator di lapangan bertujuan memastikan implementasi lima pilar STBM berjalan secara berkelanjutan dan konsisten di tengah masyarakat. Selain itu, proses verifikasi dilakukan untuk mencocokkan data administrasi dengan kondisi nyata di lapangan.

“Target kita bukan sekadar sertifikat atau status lulus, melainkan terwujudnya masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas dari penyakit berbasis lingkungan,” tambahnya.

Syaifullah juga berharap seluruh proses verifikasi dapat berjalan secara transparan. Berbagai temuan yang diperoleh selama peninjauan lapangan diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program sanitasi di masa mendatang.

BACA JUGA  Sekda Luwu Timur Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30, Tekankan Sinergi dan Pelayanan Publik

Dalam pelaksanaannya, tim verifikasi dibagi menjadi dua kelompok. Setiap tim akan mengambil sampel pada 20 rumah tangga di masing-masing desa dan kelurahan yang diverifikasi. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan di lingkungan kantor pemerintah desa dan sekolah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Tim verifikator melibatkan sejumlah OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, antara lain Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Tarkim), serta Dinas Sosial dan P3A.

Kegiatan verifikasi turut dihadiri para kepala desa, kepala puskesmas, kepala sekolah, ketua BPD, petugas sanitarian, tenaga promosi kesehatan puskesmas, kepala dusun, ketua RT/RW, kader kesehatan, hingga tokoh masyarakat. Hadir pula perwakilan TP PKK tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa, pengurus forum kecamatan, Pokja Desa Sehat, serta Tim Kerja STBM.

BACA JUGA  Bupati Irwan Inspeksi Pasar Tradisional Malili, Soroti Drainase dan Pipa PDAM

Melalui verifikasi ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap semakin banyak desa dan kelurahan yang mampu memenuhi indikator STBM secara berkelanjutan, sehingga kualitas kesehatan lingkungan masyarakat dapat terus meningkat dan mendukung pembangunan daerah yang sehat serta berdaya saing.

Continue Reading

Trending