Connect with us

NEWS

H Ikbal Ismail: Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Harus Jaga Nama Baik Bangsa di Tanah Suci

Published

on

KITASULSEL—MAKASSAR — Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, H Ikbal Ismail, secara resmi melepas keberangkatan jamaah haji khusus PT Annur Maarif di Lounge Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Kamis (14/05/2026).

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh haru. Sebanyak 105 jamaah haji khusus tampak mengikuti rangkaian acara sebelum diberangkatkan menuju Jakarta untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.

Dalam sambutannya, H Ikbal Ismail mengingatkan seluruh jamaah agar senantiasa menaati berbagai aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi selama menjalankan ibadah haji.

Ia juga meminta jamaah menjaga sikap, etika, dan kebersamaan selama berada di Tanah Suci.

“Jaga nama baik daerah, bangsa, dan negara. Saling menolong dan saling mengingatkan satu sama lain agar seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan baik,” ujarnya di hadapan jamaah.

BACA JUGA  Menag Nasaruddin Umar: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak

Selain itu, H Ikbal Ismail menyampaikan apresiasi kepada PT Annur Maarif yang dinilai memiliki pengalaman panjang dalam pelayanan ibadah haji dan umrah di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, kiprah PT Annur Maarif selama lebih dari dua dekade menjadi bukti konsistensi dan dedikasi dalam mendampingi tamu Allah menuju Tanah Suci.

“Atas nama pemerintah, kami meyakini bahwa pengalaman dan dedikasi Annur Travel di bidang haji dan umrah sudah tidak perlu diragukan lagi. Semoga ini akan tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tim Annur dalam melayani jamaah,” ungkapnya.

Ia juga berharap seluruh jamaah haji khusus PT Annur Maarif dapat menjalankan seluruh prosesi ibadah dengan lancar, diberi kesehatan selama berada di Arab Saudi, serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur.

BACA JUGA  Benteng Kupa FC Menang pada Laga Perdana Liga Mulia Ramadhan 2025 Kota Makassar

Sementara itu, pembimbing jamaah haji khusus PT Annur Maarif, H Rahmat Saleh, menegaskan komitmennya untuk mendampingi jamaah secara maksimal mulai dari Makassar hingga tiba di Arab Saudi.

Ia meminta seluruh jamaah menjaga kekompakan dan disiplin selama mengikuti rangkaian perjalanan ibadah haji. Menurutnya, koordinasi dan kepatuhan terhadap arahan pembimbing menjadi salah satu faktor penting agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk.

“Kami akan mendampingi jamaah sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air. Karena itu kami berharap seluruh jamaah menjaga kebersamaan, disiplin, dan mengikuti seluruh arahan pembimbing demi kelancaran ibadah,” tuturnya.

Suasana pelepasan jamaah di lounge bandara berlangsung penuh kehangatan. Para jamaah juga mendapat pelayanan khusus dari tim PT Annur Maarif sebelum bertolak menuju Jakarta sebagai titik transit keberangkatan internasional menuju Tanah Suci.

BACA JUGA  Konsolidasi Perdana Nasdem Sulsel Era SAR,Canangkan Penguatan Struktur dan Gerakan Sosial Menuju 2027
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Aspirasi Perubahan Menggema di Muktamar NU 2026, Prof. Nazaruddin Umar Dinilai Mampu Bawa NU Mendunia

Published

on

KITASULSEL—JAKARTA – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026, dukungan terhadap Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar, sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 terus menguat dari berbagai daerah, terutama dari kawasan Indonesia Timur.

Sejumlah tokoh dan kader NU menilai sosok Nazaruddin Umar memiliki kapasitas yang lengkap untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Selain dikenal sebagai ulama, akademisi, dan cendekiawan Muslim, ia juga dinilai memiliki pengalaman organisasi yang panjang serta mampu menjembatani berbagai kalangan di lingkungan Nahdliyin.

Dalam materi sosialisasi yang beredar di kalangan warga NU, Prof. Nazaruddin Umar disebut sebagai kader NU yang telah aktif sejak masa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), kemudian berkiprah di PWNU Sulawesi Selatan hingga dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan PBNU.

BACA JUGA  Prabowo Gelontorkan 6 Paket Insentif Mulai 5 Juni, Ada Diskon Listrik-Ini Daftarnya

Selain rekam jejak organisasi, pengalamannya sebagai pengasuh pesantren, akademisi, serta pernah menjabat Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi nilai tambah yang dinilai memperkuat kapasitas kepemimpinannya.

Pendukungnya juga menilai Prof. Nazaruddin Umar memiliki jaringan internasional yang luas serta pengalaman dalam membangun dialog keagamaan di tingkat nasional maupun global. Hal itu dianggap menjadi modal penting untuk membawa NU semakin berperan di panggung dunia tanpa meninggalkan akar tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.

Salah satu poin yang banyak disuarakan adalah besarnya dukungan dari wilayah luar Pulau Jawa, khususnya Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Mereka berharap kepemimpinan PBNU ke depan semakin mampu mengakomodasi aspirasi warga NU di berbagai daerah dan memperkuat pemerataan pembangunan organisasi.

BACA JUGA  Dekatkan Diri ke Konstituen, Andi Insan Serap Aspirasi Warga Panca Lautang

Para pendukung juga menilai NU memerlukan kepemimpinan yang dekat dengan akar rumput, memahami dinamika daerah, serta mampu memperkuat persatuan warga Nahdliyin di tengah berbagai tantangan zaman.

Dalam materi dukungan tersebut turut disampaikan harapan agar NU dipimpin oleh sosok yang memiliki wawasan keilmuan luas, pengalaman organisasi yang matang, kepemimpinan yang merakyat, dan mampu menjaga kemandirian organisasi.

“NU membutuhkan energi baru, kepemimpinan yang merakyat, serta arah organisasi yang lebih visioner agar mampu menjawab tantangan masa depan,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam materi kampanye dukungan tersebut.

Meski demikian, penentuan Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 sepenuhnya akan menjadi kewenangan para peserta Muktamar NU 2026 melalui mekanisme organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama.

BACA JUGA  Program Makan Bergizi Gratis Disambut Antusias, DPRD Sulsel Pastikan Realisasi di 2025

Muktamar NU mendatang diperkirakan menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi lima tahun ke depan, termasuk memperkuat peran NU sebagai organisasi keagamaan yang moderat, inklusif, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan perdamaian dunia.

Continue Reading

Trending