Connect with us

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Panen Perdana PM-AAS Sidrap Lampaui Target, Produktivitas Capai 11,2 Ton per Hektare

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatat capaian membanggakan melalui Panen Perdana Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di lahan percontohan seluas 100 hektare di Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Kamis (6/8/2026). Program pertanian modern tersebut berhasil melampaui target produktivitas dengan hasil mencapai 11,2 ton gabah per hektare.

Berdasarkan hasil ubinan, padi varietas Inpari 48 yang ditanam pada 30 April 2026 dan dipanen pada umur 98 hari setelah tabela menghasilkan 7,7 kilogram atau setara 11,2 ton gabah per hektare. Angka tersebut melampaui target awal sebesar 10 ton per hektare.

Panen perdana dipimpin langsung oleh Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Sulawesi Selatan, Muhammad Taufiq Ratule.

Turut hadir Plt Kepala Dinas Pertanian Sulawesi Selatan Bustanul Arifin, Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BBRPM) Zainal Abidin, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Kepala Bulog Sulawesi Selatan, unsur Forkopimda Sidrap, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, pimpinan instansi vertikal, para asisten, kepala OPD, kelompok tani, dan penyuluh pertanian.

BACA JUGA  Wabup Sidrap Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Jelang Idulfitri 2026

Program PM-AAS menjadi tonggak penting transformasi sektor pertanian di Sidrap dengan mengedepankan penerapan teknologi pertanian, mekanisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), serta sistem budidaya modern untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Muhammad Taufiq Ratule, menyampaikan apresiasi Menteri Pertanian kepada seluruh pihak atas keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan pada 2025.

“Menteri Pertanian menyampaikan terima kasih kepada semua pihak. Tahun 2025 kita berhasil mencapai swasembada pangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program strategis seperti optimasi lahan, cetak sawah baru, pompanisasi, penyediaan benih unggul, hingga rehabilitasi jaringan irigasi. Berkat program tersebut, produksi pangan nasional meningkat lebih dari 13 persen sepanjang 2025.

BACA JUGA  Pemkab Sidrap dan BPJS Kesehatan Rekonsiliasi Data Iuran JKN Triwulan I 2026

Di Sulawesi Selatan, produksi gabah meningkat dari sekitar 4,8 juta ton menjadi 5,5 juta ton. Sementara Kabupaten Sidrap mencatat kenaikan produksi beras dari sekitar 256 ribu ton pada 2024 menjadi lebih dari 270 ribu ton pada 2025.

Keberhasilan pilot project PM-AAS juga mendorong pemerintah untuk memperluas program hingga 10 ribu hektare di Kabupaten Sidrap sebagai bagian dari upaya mendukung target produksi satu juta ton gabah dan memperkuat posisi Sidrap sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa penerapan pertanian modern mampu meningkatkan produktivitas meski dihadapkan pada tantangan musim kemarau akibat fenomena El Nino.

“Target kita 10 ton per hektare. Alhamdulillah hasilnya mencapai 11 ton per hektare. Ini membuktikan pertanian modern yang menjadi pilot project di Sidrap berhasil melampaui target,” kata Syaharuddin.

Menurutnya, keberhasilan tersebut membuat Kementerian Pertanian memberikan dukungan pengembangan PM-AAS seluas 10 ribu hektare di Sidrap, lengkap dengan bantuan benih, pupuk urea, pupuk Phonska, dan pupuk organik.

BACA JUGA  Sidrap Juara Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 2025, Tembus 7,71 Persen

Ia juga berharap Perum Bulog dapat menyerap gabah petani dengan harga yang layak karena kualitas gabah Sidrap memiliki rendemen yang tinggi.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Sulawesi Selatan Bustanul Arifin menilai PM-AAS merupakan bukti nyata transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, produktif, dan berkelanjutan.

“Panen hari ini bukan sekadar memanen padi, tetapi juga memanen semangat perubahan. Keberhasilan Sidrap diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala BBRPM Zainal Abidin menyebut keberhasilan panen di tengah musim kemarau menunjukkan efektivitas penerapan teknologi pertanian modern. Ia optimistis perluasan PM-AAS hingga 10 ribu hektare pada musim tanam berikutnya akan semakin mempercepat pencapaian target produksi satu juta ton gabah di Kabupaten Sidrap.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending