Connect with us

Provinsi Sulawesi Selatan

Kemarau Tak Lama Lagi Berakhir, Warga Sulsel Diminta  Bersiap Sambut Musim Hujan

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR— Musim kemarau tak lama lagi diperkirakan berakhir. Masyarakat Sulawesi Selatan mulai diingatkan untuk bersiap menghadapi perubahan cuaca menuju musim hujan, terutama dengan mempersiapkan kondisi lingkungan sejak dini.

Masa peralihan musim perlu menjadi momentum untuk mengecek kembali berbagai fasilitas lingkungan yang selama kemarau mungkin tidak terlalu diperhatikan. Drainase, selokan, kanal hingga jalur pembuangan air perlu dipastikan dalam kondisi baik dan mampu menjalankan fungsinya ketika hujan kembali turun.

Warga diimbau melakukan kerja bakti membersihkan saluran air dari sampah, lumpur, daun kering dan berbagai material yang berpotensi menghambat aliran. Drainase yang rusak, tertutup atau mengalami pendangkalan juga perlu segera dibenahi agar fungsi aliran air kembali normal.

BACA JUGA  Pj Gubernur Prof Fadjry Djufry Surati Bupati dan Wali Kota se Sulsel untuk Laksanakan Program MBG dan PKG Sambil Tunggu Juknis Terkait Anggaran

Hal ini penting karena hujan dengan intensitas tinggi dapat membuat saluran yang tidak mampu menampung debit air lebih cepat meluap. Genangan bahkan dapat berkembang menjadi banjir apabila air tidak memiliki jalur aliran yang memadai.

Pencegahan juga harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Masyarakat diminta tidak membuang sampah ke selokan, kanal maupun sungai. Lingkungan sekitar rumah juga perlu dibersihkan, sementara pohon-pohon tua atau dahan yang rapuh sebaiknya diperiksa untuk mengantisipasi tumbang ketika hujan disertai angin kencang.

Bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir, longsor maupun dekat bantaran sungai, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan. Kenali jalur evakuasi, tentukan lokasi aman dan siapkan dokumen serta barang penting apabila sewaktu-waktu harus mengungsi.

BACA JUGA  Gaji PPPK Daerah Ditanggung APBN 2027, Gubernur Sulsel: Sangat Membantu Fiskal Daerah

Saat hujan deras terjadi, masyarakat juga diminta tidak memaksakan perjalanan melewati jalan yang tergenang. Hindari berteduh di bawah pohon besar atau berada di sekitar tiang dan jaringan listrik ketika angin kencang maupun petir terjadi.

Pemeriksaan atap rumah, talang air, saluran pembuangan dan instalasi listrik juga sebaiknya dilakukan sebelum musim hujan semakin intens. Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi perlu dipantau, terutama ketika terdapat potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem.

Persiapan menghadapi musim hujan bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Masyarakat memiliki peran besar dalam mengurangi risiko bencana dengan menjaga lingkungan dan memastikan saluran air tidak tersumbat.

Kemarau tak lama lagi berakhir. Sebelum hujan kembali datang, saatnya membenahi lingkungan, membersihkan selokan dan memastikan setiap drainase kembali berfungsi normal. Langkah sederhana yang dilakukan sejak sekarang dapat membantu mencegah genangan, banjir dan berbagai risiko bencana saat musim hujan tiba.

BACA JUGA  Hadiri HUT ke-65 Takalar, Prof Fadjry Djufry Harap Semakin Maju dan Sejahtera
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending