Connect with us

Provinsi Sulawesi Selatan

Rehabilitasi Irigasi 54 Ribu Hektare di Sulsel Terus Dikebut, Target IP 300

Published

on

KITASULSEL–MAKASSAR — Program rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) yang melayani sekitar 54.000 hektare lahan persawahan di Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menunjukkan perkembangan.

Pemulihan jaringan irigasi tersebut merupakan bagian dari program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulsel Tahun 2025–2027 yang diarahkan untuk memperkuat infrastruktur pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas lahan.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, ketersediaan air merupakan faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan pertanian dan mendukung peningkatan hasil produksi petani.

Program pembangunan dan rehabilitasi tersebut dibagi menjadi empat paket dengan total nilai kontrak mencapai sekitar Rp500 miliar.

“Alhamdulillah, progres rehabilitasi irigasi terus berjalan. Kita ingin memastikan jaringan irigasi yang menjadi penopang lahan pertanian dapat berfungsi dengan baik, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh petani,” kata Andi Sudirman, Selasa (6/10/2026).

BACA JUGA  Pemprov Sulsel Komitmen Tindaklanjuti Hasil Pemeriksaan BPK, Fatmawati Rusdi Tegaskan Transparansi

Paket 4 Sasar Lima Kabupaten

Salah satu pekerjaan yang terus menunjukkan progres adalah Paket 4, yang mencakup rehabilitasi sejumlah daerah irigasi di Kabupaten Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Paket tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp120 miliar dan mencakup delapan Daerah Irigasi (DI).

Pelaksanaan rehabilitasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat layanan jaringan irigasi di kawasan utara Sulawesi Selatan.

Dua di antaranya adalah Daerah Irigasi Kuri-Kuri Kasambi di Kabupaten Luwu Utara yang melayani areal sekitar 887 hektare, serta Daerah Irigasi Lengkong Pini di Kabupaten Luwu dengan luas layanan sekitar 728 hektare.

Perbaikan jaringan di berbagai wilayah tersebut diharapkan dapat memastikan distribusi air menuju lahan pertanian berjalan lebih optimal.

BACA JUGA  Sekprov Jufri Rahman Resmi Launching Gerakan Serbu Pasar dan Business Matching, Dorong Akselerasi Ekonomi Sulsel

Dengan kondisi jaringan yang lebih baik, petani diharapkan tidak lagi menghadapi persoalan distribusi air yang dapat menghambat pola tanam dan produktivitas lahan.

Dorong IP 100 Menjadi IP 300

Andi Sudirman mengatakan tujuan utama program rehabilitasi tersebut tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan konstruksi.

Pemerintah ingin memastikan infrastruktur yang dibangun benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan produksi pertanian.

Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah peningkatan Indeks Pertanaman (IP).

Jika sebelumnya sejumlah lahan hanya mampu ditanami satu kali dalam setahun atau IP 100, pemerintah menargetkan kondisi tersebut dapat meningkat menjadi IP 300, atau memungkinkan lahan ditanami hingga tiga kali dalam setahun.

“Kita terus kawal pengerjaannya. Infrastruktur irigasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagaimana air bisa sampai ke lahan-lahan pertanian dan mempercepat akselerasi produksi yang tadinya IP 100 menjadi IP 300,” pungkasnya.

BACA JUGA  Pj Gubernur Sulsel: Distribusi Pupuk 2.9 T Bukan Tugas Kementan, Tapi tugas BUMN Pupuk Indonesia

Target tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas dan potensi pendapatan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.

Pemprov Sulsel pun terus mengawal pelaksanaan proyek rehabilitasi agar pembangunan jaringan irigasi tidak hanya selesai secara fisik, tetapi benar-benar berfungsi sesuai kebutuhan petani.

Dengan cakupan layanan yang mencapai sekitar 54.000 hektare, rehabilitasi jaringan irigasi melalui program MYP 2025–2027 diharapkan menjadi salah satu fondasi penguatan sektor pertanian Sulsel.

Ketersediaan air yang lebih terjamin diharapkan mampu membuka peluang peningkatan frekuensi tanam, menjaga produktivitas sawah, serta mempercepat pencapaian target peningkatan produksi pertanian di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending