Connect with us

Pemkot Makassar

Jelang Musim Hujan, Kesiapan Drainase Makassar Diuji di Titik Rawan Genangan

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR — Kesiapan drainase menjadi salah satu pekerjaan penting Kota Makassar menjelang peningkatan curah hujan pada akhir November hingga awal Desember 2026. Pembersihan saluran dan pengerukan sedimen mulai dilakukan di sejumlah kawasan rawan genangan, sementara pemerintah kota juga menjajaki penggunaan teknologi penyedot air dari Jepang.

Sejumlah titik yang menjadi perhatian berada di kawasan Paccerakkang, Manggala, dan Jalan A.P. Pettarani. Pengerukan dilakukan untuk memperlancar aliran air yang terhambat oleh endapan dan sampah, terutama pada saluran yang selama ini kerap bermasalah ketika hujan deras turun.

Di Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, normalisasi drainase dilakukan setelah ditemukan saluran yang menyempit akibat sedimentasi serta tersumbat sampah. Kawasan ini termasuk wilayah yang berulang kali menghadapi persoalan genangan.

BACA JUGA  Lewat MPR RI, Munafri Salurkan Arpirasi Masyarakat Pulau ke Pemerintah Pusat

Persiapan tersebut menjadi penting karena datangnya musim hujan tidak otomatis membuat seluruh wilayah mengalami kondisi yang sama. Kapasitas drainase, kondisi kanal, dan kelancaran aliran air ikut menentukan seberapa cepat air hujan dapat dialirkan dari kawasan permukiman.

Teknologi Jepang Masih dalam Penjajakan

Pemerintah Kota Makassar juga mulai menjajaki pemanfaatan kendaraan penyedot dan penyemprot air bertekanan tinggi melalui kerja sama antarkota dengan Yokohama, Jepang.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau demonstrasi penggunaan peralatan tersebut di kanal depan Dankeslap TNI AD, Jalan Gunung Bawakaraeng, pada 27 Oktober 2026.

Teknologi itu diharapkan membantu membersihkan sedimentasi dan sampah yang menghambat saluran, termasuk bagian drainase tertutup yang sulit dijangkau. Namun, pemanfaatannya masih dalam tahap penjajakan untuk menilai kesesuaian dengan kondisi dan kebutuhan penanganan banjir di Makassar.

BACA JUGA  Pjs Wali Kota Makassar Arwin Saksikan Penandatanganan Pakta Integritas Netralitas ASN

Artinya, teknologi baru tersebut belum bisa dipandang sebagai solusi tunggal. Pemeliharaan rutin, perbaikan saluran, serta koordinasi penanganan kanal dan sungai tetap diperlukan agar aliran air tidak terhambat saat hujan berintensitas tinggi.

Warga Juga Punya Peran

Upaya pemerintah tidak akan berjalan maksimal jika saluran air di lingkungan permukiman terus dipenuhi sampah. Warga dapat ikut mengurangi risiko genangan dengan membersihkan selokan di sekitar rumah, tidak membuang sampah ke drainase, serta melaporkan saluran tersumbat kepada aparat setempat.

Masyarakat juga perlu memperhatikan informasi cuaca dan peringatan dini, terutama ketika hujan deras diperkirakan berlangsung dalam waktu lama. Warga yang tinggal di kawasan rawan genangan sebaiknya memastikan jalur keluar rumah tidak terhalang dan barang penting tersimpan di tempat aman.

BACA JUGA  Pjs Wali Kota Makassar Arwin Azis Melepas dan Menyemarakkan GAS Run di Pekan Keselamatan Jalan 2024

Menjelang musim hujan, tantangan Makassar bukan sekadar menyiapkan alat atau mengeruk saluran, melainkan memastikan setiap upaya pencegahan benar-benar berfungsi ketika hujan turun.

Efektivitas pengerjaan drainase, kecepatan penanganan titik rawan, dan konsistensi menjaga kebersihan saluran akan menjadi faktor penting untuk mengurangi dampak genangan terhadap aktivitas masyarakat.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending