Nasional
Menag Dorong Masjid Kembali Jadi Pusat Kehidupan Umat, Bukan Sekadar Tempat Ibadah
Kitasulsel–BANJARMASIN – Menteri Agama menegaskan bahwa masjid seharusnya memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat. Masjid tidak semestinya hanya dimanfaatkan sebagai tempat menjalankan ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, sosial, ekonomi hingga pemberdayaan umat.
Pesan tersebut disampaikan Menag saat memberikan tausiah di Masjid Raya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (9/8/2026).
Menurutnya, konsep masjid pada masa Rasulullah SAW menunjukkan bahwa rumah ibadah memiliki fungsi yang sangat luas. Masjid menjadi tempat umat menjalankan ibadah sekaligus ruang untuk menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan.
“Masjid bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah mahdah,” ujar Menag.
Ia menjelaskan, pada masa Rasulullah SAW, masjid bahkan menjadi salah satu pusat pemerintahan. Berbagai urusan kenegaraan dan kemasyarakatan dibahas serta diselesaikan dari masjid.
Tidak hanya dalam bidang pemerintahan, masjid juga memiliki peran dalam pengelolaan ekonomi umat melalui Baitul Mal. Fungsi sosialnya pun sangat kuat karena masjid menjadi tempat berkumpul, bermusyawarah, dan membangun hubungan antarmasyarakat.
Masjid Jadi Ruang Interaksi Lintas Agama
Menag juga menilai fungsi masjid pada masa Rasulullah SAW mencerminkan sikap terbuka dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Salah satu contohnya adalah ketika Rasulullah SAW menerima sekitar 60 tokoh dari berbagai agama yang datang untuk berdialog. Para tokoh tersebut tetap mengenakan pakaian kebesaran agama masing-masing.
Hal itu, menurut Menag, menunjukkan bahwa masjid juga dapat menjadi ruang perjumpaan dan komunikasi dengan kelompok masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun pendidikan, pemerintahan, perekonomian, hubungan sosial, kepedulian terhadap sesama, dan kehidupan masyarakat yang harmonis,” tegasnya.
Pusat Pendidikan hingga Pengembangan Keterampilan
Lebih jauh, Menag mengungkapkan bahwa masjid pada zaman Rasulullah SAW juga berperan sebagai pusat pendidikan.
Pembelajaran tidak hanya ditujukan kepada kelompok usia tertentu, tetapi berlangsung sejak anak-anak hingga orang dewasa. Masjid juga menjadi tempat masyarakat mengembangkan berbagai keterampilan yang mendukung kehidupan sehari-hari.
Sejumlah keterampilan seperti penyamakan kulit, pengolahan kayu hingga pengerjaan besi turut berkembang dalam lingkungan masyarakat saat itu.
Fungsi masjid juga mencakup aspek sosial dan hukum. Menag menyebut proses peradilan pernah dilaksanakan di masjid. Bahkan, masjid juga digunakan sebagai tempat penahanan tawanan perang.
Di bidang lainnya, masjid menjadi ruang untuk latihan bela diri hingga kegiatan kesenian masyarakat.
Menara Masjid untuk Kontrol Sosial
Menag turut menyoroti keberadaan menara masjid. Menurutnya, menara tidak semata-mata dibangun sebagai tempat mengumandangkan azan, tetapi memiliki makna sosial yang lebih luas.
Ia menyebut posisi menara yang tinggi memungkinkan masyarakat memantau kondisi lingkungan di sekitar masjid.
“Menara masjid itu bukan untuk gagah-gagahan, tetapi untuk kontrol sosial,” tegasnya.
Dari tempat tersebut, masyarakat dapat memperhatikan kondisi permukiman di sekitar masjid. Misalnya, rumah yang tidak terlihat aktivitas memasak atau dapurnya tidak berasap dapat menjadi tanda bahwa penghuninya sedang mengalami kesulitan.
Kondisi tersebut, kata Menag, seharusnya mendorong masyarakat sekitar untuk hadir memberikan perhatian dan bantuan.
Karena itu, ia berharap masjid di masa kini dapat menghidupkan kembali semangat tersebut. Keberadaan masjid diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dan ikut menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Menurut Menag, keteladanan Rasulullah SAW memperlihatkan bahwa masjid merupakan pusat kehidupan umat yang memiliki fungsi multidimensi, bukan hanya sebagai tempat menjalankan ibadah ritual.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login