Connect with us

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Dorong Kesadaran Warga Kelola Sampah dari Rumah

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR — Anggota DPRD Kota Makassar H. Syaiful bersama Kelurahan Tammua menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2026 IX (Sembilan) .

Kegiatan yang berlangsung di Grand Palace Hotel, Jalan Tentara Pelajar Nomor 50, Kota Makassar, tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi sekaligus edukasi mengenai berbagai persoalan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam kegiatan itu yakni persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Pemerintah dan masyarakat dinilai perlu membangun sinergi agar penanganan sampah dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Dalam pemaparan materi, narasumber kedua, Ikhlasulamal, menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk mengurangi dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama dari rumah tangga sebagai sumber awal timbulan sampah,” ujar Ikhlasulamal.

BACA JUGA  DPD Partai Golkar Makassar Gelar Pasar Murah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sambut HUT ke-61

Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Kebiasaan mengelola sampah dari rumah juga dinilai dapat membantu mengurangi beban pemerintah dalam penanganan sampah.

“Kalau masyarakat memiliki kesadaran untuk mengelola sampah dengan baik, beban penanganan sampah di tingkat pemerintah juga dapat ditekan,” katanya.

Pemilahan Sampah Jadi Langkah Awal

Sementara itu, narasumber ketiga, Mansur Ridwan, menyampaikan materi mengenai pemilahan sampah. Ia menjelaskan, pemilahan menjadi tahapan penting sebelum sampah memasuki proses pengolahan berikutnya.

“Pemilahan sampah sebaiknya dilakukan sejak dari sumbernya dengan memisahkan sampah sesuai jenisnya,” jelas Mansur Ridwan.

Ia mendorong masyarakat menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari. Sampah yang telah dipisahkan berdasarkan jenisnya akan lebih mudah dikelola dan berpotensi dimanfaatkan kembali.

BACA JUGA  DPRD Makassar Siapkan RDP Bahas Izin Usaha di Jalan Cakalang

“Sampah yang sudah dipilah akan lebih mudah dikelola dan memiliki peluang untuk dimanfaatkan kembali, sehingga tidak semuanya berakhir sebagai sampah yang dibuang,” tambahnya.

Warga Soroti Kebiasaan Pilah Sampah

Dalam sesi diskusi, warga turut menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.

Salah seorang peserta mempertanyakan strategi yang dapat dilakukan untuk mendorong masyarakat lebih disiplin memilah sampah dari rumah. Hal itu dinilai menjadi tantangan karena kebiasaan tersebut belum sepenuhnya menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

Peserta lainnya menyoroti pengelolaan sampah yang diharapkan tidak berhenti pada tahap pengumpulan. Masyarakat juga membutuhkan dorongan agar sampah dapat dimanfaatkan atau diolah sehingga memberikan nilai guna sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang.

BACA JUGA  Komisi D DPRD Makassar Gelar Rapat Dengar Pendapat, Bahas Masalah PHK Massal

Diskusi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya melalui kebijakan pemerintah daerah, perubahan perilaku masyarakat juga menjadi faktor penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

Kegiatan yang dimoderatori Andi Muh. Zulfikar S. itu diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat terkait penyelenggaraan pemerintahan daerah sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Melalui kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2026 IX (Sembilan), sinergi antara legislatif, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga Kota Makassar, termasuk masalah pengelolaan sampah.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending