Connect with us

Entertainment

Nadin Amizah Launching Album Baru, “Laika, Yang Ditinggalkan” Bicara Soal Luka dan Kesepian

Published

on

KITASULSEL — JAKARTA , — Nadin Amizah kembali membawa cerita baru lewat musik. Penyanyi yang dikenal dengan karakter liriknya yang personal itu resmi merilis album ketiganya, “Laika, Yang Ditinggalkan”, pada Jumat (28/8/2026).

Album ini berisi 11 lagu. Namun, Nadin tidak sekadar menyusun kumpulan lagu baru. Ada satu cerita besar yang mengikat seluruh karya tersebut, mulai dari kesepian, kehilangan, rasa tidak cukup, kemarahan hingga keinginan untuk dicintai.

Nama Laika diambil dari seekor anjing yang dikirim Uni Soviet ke luar angkasa dalam sebuah misi yang tidak dirancang untuk membawanya kembali ke Bumi.

Kisah tersebut kemudian menjadi inspirasi Nadin untuk membangun cerita tentang seseorang yang sangat ingin mendapatkan kasih sayang, berharap menemukan tempat untuk pulang, tetapi pada akhirnya harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya ditinggalkan.

BACA JUGA  "Warna Warni Indonesia", Napas Harmoni Musik Lintas Budaya Sambut HUT RI ke-81

Nadin melihat kisah Laika sebagai gambaran tentang kerinduan yang tidak pernah benar-benar terbalaskan.

Bukan Cuma Soal Patah Hati

Menariknya, album ini tidak berhenti pada cerita patah hati.

Nadin memasukkan berbagai emosi yang lebih luas. Ada rasa kehilangan, kesepian, amarah, sampai kerinduan terhadap sesuatu yang bisa membuat seseorang merasa memiliki rumah.

Perasaan tersebut menjadi benang merah dalam 11 lagu yang ada di album ini.

Karena itu, “Laika, Yang Ditinggalkan” terasa seperti perjalanan dari satu emosi ke emosi lainnya. Pendengar diajak mengikuti perubahan perasaan, bukan hanya mendengarkan lagu secara terpisah.

Libatkan 10 Produser

Dari sisi produksi, Nadin juga memberikan warna berbeda pada album ketiganya.

BACA JUGA  30 Tahun Pokémon, Pokémon GO Ikut Berpesta: Perayaan Besar Segera Hadir di Asia Tenggara

Sebanyak 10 produser terlibat dalam pengerjaan 11 lagu tersebut. Di antaranya Lafa Pratomo, Baskara Putra, Enrico Octaviano, Otta Tarega hingga Feby Putri.

Keterlibatan banyak produser membuat karakter musik dalam album ini tidak berjalan pada satu warna saja.

Meski demikian, benang merahnya tetap berada pada kekuatan Nadin dalam menyampaikan cerita melalui lirik dan vokalnya.

“Moonlight” Jadi Pembuka

Sebelum album lengkap dirilis, Nadin lebih dulu memperkenalkan lagu “Moonlight” pada 7 Agustus 2026.

Lagu tersebut menjadi pintu awal bagi pendengar untuk mengenal dunia yang kemudian dibangun dalam “Laika, Yang Ditinggalkan”.

Kini seluruh album sudah dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital.

Babak Baru Nadin Amizah

Album ketiga ini memperlihatkan Nadin yang semakin berani masuk ke tema yang lebih kompleks.

BACA JUGA  Selasa Libur Maulid Nabi, Senin Bisa Ambil Cuti untuk Persiapan Perayaan

Jika sebelumnya banyak karya Nadin terasa dekat dengan kisah cinta, keluarga dan hubungan personal, kali ini ia membawa pendengar masuk ke wilayah emosi yang lebih dalam.

Tentang bagaimana rasanya ingin dicintai tetapi merasa tidak cukup. Tentang kehilangan tempat untuk pulang. Dan tentang bagaimana kerinduan yang terlalu lama dipendam bisa berubah menjadi kemarahan.

Lewat “Laika, Yang Ditinggalkan”, Nadin Amizah tidak hanya merilis album baru. Ia menawarkan sebuah cerita yang harus didengarkan secara utuh.

Sebelas lagu, satu perjalanan, dan kisah tentang seseorang yang mencari tempat untuk pulang—namun justru harus belajar menerima kenyataan bahwa dirinya telah ditinggalkan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending