Connect with us

Pemkot Makassar

Makassar Punya 8.000 “Mata Digital”, Begini Cara CCTV dan Call Center 112 Bekerja

Published

on

MAKASSAR — Ada sekitar 8.000 “mata digital” yang tercatat dalam jaringan CCTV Kota Makassar. Namun, jumlah tersebut belum berarti seluruh kamera aktif dan terhubung dalam satu sistem. Pemerintah Kota Makassar masih melakukan proses interkoneksi dan pemeliharaan agar jaringan CCTV yang tersebar dapat dipantau secara lebih terintegrasi dan optimal.

Penguatan jaringan ini diharapkan membantu pemantauan kondisi kota, mendukung petugas dalam merespons kejadian, serta menyediakan rekaman yang dapat digunakan sebagai bahan penelusuran ketika diperlukan.

Sementara itu, Call Center 112 menjadi jalur laporan warga ketika menghadapi keadaan darurat, mulai dari kecelakaan lalu lintas, kebakaran, bencana, tindak kriminal hingga kondisi medis yang membutuhkan pertolongan.

BACA JUGA  MCH Ruang Kreatif Anak Muda Makassar, Hadir di 15 Lokasi Baru

Keduanya memiliki fungsi berbeda. CCTV membantu memberikan gambaran situasi di lapangan, sementara 112 menerima laporan masyarakat dan meneruskannya kepada petugas atau instansi terkait. Jika kejadian berada di area yang terpantau kamera yang telah terhubung, informasi visual tersebut dapat menjadi pendukung dalam proses penanganan.

Artinya, warga tidak harus menunggu kejadian terpantau kamera untuk mendapatkan bantuan. Ketika menemukan kondisi darurat, masyarakat tetap dapat langsung melapor melalui 112 agar informasi segera diteruskan kepada pihak yang berwenang.

Pengembangan sistem ini juga memberi manfaat dalam penelusuran kejadian. Rekaman dari kamera yang tersedia dapat menjadi informasi tambahan ketika petugas membutuhkan gambaran mengenai apa yang terjadi di lokasi tertentu.

BACA JUGA  Pemkot Makassar Siap Transformasi BUMD, Wali Kota Studi ke Jakpro

Meski angka 8.000 titik CCTV terdengar besar, pemerintah masih perlu menyelesaikan proses interkoneksi dan pemeliharaan agar jaringan tersebut dapat berfungsi secara optimal. Karena itu, angka tersebut tidak dapat diartikan sebagai 8.000 kamera yang seluruhnya sudah aktif dan terhubung dalam satu pusat pemantauan.

Bagi warga Makassar, yang paling penting bukan hanya jumlah kamera atau keberadaan nomor darurat, tetapi bagaimana keduanya benar-benar mendukung kecepatan informasi dan respons ketika masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan pertolongan.

Dengan sistem yang terus dikembangkan, Makassar perlahan membangun pola keamanan berbasis teknologi dan partisipasi warga: kamera membantu melihat, masyarakat membantu melaporkan, dan petugas bergerak menangani.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending