POLITIK
HUT ke-81 DPR, Puan Tegaskan Parlemen Terbuka terhadap Kritik Publik
Kitasulsel–JAKARTA — Sejumlah isu politik nasional menjadi perhatian publik pada Selasa (1/9/2026). Salah satu yang menonjol adalah pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani yang menegaskan keterbukaan parlemen terhadap kritik dan masukan masyarakat.
Puan menyampaikan hal tersebut dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Khusus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Puan mengatakan DPR menyadari masih terdapat banyak ruang untuk melakukan pembenahan. Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, pengawasan, hingga diplomasi parlemen.
“Kritik tidak semestinya dipandang sebagai jarak antara rakyat dan DPR, melainkan sebagai bagian dari hubungan demokratis yang menjaga DPR RI tetap dekat dengan aspirasi dan kenyataan hidup rakyat,” ujar Puan.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kritik publik sebagai bagian dari proses demokrasi. DPR, kata Puan, perlu terus membuka ruang komunikasi agar aspirasi masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi dalam menjalankan tugas kelembagaan.
DPR Soroti Dugaan Perekrutan WNI Jadi Tentara Asing
Selain isu keterbukaan parlemen, perhatian publik juga tertuju pada informasi mengenai dugaan perekrutan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) untuk menjadi anggota militer negara asing.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan terdapat delapan WNI yang diduga direkrut menjadi tentara asing setelah sebelumnya mendaftar pekerjaan sebagai satuan pengamanan atau tenaga administrasi.
“Para WNI ini kemudian mendaftar, lalu kemudian dari situ akhirnya dikirim untuk menjadi tentara. Begitu informasi yang kami dapat,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Menurut Dasco, informasi mengenai dugaan perekrutan tersebut diperoleh DPR dari otoritas intelijen.
Ia menjelaskan, para WNI tersebut diduga direkrut melalui tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji besar. Namun, setelah proses pendaftaran, mereka justru dikirim untuk menjalani tugas sebagai tentara.
Informasi tersebut menjadi perhatian karena menyangkut perlindungan warga negara Indonesia serta potensi penyalahgunaan informasi dalam proses perekrutan tenaga kerja di luar negeri.
DPR Terus Jadi Sorotan Publik
Berbagai isu tersebut menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap kinerja dan sikap DPR dalam menjalankan fungsi kelembagaan maupun merespons persoalan yang menyangkut kepentingan warga negara.
Pernyataan Puan mengenai keterbukaan terhadap kritik menjadi pesan penting di tengah tuntutan publik agar parlemen semakin transparan dan responsif terhadap aspirasi masyarakat.
Sementara itu, informasi mengenai dugaan perekrutan WNI menjadi tentara asing juga mendorong perlunya perhatian lintas lembaga untuk memastikan keamanan serta perlindungan terhadap warga negara Indonesia.
Rangkaian isu politik tersebut menjadi bagian dari dinamika nasional yang berlangsung pada awal September 2026 dan terus menjadi perhatian masyarakat.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login