Entertainment
“Akal Imitasi” Film yang Mengangkat Ancaman AI di Dunia Pendidikan , Ketika Mesin Mulai Menggantikan Cara Anak Belajar
KITASULSEL — MAKASSAR – Bagaimana jika suatu hari anak-anak tidak lagi sepenuhnya belajar dari guru, tetapi dari kecerdasan buatan?
Pertanyaan itu menjadi dasar cerita film “Akal Imitasi”, film drama fiksi ilmiah Indonesia yang membawa penonton ke tahun 2029, ketika teknologi Artificial Intelligence (AI) telah menjadi bagian besar dari sistem pendidikan.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026, dengan durasi sekitar 1 jam 38 menit.
Cerita berpusat pada Ika, siswi cerdas dari keluarga sederhana yang bersekolah di SD Cendekia Bangsa. Di sekolah tersebut, sistem pembelajaran telah menggunakan teknologi AI bernama PIKO.
Alih-alih membuat pendidikan semakin setara, penggunaan teknologi tersebut justru memunculkan persoalan baru. Akses terhadap teknologi yang tidak sama membuat sebagian siswa memiliki keunggulan lebih besar dibandingkan siswa lainnya.
Di tengah kondisi tersebut, Ika bertemu dengan Rafi di sebuah tempat misterius bernama BLOX HUB. Pertemuan itu perlahan mengubah cara pandangnya tentang belajar, kecerdasan dan teknologi.
Masalah kemudian menjadi lebih besar ketika keberadaan Rafi membuat sebuah perusahaan teknologi memburunya. Dari sinilah cerita berkembang menjadi pertarungan antara kecanggihan teknologi dan nilai-nilai manusia yang tidak mudah digantikan mesin.
Menariknya, film ini tidak sekadar menggambarkan AI sebagai teknologi masa depan. “Akal Imitasi” justru mempertanyakan apa yang terjadi ketika kemudahan teknologi membuat manusia perlahan kehilangan proses berpikirnya sendiri.
Persoalan tersebut terasa semakin relevan karena AI saat ini sudah mulai digunakan dalam berbagai aktivitas, termasuk membantu proses belajar dan mencari informasi.
Namun, film ini menawarkan pertanyaan yang lebih dalam: apakah anak yang selalu mendapatkan jawaban dari mesin benar-benar sedang belajar?
“Akal Imitasi” juga membawa keterkaitan kuat dengan Makassar. Proses produksi film ini dimulai di Kota Makassar pada April 2026 dan melibatkan sejumlah aktor nasional, termasuk Tika Bravani sebagai guru Lilis dan Teuku Rifnu Wikana sebagai kepala sekolah Damar.
Dengan latar pendidikan dan perkembangan AI, film garapan sutradara Zhaddam A. Nurdin ini mencoba membawa isu teknologi ke dalam persoalan yang dekat dengan kehidupan anak-anak.
Pada akhirnya, “Akal Imitasi” bukan hanya berbicara tentang seberapa pintar sebuah mesin. Film ini mengajak penonton melihat kembali sesuatu yang mungkin justru paling sulit ditiru AI: cara manusia berpikir, merasakan, belajar dan membangun hubungan dengan sesamanya.
“Akal Imitasi” dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login