Connect with us

Kriminal

Appi Perintahkan Camat dan Lurah Patroli Malam, Tawuran Makassar Jadi Sorotan

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi menginstruksikan seluruh camat dan lurah meningkatkan patroli malam untuk mencegah tawuran antarkelompok yang meresahkan masyarakat. Pengawasan wilayah juga diperkuat melalui koordinasi bersama TNI-Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Instruksi itu disampaikan Appi saat memimpin rapat koordinasi bersama camat dan lurah se-Kota Makassar di Balai Kota Makassar, Selasa (20/10/2026). Rapat tersebut menjadi langkah pemerintah kota merespons maraknya perang kelompok di sejumlah wilayah.

Appi menegaskan, penanganan tawuran tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat keamanan. Pemerintah kecamatan dan kelurahan harus turun langsung ke masyarakat, memantau kondisi lingkungan, serta membangun komunikasi untuk mencegah konflik sebelum meluas.

BACA JUGA  Kabur ke Sulteng, Dua Pria dari Palopo Diringkus Polisi Saat Bersembunyi di Gubuk Tambak

Patroli Malam hingga Pos Ronda Diaktifkan

Patroli malam akan dilakukan secara rutin dengan melibatkan camat, lurah, Satpol PP, serta unsur TNI dan Polri. Appi juga meminta wilayah yang berdekatan dengan lokasi rawan ikut meningkatkan kewaspadaan agar konflik tidak merembet ke kawasan lain.

Selain patroli, Pemkot Makassar mendorong pengaktifan kembali pos ronda sebagai ruang interaksi warga sekaligus sarana mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.

Penambahan kamera pengawas atau CCTV juga menjadi perhatian. Camat diminta melaporkan kebutuhan CCTV di wilayah masing-masing, terutama pada titik yang dinilai rawan tawuran.

Appi Ingatkan Bahaya Provokasi

Appi turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing provokasi di media sosial, termasuk tantangan, saling ejek, dan ajakan berkelahi yang berpotensi memicu bentrokan.

BACA JUGA  Resmob Polda Sulsel Tangkap Pelaku Pencurian di Jeneponto, Penadah Ikut Diamankan di Makassar

Menurutnya, persoalan kecil dapat berkembang menjadi konflik lebih besar jika tidak diselesaikan melalui komunikasi yang baik. Karena itu, pemerintah wilayah didorong melibatkan tokoh masyarakat dan membangun dialog untuk meredam ketegangan.

Upaya tersebut penting agar penanganan tawuran tidak berhenti pada pembubaran massa setelah bentrokan terjadi, tetapi juga menyentuh pencegahan dan penyelesaian persoalan di tingkat masyarakat.

Keberhasilan menjaga keamanan Makassar membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan warga perlu bergerak bersama agar konflik antarkelompok tidak terus berulang dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending