Connect with us

NEWS

Ketua Yayasan Ponpes As’adiyah Sengkang Bakar Semangat Santri di Bumi Mekongga, Kakankemenag Kolaka Tekankan Pendidikan Berakhlak

Published

on

KITASULSEL–KOLAKA – Ketua Yayasan Pondok Pesantren as’sadiya Sengkang, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, Lc., M.H., melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Minggu (1/11/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memberikan motivasi kepada para santri agar semakin giat menuntut ilmu, memperkuat pemahaman agama, serta berani menggantungkan cita-cita setinggi mungkin demi meraih masa depan yang lebih baik.

Dalam kunjungan itu, Bunyamin didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Kolaka, H. Muhamad Kadir Azis, S.Ag., M.EI. Rombongan menyambangi sejumlah lembaga pendidikan Islam untuk melihat secara langsung aktivitas pendidikan sekaligus mempererat silaturahmi dengan para pengelola yayasan, tenaga pendidik, dan peserta didik.

Beberapa lembaga yang dikunjungi meliputi Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an (PPTQ) Mir’atul Mujahid di Kampung Bajo, RA dan MIS Fadilatul As’adiyah Induha, serta PPTQ Darul Qur’an As’adiyah Kolaka.

Kunjungan ini tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya pendidikan dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Bunyamin M. Yapid Ajak Santri Berani Bermimpi Besar

Di hadapan para santri yang menyambut kedatangannya dengan penuh antusias, Bunyamin M. Yapid menyampaikan pesan motivasi agar mereka tidak pernah menyerah dalam menempuh pendidikan.

Ia menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas, kondisi lingkungan, maupun tempat seseorang menuntut ilmu tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih cita-cita.

Menurutnya, setiap santri memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik selama mempunyai kemauan kuat, disiplin, serta kesungguhan dalam belajar.

Pendidikan, kata dia, merupakan salah satu jalan penting untuk membuka kesempatan yang lebih luas. Karena itu, para santri harus mampu memanfaatkan masa pendidikan di pesantren sebagai kesempatan untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mempersiapkan masa depan.

“Pendidikan adalah jalan utama dan paling penting untuk membuka kesempatan hidup yang lebih luas. Melalui ruang-ruang kelas pesantren inilah kita mempersiapkan generasi masa depan yang tangguh dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujar Bunyamin di sela-sela kunjungannya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kondisi seseorang saat ini, tetapi juga oleh kesungguhan dalam belajar, kemampuan menghadapi tantangan, serta keberanian untuk terus berkembang.

Bunyamin mendorong para santri agar tidak merasa rendah diri dalam mengejar impian. Sebaliknya, mereka harus menjadikan kesempatan belajar di pesantren sebagai modal untuk membangun pengetahuan, memperluas wawasan, dan meningkatkan kualitas diri.

Ia juga mengingatkan bahwa proses pendidikan membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Keberhasilan tidak dapat diraih secara instan, melainkan melalui usaha yang dilakukan secara konsisten, baik dalam memahami pelajaran, menghafal Al-Qur’an, maupun membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA  Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis, Kominfo Ajukan Anggaran Rp 10 M

Pendidikan Pesantren Bukan Hanya Soal Ilmu Agama

Selain menekankan pentingnya pendidikan, Bunyamin turut mengingatkan para santri agar memanfaatkan masa belajar di pondok dengan sebaik-baiknya.

Menurutnya, pendidikan di pesantren tidak boleh hanya berorientasi pada penguasaan materi pelajaran atau pencapaian hafalan semata. Lebih dari itu, pesantren memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian, menanamkan kedisiplinan, dan memperkuat akhlakul karimah.

Para santri diharapkan mampu menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan dengan pembentukan karakter yang baik. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi bekal untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dapat diamalkan demi kemaslahatan masyarakat.

Kehidupan pesantren yang identik dengan kedisiplinan, kebersamaan, kemandirian, serta penghormatan kepada guru dan orang tua merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter tersebut.

Melalui kebiasaan belajar, beribadah, menaati aturan, dan hidup bersama dalam lingkungan pendidikan, santri ditempa agar mampu menghadapi berbagai tantangan ketika kelak terjun ke tengah masyarakat.

Bunyamin berharap pengalaman selama menempuh pendidikan di pesantren dapat menjadi bekal berharga bagi para santri untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, cerdas, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial.

Di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat, generasi muda juga dituntut memiliki kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai keislaman yang menjadi landasan kehidupan.

Karena itu, penguatan ilmu agama perlu berjalan beriringan dengan pengembangan wawasan, keterampilan, dan kemampuan berpikir kritis agar para santri mampu mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan.

Kemenag Kolaka Tekankan Pentingnya Pembentukan Karakter

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kolaka, H. Muhamad Kadir Azis, turut memberikan penguatan kepada para pendidik, pengurus yayasan, dan santri yang hadir dalam rangkaian kunjungan tersebut.

Ia menegaskan bahwa pesantren dan madrasah mempunyai posisi strategis dalam membangun generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat.

Menurut Muhamad Kadir Azis, pendidikan agama merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan harus disertai dengan pembinaan akhlak serta penanaman nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Pendidikan agama memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun fondasi karakter generasi muda kita. Oleh karena itu, segala upaya peningkatan kualitas akademik dan sarana prasarana pendidikan di Kolaka ini harus berjalan beriringan dengan pembinaan akhlak, penguatan nilai-nilai keislaman, serta penanaman tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Muhamad Kadir Azis.

Ia menilai, keberhasilan lembaga pendidikan tidak cukup diukur dari capaian akademik peserta didik. Lebih dari itu, pendidikan juga harus mampu melahirkan generasi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, menghormati sesama, serta mempunyai kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

BACA JUGA  Berbagi Kebahagiaan Jelang Lebaran, Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo Beri THR Ratusan Anak Panti Asuhan di Makassar

Dalam konteks tersebut, pesantren dan madrasah memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan mendukung pertumbuhan peserta didik secara menyeluruh.

Pembinaan yang dilakukan oleh para guru, ustaz, dan ustazah menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Mereka tidak hanya berperan menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun sikap dan perilaku santri.

Muhamad Kadir Azis menambahkan bahwa dukungan terhadap lembaga pendidikan keagamaan harus menjadi perhatian bersama. Sinergi antara pemerintah, pengelola yayasan, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat diperlukan untuk memastikan anak-anak memperoleh kesempatan belajar dan pembinaan moral yang baik.

Dengan dukungan yang berkelanjutan, lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Kolaka diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan sumber daya manusia.

Perkuat Silaturahmi dan Tinjau Perkembangan Pendidikan Islam

Selain memberikan motivasi kepada santri, kunjungan kerja tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Kolaka.

Dalam rangkaian kunjungan ke sejumlah pesantren dan madrasah, rombongan menjalin komunikasi dengan para pengelola lembaga serta tenaga pendidik mengenai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan perkembangan pendidikan di lingkungan masing-masing.

Pertemuan tersebut membuka ruang dialog antara perwakilan Kementerian Agama, jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kolaka, pengurus yayasan, serta keluarga besar pesantren.

Interaksi yang berlangsung hangat menjadi sarana memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat antara pemerintah dan para pelaku pendidikan keagamaan.

Kehadiran langsung pejabat Kementerian Agama di lingkungan pesantren juga memberikan kesempatan untuk melihat dinamika pendidikan yang dijalankan oleh masing-masing lembaga.

Pesantren dan madrasah merupakan bagian penting dari sistem pendidikan yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Selain memberikan pendidikan formal maupun keagamaan, lembaga-lembaga tersebut turut berperan menjaga tradisi keilmuan Islam serta menanamkan nilai moral kepada generasi muda.

Di balik aktivitas pembelajaran yang berlangsung setiap hari, terdapat pengabdian para guru dan pengelola lembaga yang terus berupaya memberikan pendidikan terbaik bagi para santri.

Dedikasi tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan Islam, khususnya dalam membangun generasi yang memiliki keseimbangan antara pengetahuan, keimanan, dan akhlak.

Karena itu, perhatian terhadap kebutuhan lembaga pendidikan, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta pengembangan lingkungan belajar yang mendukung menjadi bagian penting dari upaya memajukan pendidikan keagamaan.

Pesantren Jadi Bagian Penting dalam Menyiapkan Generasi Masa Depan

Kunjungan Bunyamin M. Yapid bersama Kakankemenag Kolaka tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran pesantren dan madrasah dalam menyiapkan generasi masa depan.

Santri sebagai bagian dari generasi muda memiliki peluang untuk mengambil peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun, peluang tersebut perlu diiringi dengan kesungguhan belajar, pembentukan karakter, serta kemauan untuk terus meningkatkan kemampuan diri.

BACA JUGA  Sah! DPRD Sulsel Tetapkan Perda Tata Tertib Periode 2024-2029

Pendidikan yang diperoleh di pesantren diharapkan dapat menjadi fondasi bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengembangkan keahlian, dan berkontribusi dalam berbagai bidang sesuai dengan potensi masing-masing.

Di sisi lain, penguatan karakter dan pemahaman agama menjadi bekal agar kemajuan pengetahuan tetap berjalan seiring dengan nilai moral dan tanggung jawab sosial.

Para santri juga diharapkan mampu membawa nilai-nilai positif yang dipelajari di lingkungan pesantren ke tengah masyarakat. Sikap jujur, disiplin, mandiri, santun, dan peduli terhadap sesama merupakan bagian dari karakter yang perlu terus dipupuk selama menempuh pendidikan.

Dengan demikian, keberadaan pesantren tidak hanya memberikan manfaat bagi para santri, tetapi juga berpotensi memberikan dampak luas bagi lingkungan sosial di sekitarnya.

Kehadiran lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Kolaka menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat pembinaan keagamaan bagi generasi muda.

Menumbuhkan Semangat Belajar dari Ruang-Ruang Pesantren

Rangkaian kunjungan ke PPTQ Mir’atul Mujahid, RA dan MIS Fadilatul As’adiyah Induha, serta PPTQ Darul Qur’an As’adiyah Kolaka diharapkan dapat semakin memperkuat semangat para santri dalam menempuh pendidikan.

Motivasi yang disampaikan Bunyamin M. Yapid menjadi dorongan agar para santri tidak mudah menyerah menghadapi kesulitan dan tetap percaya bahwa kerja keras dalam menuntut ilmu merupakan bagian dari ikhtiar untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, penguatan yang diberikan Kakankemenag Kolaka menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan Islam membutuhkan komitmen bersama, baik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran maupun memperkuat pembinaan karakter peserta didik.

Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat diharapkan terus berkembang untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang berkualitas.

Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya terlihat dari banyaknya pengetahuan yang dikuasai atau tingginya capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan seseorang menerapkan ilmunya untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

Dari ruang-ruang belajar pesantren yang sederhana, harapan akan lahirnya generasi berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan berdaya saing terus dibangun.

Melalui pendidikan yang berkualitas dan pembinaan karakter yang berkelanjutan, para santri di Kabupaten Kolaka diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi penerus yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.

Kunjungan tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa turut ditentukan oleh kesungguhan dalam mendidik generasi muda hari ini. Dari pesantren dan madrasah, semangat menuntut ilmu, penguatan akhlak, dan keberanian meraih cita-cita diharapkan terus tumbuh demi melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan bermanfaat bagi masyarakat.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending